BPKP cek Koperasi Merah Putih di lereng gunung Kendal yang viral

Lokasi KDKMP
KENDAL–INFOPLUS9.COM- Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia bersama dengan jajaran Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan peninjauan langsung ke lapangan terkait pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berlokasi di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Langkah ini diambil sebagai respons cepat dan komprehensif atas sorotan publik di media sosial yang sempat viral mengenai letak geografis bangunan koperasi tersebut, Senin (8/6/2026)
Kunjungan kerja dan pengecekan fisik ini dipimpin langsung oleh Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP, Setia Pria Husada, dengan didampingi tim teknis dari Mabes TNI. Fokus utama dari peninjauan ini adalah untuk memastikan akuntabilitas, tata kelola, kemajuan fisik, serta kesesuaian perencanaan pembangunan program KDKMP agar benar-benar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat setempat.
Menanggapi narasi yang berkembang di masyarakat, Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan BPKP menegaskan bahwa proses pengawasan dan evaluasi tidak dapat dilakukan hanya dengan bersandar pada potongan video atau asumsi sepihak yang beredar di ruang digital. Penilaian yang objektif menuntut kehadiran fisik tim pengawas guna memotret realitas dan urgensi program secara utuh.
”Kami memilih untuk turun langsung ke lapangan guna melihat situasi secara menyeluruh. Pengawasan atas akuntabilitas program strategis seperti ini tidak bisa hanya mengandalkan informasi atau potongan gambar yang viral di media sosial, yang belum tentu mencerminkan kondisi riil serta perencanaan jangka panjangnya,” ujar Setia Pria Husada di sela-sela peninjauan di Kendal.
Berdasarkan hasil audit kepatuhan dan pengecekan fisik di area lereng perbukitan tersebut, BPKP menemukan bahwa penentuan lokasi KDKMP di Desa Kediten telah selaras dengan rencana induk (masterplan) pengembangan kawasan perdesaan jangka panjang. Lokasi tersebut dirancang sebagai simpul pertumbuhan baru (growth center) terintegrasi yang menghubungkan pusat pelayanan administrasi pemerintahan desa, aktivitas ekonomi kerakyatan, serta sektor pariwisata daerah.
Dalam rencana strategis pemerintah desa, kawasan KDKMP akan dikelilingi oleh pusat perkantoran pelayanan publik desa yang baru. Selain itu, lahan strategis di seberang gedung koperasi telah diproyeksikan menjadi area bumi perkemahan terpadu sekaligus menjadi salah satu gerbang jalur pendakian resmi menuju Gunung Prau. Sektor pariwisata alam ini dinilai memiliki prospek ekonomi yang sangat besar untuk menggerakkan rantai pasok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang nantinya dikelola di bawah naungan koperasi.
Lebih lanjut, fungsi utama KDKMP di lereng Kendal ini difokuskan untuk memfasilitasi kebutuhan primer para petani di empat dusun sekitar, yaitu Dusun Krajan, Doplang, Kenteng, dan Bukitsari. Mengingat mayoritas penduduk lokal bermata pencaharian di sektor agraris, kehadiran koperasi ini menjadi instrumen vital dalam penyediaan sarana produksi pertanian, seperti pupuk dan obat-obatan pertanian, guna memangkas jalur distribusi logistik yang selama ini menjadi kendala di wilayah pelosok.
Melalui sinergi pengawasan antara BPKP dan Mabes TNI, diharapkan pembangunan sisa unit KDKMP di wilayah Jawa Tengah dan nasional dapat terus berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan akuntabel. BPKP berkomitmen untuk terus mengawal agar program penguatan ekonomi berbasis perdesaan ini bersih dari penyimpangan dan mampu mewujudkan ketahanan ekonomi nasional dari tingkat desa.