Tangerang- Mobil odong-odong—kendaraan modifikasi bernuansa warna-warni yang diiringi alunan musik—telah menjadi fenomena tersendiri bagi para penggiat travel wisata jarak dekat dan murah meriah. Lebih dari sekadar hiburan anak-anak, odong-odong kini kerap dimanfaatkan warga untuk berbagai acara kebersamaan, mulai dari wisata lokal hingga sarana transportasi rombongan keluarga.
Mengenal Mobil Odong-Odong Wisata
Mobil odong-odong umumnya dirancang menggunakan basis kendaraan seperti minibus atau Isuzu Elf yang dirombak total. Bagian bodinya dibuat terbuka dengan bangku berderet, dihiasi lampu warna-warni, serta musik seru. Kendaraan ini menawarkan pengalaman perjalanan yang santai, penuh keakraban, dan terjangkau bagi masyarakat sekitar.
5 Tahun Jadi Sopir Odong-Odong: Bang Tablo Bawa Rombongan Besan ke Panongan
Pengalaman manis dirasakan oleh Bang Tablo, warga Kampung Kadu Sabrang, Desa Cikupa, Kabupaten Tangerang. Setelah bertahun-tahun mencari nafkah sebagai sopir angkutan kota (angkot) yang kian sepi penumpang, ia memutuskan beralih profesi menjadi sopir mobil odong-odong sejak 5 tahun lalu.
Momen keakraban odong-odong kembali terlihat pada Minggu (25/10/2026), saat Bang Tablo dipercaya membawa rombongan besan menuju acara pernikahan Aditya dan Lala di Panongan, Kabupaten Tangerang. Suasana ceria dan kekeluargaan tampak memenuhi sepanjang perjalanan.
Di sela-sela kegiatannya mengantar rombongan besan tersebut, Bang Tablo menceritakan pengalamannya selama 5 tahun mengemudikan odong-odong dibandingkan masa-masanya saat masih narik angkot.
Komentar Bang Tablo:
“Dulu pas masih narik angkot, pusing banget mas. Jalanan sepi penumpang, bensin sering nombok, keliling-keliling cari sewa juga susah. Tapi semenjak beralih narik odong-odong 5 tahun ini, Alhamdulillah rasanya beda banget. Narik odong-odong bikin hati tenang dan seneng, apalagi bisa antar rombongan hajatan kayak besanan Aditya sama Lala hari ini. Semua pada gembira di jalan, rezeki juga Alhamdulillah ada terus buat keluarga.”
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kisah Bang Tablo menjadi cerminan bagaimana kreativitas warga lokal dalam memanfaatkan odong-odong mampu menggerakkan ekonomi mikro sekaligus mempererat kebersamaan warga. Selain menjadi tumpuan ekonomi baru bagi para mantan sopir angkot, mobil odong-odong terbukti menjadi sarana transportasi dan wisata lokal yang murah, meriah, serta membawa kebahagiaan bagi masyarakat.
