🧑🏫 Jumadil Qubro

Tangerang-INF⭕PLUS9.COM – Di balik sukses dan megahnya penyelenggaraan kejuaraan balap lurus KNPI Drag Bike Kejurprov Banten – Piala Bupati Tangerang 2026 di sirkuit non-permanen Alun-alun Tigaraksa, terdapat peran krusial dari komunitas POKTANG (Penggiat Otomotif Kabupaten Tangerang).
POKTANG dipimpin langsung oleh H. Subarno Singa Wijaya, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Talagasari. Sosok yang akrab disapa Jino ini bukan orang baru di dunia otomotif tanah air. Ia merupakan mantan pembalap nasional yang pada masa mudanya langganan mengaspal di berbagai kejuaraan tingkat daerah hingga nasional di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor. Pengalaman panjang di dunia balap profesional inilah yang menjadi kunci sukses pengelolaan teknis ajang bergengsi tersebut.

Pria yang akrab disapa Jino ini menyampaikan bahwa POKTANG tidak berhenti sampai di sini. Suksesnya gelaran drag bike yang menyedot perhatian hampir 800 peserta dari 19 kelas lomba ini menjadi pemicu untuk menghadirkan event otomotif berikutnya.
”Setelah ajang drag bike di Alun-alun Tigaraksa ini, POKTANG berencana akan menggelar Turnamen Motor Cross yang rencananya dilaksanakan di Desa Budi Mulya. Kami berharap kesuksesan dan kemeriahan di Tigaraksa ini bisa menjalar ke ajang-ajang otomotif lainnya di Kabupaten Tangerang,” ungkap Jino.

Lebih lanjut, Jino atas nama keluarga besar POKTANG menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada DPD KNPI Kabupaten Tangerang di bawah kepemimpinan Basnar, serta dukungan penuh dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Tangerang.
”Kami sangat mengapresiasi kolaborasi luar biasa dengan DPD KNPI Kabupaten Tangerang dan support penuh dari IMI Kabupaten Tangerang. Sinergi ini membuktikan bahwa dengan komunikasi dan persiapan matang, setiap gelaran wadah otomotif bagi generasi muda dapat diselenggarakan secara tertib, aman, dan lancar,” jelasnya.

Melalui POKTANG, Jino berharap Kabupaten Tangerang ke depan dapat terus menjadi barometer pembinaan olahraga otomotif di Provinsi Banten, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para pemuda agar tidak melakukan balap liar di jalan raya.
