Perkuat Sinergi Kepemudaan, Ketua Karang Taruna Sukamulya Arief Rahman Hidayat Pimpin Rakor Calon Pengurus Baru

TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Ketua Karang Taruna Kelurahan Sukamulya Kecamatan Cikupa, Arief Rahman Hidayat,S.Sos, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) perdana bersama jajaran calon pengurus Karang Taruna Kelurahan Sukamulya masa bakti 2026-2031. Pertemuan strategis ini diselenggarakan untuk mematangkan struktur organisasi serta menyelaraskan visi misi kepemudaan menjelang pelantikan resmi.Acara Rakor di gelar di Kantor Aula Kelurahan Sukamulya pada Sabtu (18/7/2026).
Rakor ini merupakan tidak lanjut pasca pelaksanaan Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT) Kelurahan Sukamulya yang telah sukses digelar di Gedung Serba Guna Kelurahan Sukamulya. Melalui rapat ini, struktur kepengurusan mulai diisi oleh kader-kader pemuda potensial yang siap membawa perubahan positif di wilayah Sukamulya.
Dalam arahannya, Ketua Karang Taruna Kelurahan Sukamulya, Arief Rahman Hidayat, menegaskan pentingnya komitmen dan solidaritas antar pengurus sejak awal pembentukan struktur.
“Karang Taruna bukan sekedar organisasi wadah berkumpul, melainkan motor penggerak kesejahteraan sosial di masyarakat. Saya berharap seluruh calon pengurus yang bergabung memiliki dedikasi tinggi untuk berkolaborasi dengan jajaran pemerintahan kelurahan demi memajukan potensi pemuda Sukamulya, ” ujar Arief yang akrab disapa Aden.
Saya juga mengajak seluruh calon pengurus untuk menjaga nama baik organisasi, bersikap rendah hati, dan selalu terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Mari kita hilangkan sekat-sekat perbedaan, perkuat tali persaudaraan, dan bergandengan tangan bersama seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pelaku usaha yang bersama-sama memajukan kelurahan yang kita cintai.
“Kita harus sadar bahwa dipundak pemuda terletak harapan besar untuk membawa perubahan yang lebih baik. Jangan biarkan potensi yang kita miliki hanya berhenti di wacana, melainkan harus terwujud dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat,” terangnya.
Ditempat yang sama Purnama Hardiansyah selaku Sekretaris Karang Taruna Kelurahan Sukamulya memaparkan rancangan struktur kepengurusan Karang Taruna Kelurahan Sukamulya masa bakti 2026-2031.Hal tersebut bertujuan memberikan gambaran mengenai susunan pengurus beserta tugas dan fungsi masing-masing bidang, agar organisasi dapat berjalan secara efektif dan terarah.
“Struktur yang kami susun ini disusun secara transparan dan disesuaikan dengan kebutuhan pemuda serta kondisi wilayah Kelurahan Sukamulya. Setiap bidang yang terbentuk memiliki tugas pokok dan fungsi yang jelas, mulai dari bidang sosial kemasyarakatan, pendidikan, ekonomi kreatif, olahraga, seni-budaya, kerohanian, hingga lingkungan hidup, ” Papar puranama.
Didi selaku Wakil Ketua Karang Taruna Kelurahan Sukamulya menambahkan. Dengan pembagian tugas yang terarah, kami berharap tidak ada tumpang tindih pekerjaan, sehingga setiap program yang dijalankan dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan maksimal. Struktur ini juga menjadi landasan namun tetap menjunjung tinggi semangat kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi ciri khas Karang Taruna.
“Kami juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan dari seluruh pengurus sebelum struktur ini ditetapkan secara resmi pada saat pelantikan nanti. Semoga susunan kepengurusan ini dapat melahirkan ide-ide dan karya yang nyata yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Sukamulya, ” Tambah Didi sambil tersenyum.
(HK72)
Read MoreMenuju Ridha Allah di Usia Senja: PWRI Kecamatan Cikupa Sukses Gelar Raker di Puncak

Bogor Cisarua-Pengurus Kecamatan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Cikupa sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) tahunan. Selain menjadi wadah untuk merumuskan program kerja strategis, kegiatan ini digelar sebagai momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan menjaga kekompakan antar anggota yang merupakan para Pensiunan Pegawai Negeri Sipil di wilayah kecamatan Cikupa.
Acara yang digelar di Puncak Raya Hotel Cisarua pada hari Kamis 9 Juli 2026 dengan tema “Menuju Ridha Allah di Usia Senja, Menggapai Husnul Khotimah di Usia Masa,dihadiri Ketua PWRI Kabupaten Tangerang,H.Rukman,MM, Ketua PWRI Kecamatan Cikupa, H.Nurhalim,Narasumber,Drs, Rahmat, KS.,MM,Sekretaris KWRI Kecamatan Cikupa H. Ahmad Hidayat,Bendahara, Mansur dan jajaran pengurus keanggotaan.
Dalam sambutannya, Ketua PWRI Kecamatan Cikupa, H. Nurhalim menyampaikan bahwa rapat kerja ini bukan sekedar agenda organisasi formal biasa. Raker ini merupakan jembatan untuk memastikan seluruh program yang dicanangkan dapat menyentuh aspek kesejahteraan, kesehatan, dan kegiatan sosial bagi para purnabakti.
“Melalui rapat kerja ini, kita memastikan bahwa para pensiunan bukanlah akhir dari pengabdian. Dengan silaturahmi yang kuat, kita bisa saling mendukung, menjaga kesehatan bersama melalui berbagai kegiatan positif, serta tetap memberikan kontribusi pemikiran untuk wilayah Kecamatan Cikupa, “ujar Nurhalim.
Lebih lanjut Nurhalim menerangkan bahwa perjalanan ini bukan sekedar kegiatan wisata biasa, melainkan sebuah perjalanan yang sarat dengan nilai-nilai religius dan kebersamaan. Karena kegiatan ini bertepatan pada malam kamis menuju jum’at. Setelah pelaksanaan shalat maghrib secara berjama’ah, acara akan dilanjutkan dengan kegiatan tawasul serta pembacaan surat Yasin yang akan dipimpin langsung oleh Ustadz Rahmat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, silaturahmi antar sesama anggota PWRI semakin erat dan terjalin kekeluargaan yang kian kokoh. Semoga perjalanan dan ibadah kita senantiasa diberkahi Allah SWT, membawa ketenangan hati serta keberkahan bagi kita semua, keluarga besar PWRI, dan masyarakat luar, ” terangnya.
Ditempat yang sama Ketua PWRI Kabupaten Tangerang, H. Rukman, MM, menyampaikan semangat kekompakan ini terus terjaga. Mari kita buktikan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian yang lebih bermakna, penuh keberkahan, dan bermanfaat bagi sesama serta lingkungan sekitar. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan umur bagi kita semua.
“Saya sangat mengapresiasi langkah dan inisiatif yang diambil oleh jajaran PWRI Kecamatan Cikupa. Menyelaraskan kegiatan organisasi dengan nilai-nilai keagamaan adalah hal yang sangat patut dicontoh. Di usia senja ini, mempererat ukhuwah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah keutamaan yang paling utama, ” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber Drs, Rahmat,KS.,KM juga menyampaikan bahwa kegiatan yang memadukan rapat kerja organisasi dengan kegiatan ibadah merupakan langkah yang sangat tepat, guna menjaga keharmonisan dan keterangan hati bagi seluruh anggota keluarga besar PWRI.
“Mari kita jadikan momen berkumpul ini sebagai sarana saling mendoakan, menguatkan satu sama lain, dan menambah amal kebaikan. Semoga setiap langkah kita, setiap musyawarah yang kita laksanakan, dan setia doa yang kita panjatkan dicatat oleh Allah SWT. Semoga kita sentiasa diberikan kesehatan, kesabaran, dan diakhiri dengan husnul khotimah, serta senantiasa bermanfaat bagi sesama hingga akhir usia kita, “pungkasnya.
HK72
Read MoreRestorasi Kepercayaan Publik: Pentingnya Audit Menyeluruh Terhadap Penggunaan Dana Desa

Jumadil Qubro
Tangerang-INFOPLUS9.COM-Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang terhadap oknum LSM yang diduga memeras kepala desa di wilayah Legok telah membuka kotak pandora yang mengejutkan. Alih-alih sekadar perkara pemerasan, fenomena ini justru mengungkap praktik “kompromi” antara oknum LSM dan oknum Kepala Desa terkait dugaan proyek fiktif dalam Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2025/2026.
Situasi ini menjadi tamparan keras bagi tata kelola keuangan desa. Ketika oknum LSM ditangkap karena memeras, muncul pertanyaan besar: Mengapa ada uang yang harus diperas? Bukankah pemerasan tersebut terjadi karena adanya “celah” atau dosa administratif yang coba ditutupi oleh oknum kepala desa?
Jumadil Qubro, seorang aktivis sosial dan lingkungan di Kabupaten Tangerang, dengan tegas mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang untuk tidak berhenti pada penangkapan oknum LSM tersebut. Kejari harus berani melakukan pendalaman terhadap tiga oknum Kepala Desa di wilayah Legok yang diduga terlibat dalam pusaran praktik manipulasi anggaran ini. Menangkap oknum LSM tanpa menyentuh akar permasalahan—yakni dugaan penyalahgunaan ADD—hanyalah tindakan memangkas rumput tanpa mencabut akarnya.
Lebih jauh lagi, publik kini menaruh sorotan tajam pada program “Jaksa Jaga Desa”. Program yang digagas untuk melakukan pendampingan hukum dan pencegahan penyimpangan ini jangan sampai justru mengalami pergeseran makna di lapangan.
Ada rumor yang mulai berkembang di masyarakat bahwa program ini seolah menjadi “benteng” atau perisai bagi oknum kepala desa yang nakal. Jika narasi ini dibiarkan, legitimasi Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum yang bersih akan tergerus. Masyarakat akan mulai curiga bahwa pendampingan hukum tersebut justru dimanfaatkan sebagai kedok untuk menutupi temuan-temuan penyalahgunaan wewenang dan anggaran.
Kejari Kabupaten Tangerang harus bekerja ekstra dan menunjukkan sikap imparsial. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih. Jika memang terdapat laporan atau temuan nyata di lapangan mengenai penyalahgunaan anggaran, Kejaksaan harus bertindak sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi, bukan sebagai pelindung bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan amanah rakyat.
Transparansi adalah kunci. Kejari perlu melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan-laporan LSM yang disertai bukti valid. Jangan sampai istilah “Jaga Desa” diartikan oleh oknum-oknum di desa sebagai jaminan kekebalan hukum.
Keadilan harus ditegakkan secara utuh. Jika ada oknum LSM yang salah, proses hukum mereka. Namun, jika ada oknum Kepala Desa yang menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi melalui proyek fiktif, mereka pun harus bertanggung jawab di depan hukum. Hanya dengan cara itulah, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan dan efektivitas pengelolaan dana desa di Kabupaten Tangerang dapat kembali pulih.
Read MoreBIOGRAFI LENGKAP PANGERAN GULAGESENG Panglima Pesisir, Ulama Karismatik, dan Penjaga Selat Sunda

Banten memiliki banyak pejuang sejak awal pendirian hingga masa keemasan, salah satunya adalah putra Maulana Yusuf, Tubagus ismail atau yang terkenal dengan sebutan pangeran gulageseng, berikut biografi lengkapnya :
A. Asal-Usul:
Pangeran Gulageseng adalah bangsawan tinggi dari Kesultanan Banten yang hidup di masa transisi keemasan Banten. Beliau bukan sekadar pangeran istana, melainkan sosok pengelana yang mendedikasikan hidupnya untuk menjaga batas wilayah barat Pulau Jawa.
B. Nama Asli dan Gelar (Laqob):
- Nama Asli:
Di kalangan dzurriyah, beliau sering dikaitkan dengan nama Tubagus Ismail atau Tubagus Hamzah, namun nama aslinya sering tersamarkan oleh gelarnya. - Gelar/Laqob:
Pangeran Gulageseng (atau Gula Seseng). Secara filosofis, Gula melambangkan manisnya dakwah dan akhlak, sedangkan Geseng (terbakar/hitam) merujuk pada ketangguhan fisiknya yang menghitam karena bertugas menjaga pesisir di bawah terik matahari. - Gelar Lain:
Buyut Suralaya dan - Gelar lain:
Panglima Pesisir.
C. Tahun Kelahiran:
Diperkirakan lahir pada pertengahan abad ke-16, sekitar tahun 1560-an hingga 1570-an, di masa pemerintahan kakek atau ayahnya, saat Banten mulai membangun kekuatan maritim yang disegani dunia.
D. Nama Ayah dan Ibu:
- Ayah: Sultan Maulana Yusuf (Sultan Banten ke-2).
- Ibu: Ratu Hadijah, putri dari Sultan Trenggana (Kesultanan Demak).
E. Silsilah Nasab ke Atas:
Nasab beliau menyambung sebagai berikut:
- Pangeran Gulageseng bin
- Sultan Maulana Yusuf bin
- Sultan Maulana Hasanuddin bin
- Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) bin
- Syarif Abdullah bin Ali Nurul Alam bin
- Jamaluddin Akbar Al-Husaini (Syekh Jumadil Kubro).
Jalur ini tersambung hingga Rasulullah SAW melalui Sayyidina Husain RA.
F. Nama Adik dan Kakak (Sebapak):
- Sultan Maulana Muhammad (Kakak/Sultan Banten ke-3).
- Pangeran Jiwantaka (Saudara yang menetap di Pekarungan).
- Pangeran Upapatih.
- Pangeran Jayakusuma.
G. Rihlah Keilmuan & Guru:
Beliau menempuh pendidikan dasar di Keraton Surosowan. Keilmuannya meliputi:
Syariat & Kepemimpinan: Berguru langsung kepada ayahnya, Sultan Maulana Yusuf.
Ilmu Tasawuf & Kanuragan: Belajar dari para ulama besar murid Sunan Gunung Jati di Banten Lama untuk membentengi diri dari ancaman fisik dan batin di wilayah pesisir.
H. Nama-Nama Murid:
Murid-murid beliau adalah para penjaga pantai (militer rakyat) dan komunitas nelayan di wilayah Suralaya, Merak, hingga pesisir Lampung yang dibina menjadi kader pertahanan maritim Banten.
I. Ulama dan Sultan Sezaman:
Beliau hidup sezaman dengan saudaranya, Sultan Maulana Muhammad, dan para pangeran pejuang era awal kesultanan.
J. Kiprah:
Militer: Bertindak sebagai “Garda Terdepan” Selat Sunda untuk memantau pergerakan kapal asing (VOC/Portugis).
Dakwah: Pelopor penyebaran Islam di wilayah Suralaya dan Merak, merangkul masyarakat pesisir melalui pendekatan budaya dan akhlak.
K. Karya Tulis:
Tidak ada kitab formal yang ditemukan, namun warisannya berupa silsilah lisan dan tradisi tarekat yang masih dipraktikkan oleh para dzurriyah di pesisir Banten.
L. Tahun Wafat:
Wafat pada awal abad ke-17, diperkirakan saat Banten mulai menghadapi tekanan intensif dari maskapai dagang Eropa di Selat Sunda.
M. Lokasi Makam:
Terletak di wilayah Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, yang dikenal sebagai Makom Keramat Pangeran Gulageseng. Lokasinya berada di perbukitan yang menghadap langsung ke laut lepas.
N. Karomah:
Masyarakat meyakini beliau memiliki kewibawaan luar biasa yang sanggup menggentarkan musuh di laut serta kemampuan memantau keamanan Selat Sunda dari jarak jauh.
O. Nama Istri dan Anak:
Identitas istri tidak tercatat rinci di naskah publik, namun keturunannya menyandang gelar Tubagus dan Ratu yang tersebar di wilayah Cilegon, Merak, dan Bojonegara, melanjutkan tradisi sebagai tokoh agama Etimologi Tubagus .
Sumber Referensi:
- Daftar Sultan Banten – Wikipedia
- Sejarah dan Silsilah Banten – Pemerintah Provinsi Banten
- Silsilah Sultan Maulana Yusuf – Rodovid Digital
- Arsip Manaqib Banten – Scribd
- Profil Wisata Religi Cilegon – Cilegon.go.id
By pecinta para wali
Oleh hajibaudaja
syekh #pejuang #kesultanan #banten #baudaja #pecintaparawali
Read MoreHari Jumat: Momentum Memperbanyak Amal Ibadah, Raih Keberkahan dan Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Tangerang-INFOPLUS9.COM-Hari Jumat merupakan hari yang istimewa dan penuh keberkahan bagi umat Islam. Sebagai penghulu segala hari, Jumat menjadi momen terbaik untuk meningkatkan keimanan, memperbanyak amal ibadah, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.
Melalui infografis bertema “Hari Jumat: Hari Penuh Berkah, Kesempatan Raih Kebaikan”, masyarakat diajak untuk mengisi hari mulia ini dengan berbagai amalan sunnah, seperti memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, mandi Jumat, mengenakan pakaian terbaik, membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak doa dan dzikir, serta melaksanakan Salat Jumat dengan khusyuk.
Selain itu, umat Islam dianjurkan datang lebih awal ke masjid, mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian, dan menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kekhusyukan ibadah. Hari Jumat juga dikenal sebagai waktu yang memiliki banyak keutamaan, di antaranya terdapat waktu mustajab untuk berdoa, diangkatnya amal saleh, serta menjadi kesempatan meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.
Nilai-nilai tersebut penting ditanamkan kepada seluruh kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, agar semangat beribadah dan berbuat kebaikan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga datangnya Hari Jumat menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk terus memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, mempererat silaturahmi, dan menjadikan setiap Jumat sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT demi meraih rahmat, ampunan, dan keberkahan-Nya.
“Jadikan Hari Jumat sebagai momentum spesial untuk memperbanyak ibadah, menebar kebaikan, dan meraih keberkahan dari Allah SWT.”
Read MorePesona Magis Bromo Jadi Puncak Liburan Keluarga H. Khaerudin

JAWA TIMUR – Setelah menikmati suasana ikonik di kawasan Malioboro, Yogyakarta, perjalanan liburan sekolah tahun ini berlanjut menuju destinasi yang tak kalah memukau: Gunung Bromo. Pada Rabu, 24 Juni 2026, H. Khaerudin bersama keluarga bertolak dari Yogyakarta menuju kawasan wisata alam kebanggaan Jawa Timur tersebut.
Informasi Perjalanan
Perjalanan dari Yogyakarta menuju kawasan Gunung Bromo (area Probolinggo/Pasuruan sebagai gerbang utama) menempuh jarak kurang lebih 350 hingga 380 kilometer.

Melalui akses tol Trans Jawa, perjalanan darat ini memakan waktu tempuh sekitar 6 hingga 8 jam, tergantung pada kondisi lalu lintas dan titik pemberhentian. Perjalanan ini memberikan pengalaman tersendiri bagi keluarga H. Khaerudin, di mana mereka dapat menikmati transisi pemandangan dari kawasan perkotaan yang padat menuju lanskap pegunungan yang menyejukkan.
Komentar H. Khaerudin
Di sela-sela menikmati keindahan matahari terbit dari Penanjakan, H. Khaerudin mengungkapkan kebahagiaannya.
”Liburan kali ini terasa sangat spesial karena saya bisa membawa kedua anak saya langsung melihat keajaiban ciptaan Tuhan di Bromo. Mengajak anak-anak keluar dari rutinitas sekolah untuk berinteraksi langsung dengan alam, seperti melihat kawah aktif dan luasnya lautan pasir, adalah cara terbaik untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus memberikan edukasi alam secara langsung. Melihat wajah ceria mereka saat menaiki jeep dan menikmati udara dingin pegunungan adalah kepuasan tersendiri bagi saya dan istri.”
Pesona Bromo bagi Keluarga
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menawarkan pengalaman yang lengkap bagi wisatawan keluarga. Bagi keluarga H. Khaerudin, momen menapaki tangga menuju bibir kawah dan hamparan hijau di Bukit Teletubbies menjadi kenangan manis yang akan melengkapi buku harian liburan sekolah tahun ini.

Selain pemandangan alamnya, interaksi dengan budaya masyarakat Suku Tengger yang ramah dan memegang teguh adat istiadat juga menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak mengenai keragaman budaya di Indonesia.

Perjalanan ini diharapkan dapat memberikan penyegaran dan semangat baru bagi anak-anak sebelum kembali menghadapi rutinitas sekolah.
Kembali di kawasan gunung bromo H. Khaerudin mengibarkan bendera Partai Gerakan Rakyat.
“Memandangi keindahan ciptaan Alloh memicu pengagungan hati kepada Alloh SWT karena dia mencintai keindahan” tutupnya.
Read MoreHUT Bhayangkara ke-80: Polresta Tangerang Bedah Rumah Warga

Tangerang – INFOPLUS9.COM- Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang menggelar aksi kemanusiaan yang menyentuh hati. Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi M. Indra Waspada Amirullah, memimpin langsung pelaksanaan program bedah rumah milik Ibu Aminah (53) di Kp. Kadu RT 02/02, Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (23/6/2026).
Program bedah rumah ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kehadiran Polri untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian yang layak dan nyaman. Aksi nyata ini pun disambut haru dan penuh rasa syukur oleh pemilik rumah yang tak kuasa menahan kebahagiaannya saat proses renovasi dimulai.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres dan seluruh jajaran Polresta Tangerang. Program bedah rumah ini sangat membantu kami. Semoga di usia yang ke-80 ini, Polri semakin sukses, jaya, dan selalu dicintai masyarakat,” ungkap Aminah dengan mata berkaca-kaca.
Dalam sambutannya, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada menegaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan salah satu program prioritas menyambut Hari Bhayangkara yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, tahun ini kegiatan bedah rumah dilaksanakan di kediaman Ibu Aminah. Sebagai informasi, anak beliau juga sudah mengabdi bekerja di Polresta Tangerang selama kurang lebih 12 tahun,” ujar Kombes Pol Andi M. Indra Waspada, Selasa (23/6).
Kombes Pol Andi juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan warga sekitar dan berharap program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kenyamanan hidup Ibu Aminah.
“Kami mohon doa dan dukungan dari bapak ibu sekalian, semoga ke depan Polri bisa terus memberikan pelayanan dan bakti terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung hangat dan humanis ini ditutup dengan doa bersama pada pukul 12.10 WIB. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Cabang Bhayangkari Polresta Tangerang Ny. Putri Indra Waspada, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Tangerang, Kapolsek Tigaraksa AKP I Made Artana, serta Kepala Desa Pete Andi Sahlani.
Read MoreH. Khaerudin Nikmati Malam Eksotik di Malioboro Setelah Off-Road di Kaliadem

YOGYAKARTA – INFOPLUS9.COM-Setelah siangnya memacu adrenalin menembus jalur ekstrem off-road di Kaliadem, lereng Gunung Merapi, malam harinya Pimpinan Perusahaan Media Siber Infoplus9.com, H. Khaerudin, memilih atmosfer yang 180 derajat berbeda. Bersama sang istri tercinta, Pretika Dewi, serta kedua buah hatinya, Khairani dan Khaerun Nawawi, mereka menghabiskan malam dengan menyusuri Malioboro, jantung estetika kota seni Yogyakarta.
Suasana pedestrian Malioboro yang khas dengan lampu kota bergaya klasik dan bangku-bangku kayunya menjadi tempat sempurna bagi keluarga ini untuk melepas lelah. Sambil menikmati kudapan khas dan jajanan jalanan (street food), mereka larut dalam denyut romantis pusat kebudayaan Jawa tersebut.
”Malioboro itu punya daya magis tersendiri. Setelah seharian lelah menerjang debu dan batu di lereng Merapi, berjalan santai di sini bersama istri dan anak-anak rasanya seperti menemukan ketenangan di tengah keramaian. Kehangatan warganya, musik jalanan yang tertata, dan kulinernya membuat lelah kami langsung hilang,” ujar H. Khaerudin sembari menikmati suasana malam di salah satu sudut ikonik tersebut.
Bagi keluarga H. Khaerudin, Malioboro bukan sekadar tempat belanja, melainkan ruang seni terbuka yang menyajikan harmoni antara warisan masa lalu dan modernitas, menjadikannya destinasi wajib yang selalu dirindukan setiap kali menginjakkan kaki di Yogyakarta.
Mengenal Lebih Dalam Kawasan Malioboro: Jantung Sejarah dan Primadona Wisata Jogja
Mengapa ada pemeo “Belum ke Jogja kalau belum ke Malioboro”? Kawasan ini bukan sekadar jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer, melainkan Garis Imaginer yang menghubungkan Gunung Merapi, Keraton Yogyakarta, dan Laut Selatan. Didirikan sejak abad ke-18 sebagai kawasan komersial dan pusat pemerintahan, Malioboro telah bertransformasi menjadi ruang budaya yang dinamis.
Berikut adalah beberapa hal yang menjadi primadona utama mengapa wisatawan selalu terpikat untuk kembali ke kawasan ini:
1. Surga Kuliner Tradisional dan Street Food
Malioboro adalah pusatnya kuliner legendaris. Wisatawan bisa dengan mudah menemukan:
- Lesehan Gudeg: Menikmati sajian gudeg otentik di atas tikar sepanjang trotoar sembari mendengarkan musisi jalanan.
- Sentra Bakpia: Di sirip-sirip jalan Malioboro (seperti Pathuk), wisatawan bisa membeli bakpia hangat langsung dari tungku pembuatannya.
- Angkringan Kopi Joss: Sajian kopi unik yang dicelup arang membara, menjadi magnet nongkrong anak muda hingga larut malam.
2. Pedestrian Luas dan Estetik (Kawasan Ramah Pejalan Kaki)
Revitalisasi besar-besaran telah mengubah Malioboro menjadi kawasan pedestrian murni yang bersih dan rapi. Tanpa adanya gangguan pedagang kaki lima di trotoar (yang kini telah direlokasi secara rapi ke Teras Malioboro 1 dan 2), wisatawan bisa berjalan kaki dengan sangat nyaman. Bangku-bangku ikonik, lampu hias temaram, dan pepohonan rindang menciptakan sudut-sudut foto yang sangat instagramable.
3. Panggung Seni dan Budaya Terbuka
Sebagai kota seni, Malioboro sering kali menjadi panggung bagi para seniman lokal. Mulai dari kelompok musik jalanan (buskers) yang menggunakan instrumen tradisional angklung modern secara profesional, pertunjukan pantomim, hingga festival budaya besar seperti Jogja Fashion Carnival yang kerap memanfaatkan jalan ini sebagai runway.
4. Pusat Belanja Kerajinan dan Batik
Bagi pemburu buah tangan, Malioboro menawarkan segalanya:
- Pasar Beringharjo: Pasar tertua di Jogja yang menyediakan batik kualitas premium hingga grosir, jamu tradisional, dan barang antik.
- Teras Malioboro: Pusat belanja baru yang nyaman untuk berburu kaos khas Jogja, kerajinan perak, blangkon, dan aksesoris unik dengan harga yang sangat ramah kantong.
5. Akses Mudah ke Spot Bersejarah Lainnya
Berjalan kaki menyusuri Malioboro akan membawa wisatawan langsung ke titik-titik bersejarah penting lainnya di ujung jalan, seperti Titik Nol Kilometer, Gedung Agung (Istana Kepresidenan), Benteng Vredeburg, hingga kawasan Alun-Alun Utara dan Keraton Yogyakarta. Kesatuan akses inilah yang membuat Malioboro menjadi episentrum wisata yang tidak pernah mati selama 24 jam.
Read MorePenuh Haru dan Prestasi, SDN Talagasari Cikupa Gelar Pelepasan 95 Siswa Kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026

TANGERANG – INFOPLUS9.COM-Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti halaman SD Negeri Talagasari, Jalan Otonom Desa Talagasari Km 1.5, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (20/6/2026). Sekolah tersebut sukses menggelar acara pelepasan dan perpisahan siswa-siswi Kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026.

Acara yang dipandu oleh M. Zainudin, S.Pd. ini diawali dengan penampilan pentas seni tarian persembahan dari siswa-siswi, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Apresiasi dari Panitia dan Komite Sekolah
Ketua Pelaksana yang juga perwakilan wali murid sekaligus alumni, Yani Sulustiyani, S.E., dalam

sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak sekolah.
”Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu guru SDN Talagasari yang telah mendidik, membimbing, dan mencurahkan ilmunya kepada anak-anak kami selama 6 tahun terakhir. Selamat atas kelulusan kalian anak-anakku, jadikan ini langkah awal untuk terus belajar meraih cita-cita yang lebih tinggi,” ujar Yani.
Senada dengan hal itu, Ketua Komite Sekolah, Didi Supriadi, turut memberikan ucapan selamat sekaligus permohonan maaf jika selama bersinergi terdapat kekurangan dalam pelayanan komite. Ia berharap para siswa terus diarahkan agar memiliki masa depan yang lebih baik serta berbakti kepada orang tua, bangsa, dan agama.

Kelulusan 100% dan Pemberian Reward Prestasi
Kepala Sekolah SDN Talagasari, Omay Ismaya, S.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas kelulusan 100% dari total 95 siswa yang terdiri dari Kelas 6A dan 6B. Beliau menekankan pentingnya menjaga akhlak dan sikap Islami di jenjang pendidikan berikutnya.

Pada momen tersebut, Kepala Sekolah juga memberikan apresiasi dan reward pribadi kepada siswa peraih nilai kemampuan atas (TKA) tertinggi, di antaranya:
- Nilai TKA Matematika Tertinggi: Meraih skor 80.
- Nilai TKA Bahasa Indonesia Tertinggi: Meraih skor istimewa 96,67.
Selain itu, pihak sekolah turut membanggakan prestasi non-akademik siswa, seperti Juara 2 tingkat Kabupaten Tangerang (Aisyah, kelas 4) serta Juara 1 dalam ajang Kapolresta Cup yang dilatih oleh Pak Jamal.
Dukungan Pemerintah Desa dan Konsep Acara yang Unik
Pemerintah Desa Talagasari yang diwakili oleh Sekdes Aan Purnawirawan menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Desa, H. Sukarno Singawijaya, yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan di Pemda Tigaraksa.

Aan memuji konsep acara pelepasan tahun ini yang dinilai sangat kreatif menyerupai prosesi wisuda universitas lengkap dengan fasilitas photo booth. Ia juga mengapresiasi kemajuan infrastruktur sekolah di bawah kepemimpinan Omay Ismaya, S.Pd.
”Fasilitas photo booth hari ini adalah awal. Semoga kelak anak-anak ini bisa berfoto di photo booth universitas impian mereka. Kami juga mengapresiasi SDN Talagasari yang kini semakin bersih dan nyaman,” tutur Aan, yang kemudian meramaikan suasana bersama Ketua BPD, Ahmad Hamidi, untuk memberikan reward interaktif kepada siswa.
Prosesi Sungkeman yang Menyentuh Hati
Suasana berubah menjadi penuh isak tangis haru saat memasuki sesi paling unik dan menyentuh, yaitu prosesi sungkeman antara siswa-siswi yang lulus dengan orang tua masing-masing. Dipandu

dengan narasi puitis yang menyentuh hati oleh M. Zainudin, S.Pd. bersama dewan guru, momen ini menjadi simbol pelepasan yang mendalam dari anak kepada orang tua dan guru yang telah membersamai mereka selama 6 tahun.
Acara kemudian ditutup secara resmi dengan menyanyikan lagu mengenang jasa guru dan saling bersalaman sebagai tanda perpisahan.
Read MoreAntisipasi Modus Kejahatan Pecah Kaca, Polresta Bandar Lampung Imbau Pemilik Kendaraan Buka Sedikit Kaca Mobil Saat Parkir

illustrasi
BANDAR LAMPUNG– INFOPLUS9.COM- Menanggapi maraknya tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) menggunakan modus pecah kaca kendaraan, Polresta Bandar Lampung mengeluarkan imbauan strategis bagi seluruh pemilik mobil. Salah satu langkah preventif paling efektif dan mudah yang disarankan adalah dengan menyisakan celah kecil atau membuka kaca mobil sekitar 1 sentimeter saat parkir, khususnya pada siang hari.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Devi Sujana, menjelaskan bahwa tindakan membuka sedikit kaca mobil ini sangat ampuh untuk menggagalkan aksi pelaku kejahatan. Berdasarkan pemetaan kasus, para pelaku kini jarang menggunakan benda keras berbunyi nyaring seperti linggis atau kapak karena berisiko memicu perhatian massa. Sebaliknya, mereka beralih menggunakan pecahan atau serbuk busi sepeda motor.
Metode yang digunakan pelaku tergolong spesifik: pecahan busi terlebih dahulu dibasahi dengan air liur agar suhunya menjadi dingin. Ketika dilemparkan ke kaca mobil yang ditutup rapat—di mana kondisi di dalam kabin cenderung panas dan memiliki tekanan udara tinggi—perbedaan suhu ekstrem dan tekanan tersebut seketika memicu keretakan instan yang masif pada kaca tanpa menimbulkan suara bising.
“Kalau parkir pada siang hari, kaca mobil harus dibuka paling tidak 1 sentimeter agar ada sirkulasi udara. Dengan demikian, tekanan udara di dalam kabin berkurang dan kaca tidak akan mudah pecah saat dilempar pelaku menggunakan serpihan busi,” ujar Kompol Devi Sujana.
Setelah kaca retak akibat lemparan tersebut, pelaku dengan mudah mendorong kaca menggunakan tangan kosong untuk menggasak barang-barang berharga yang ditinggalkan korban di dalam kabin mobil. Dengan menyisakan celah sirkulasi udara, elastisitas dan ketahanan kaca terhadap benturan serbuk busi meningkat signifikan karena hilangnya tekanan udara yang memampat di dalam mobil.
Langkah preventif ini dirilis menyusul diterimanya setidaknya dua laporan resmi dari korban kejahatan pecah kaca di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung dalam kurun waktu satu pekan terakhir. Saat ini, aparat kepolisian setempat tengah bergerak cepat memburu para pelaku yang buron, setelah sebelumnya berhasil mengamankan beberapa tersangka lain dari komplotan serupa.
Selain menerapkan metode sirkulasi udara pada kaca, Polresta Bandar Lampung juga menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra dari para pemilik kendaraan. Masyarakat sangat disarankan untuk selalu memilih lokasi parkir yang aman, memiliki pencahayaan memadai, serta sebisa mungkin berada dalam jangkauan pengawasan langsung atau kamera pengawas (CCTV).
Read More