Cerita Warga Ponjong Gunungkidul yang Girang Dapat Pengobatan Gratis dari Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti

GUNUNGKIDUL — Rangkaian aksi kepedulian sosial yang diinisiasi oleh Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) berlanjut ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada Minggu (14/6/2026), YPBLC sukses menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) jilid kedua yang dipusatkan di Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Sama seperti aksi sebelumnya, agenda kali ini diisi dengan pengobatan gratis dan pembagian 250 paket sembako.
Untuk pelaksanaan di Gunungkidul ini, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti menggandeng mitra strategis baru di sektor kesehatan, yaitu Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosari. Kerja sama ini memastikan warga Desa Genjahan mendapatkan pemeriksaan komprehensif dari dokter dan perawat berpengalaman, lengkap dengan pemberian obat-obatan gratis sesuai diagnosis.
Hadir memantau jalannya kegiatan dari awal hingga selesai, Ketua Yayasan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, MBA. Kehadiran aktif pihak manajemen yayasan ini menunjukkan komitmen penuh YPBLC dalam mengawal program CSR agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak psikologis yang menyemangati warga desa.
Kasih Hanggoro, MBA menyampaikan bahwa pemilihan wilayah Gunungkidul didasarkan atas pemetaan kebutuhan masyarakat, di mana akses terhadap layanan kesehatan berkala masih perlu terus didukung oleh berbagai pihak eksternal di luar pemerintah.
“Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata seperti ini. Kami menggandeng RS PKU Muhammadiyah Wonosari agar pelayanan kesehatan yang diterima warga Desa Genjahan benar-benar prima. Program CSR ini adalah wujud implementasi nilai-nilai kebaikan dan budi luhur yang senantiasa kami tanamkan di institusi kami,” tegas Kasih Hanggoro.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Ketua BPH YPBLC, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. memaparkan rencana jangka panjang yayasan dalam menjaga keberlanjutan program pengabdian masyarakat rural ini.
“Melihat antusiasme yang begitu besar di Desa Genjahan, kami di jajaran Badan Pengurus Harian makin termotivasi untuk menyusun program tindak lanjut. Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti tidak ingin ini menjadi aksi sekali selesai. Kami sedang memetakan potensi kolaborasi lanjutan agar dampak sosial dan edukasi kesehatan yang kami bawa bisa membekas secara jangka panjang bagi warga desa,” pungkas Julian Bongsoikrama.
Acara sosial yang berlangsung produktif selama lima jam, mulai pukul 08.00 sampai 13.00 WIB tersebut, berjalan sangat dinamis. Protokol acara dibantu langsung oleh perangkat desa setempat, serta disaksikan oleh perwakilan Camat Ponjong dan Lurah Desa Genjahan yang turut menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian YPBLC terhadap warga mereka.
Warga Desa Genjahan menyambut program ini dengan raut wajah gembira dan penuh antusiasme. Banyak dari mereka mengaku terbantu karena bisa berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan fisik mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota kabupaten, sekaligus membawa pulang paket sembako untuk pemenuhan pangan keluarga.
With selesainya agenda di Gunungkidul, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti berhasil merampungkan program CSR akhir pekan secara maraton di dua provinsi. Langkah konkret ini semakin mengukuhkan eksistensi YPBLC sebagai yayasan yang berdedikasi tinggi pada kemajuan pendidikan dan kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia secara utuh.
Read MoreSambut Tahun Baru Islam 1448 H. Camat Cikupa Supriyadi Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Semangat Berbenah

Camat Cikupa
TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Menyambut momentum pergantian tahun baru Islam, Camat Cikupa, Supriyadi,S.STP.,M.IP, menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah kepada seluruh umat Muslim, khususnya bagi warga yang berada di wilayah Cikupa, “Senin (16/6/2026)
Dalam keterangan nya Camat Supriyadi menyampaikan bahwa pergantian Tahun Baru Hijriyah bukan sekedar pergantian tanggal pada kalender, melainkan momentum refleksi diri (Muhasabah) atas segala hal yang telah dilalui pada tahun sebelumnya.
“Tahun Baru Islam 1448 H adalah waktu yang tepat bagi kita semua untuk mengintropeksi diri, berhijrah menuju pribadi yang lebih baik, serta meningkatkan keimanan dan ketaatan kita kepada Allah SWT, ” ujar Camat Cikupa Supriyadi.
Lebih juga beliau mengajak seluruh Cikupa untuk terus menjaga persatuan, serta bahu-membahu membangun lingkungan yang harmonis, aman, dan kondusif. Semangat hijrah hijrah diharapkan sehari-hari dengan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sosial.
Ia juga berharap agar di Tahun 1448 Hijriyah ini, wilayah Kecamatan Cikupa senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, serta dijauhkan dari segala marabahaya. Sinergi antara pemerintah kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga diharapkan terus terjalin kuat demi mewujudkan pelayanan yang optimal.
“Semoga di tahun baru ini, kita semua diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan untuk terus berbuat kebaikan serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan wilayah Cikupa, “pungkasnya.
“Pemerintah Kecamatan akan terus membuka ruang bagi aspirasi masyarakat, serta berkomitmen untuk mempermudah pelayanan dan menjaga ketertiban umum. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menguatkan, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan menjauhi hal-hal yang memecah persatuan. Semoga semangat Hijriyah ini terus tumbuh dan mewujudkan Cikupa yang semakin maju, sejahtera, dan penuh berkah ditahun 1448 Hijriyah ini, “tutupnya. (HK72)
Read MoreSambut 1 Muharam 1448 H, Pimpinan Infoplus9.com Ajak Petik Hikmah Hijrah dan Teladani Semangat Perjuangan Islami

Tangerang–INFOPLUS9.COM- Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriyah, segenap jajaran manajemen dan Pimpinan Perusahaan Infoplus9.com menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim di Indonesia maupun di seluruh dunia.
Momentum pergantian tahun beralihnya kalender Hijriyah ini diharapkan menjadi refleksi bersama untuk meningkatkan keimanan, mempererat tali persaudaraan, serta memperbarui semangat dalam berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Jumadil Qubro selaku Pimpinan Perusahaan Infoplus9.com, dalam keterangannya menyatakan bahwa esensi sejati dari tahun baru Islam bukan sekadar perayaan pergantian tanggal, melainkan pengingat akan pentingnya melakukan ‘hijrah’ dalam arti luas—yakni berimigrasi dari hal-hal yang kurang baik menuju kualitas diri dan kualitas kerja yang jauh lebih baik, lebih cepat, dan lebih akurat.
Sejarah Singkat Peristiwa 1 Muharam
Sistem penanggalan Hijriyah memegang posisi yang sangat penting dalam peradaban Islam. Sejarahnya bermula pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab r.a. Kala itu, umat Muslim membutuhkan sebuah sistem penanggalan yang teratur demi merapikan administrasi pemerintahan dan surat-menyurat kenegaraan yang kian meluas.
Atas kesepakatan para sahabat nabi, ditetapkanlah bahwa awal mula penanggalan Islam tidak didasarkan pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW maupun waktu turunnya wahyu pertama, melainkan didasarkan pada peristiwa Hijrahnya Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dari Kota Mekah ke Kota Madinah. Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik (turning point) yang sangat krusial, di mana umat Islam bertransformasi dari fase penuh tekanan menjadi fase pembangunan peradaban baru yang berdaulat, penuh kedamaian, dan berkeadilan. Muharam kemudian dipilih sebagai bulan pertama karena merupakan bulan di mana tekad untuk berhijrah tersebut dimatangkan setelah pelaksanaan ibadah Haji (Dzulhijjah).
“Semoga dengan semangat Hijrah kita bisa memperbaiki diri, dan hari ini dimulai dari dirinkita,”tutupnya
Read MoreKisah Pilu Agustian: Ditipu Lowongan Kerja Palsu, Terlantar 5 Hari Hingga Dibantu Kasi Trantib Sukamulya

Saat Kasi Trantib Menitipkan ke Grab Online agar di bawa hingga Terminal bayangan Bitung
TANGERANG – INFOPLUS9.COM-Nasib malang menimpa Agustian (28), pemuda asal Dusun I Tanjung Kupang, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Niat hati merantau demi mengadu nasib, ia justru menjadi korban penipuan lowongan kerja palsu hingga terlantar menggelandang selama lima hari di wilayah Kabupaten Tangerang. Beruntung, penderitaannya berakhir setelah pihak Kelurahan Sukamulya turun tangan memberikan bantuan.
Kisah pilu ini bermula saat Agustian mendapatkan informasi dari kakaknya yang berada di Bandung mengenai lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan jasa pemasangan kabel wifi dan internet di daerah Tigaraksa. Berbekal semangat tinggi, Agustian berangkat dari kampung halamannya pada Minggu (7/6/2026).
Sesampainya di Tangerang, ia bertemu dengan seorang pria bernama Ahmad yang mengaku sebagai karyawan perusahaan tersebut. Ahmad kemudian menyuruh Agustian beristirahat di Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, sembari menunggu hari kerja pada Senin pagi.
Namun, kepercayaan itu berbuah petaka. Saat lengah, Ahmad membawa kabur tas kecil milik korban yang berisi ponsel dan dompet dengan uang tunai Rp400.000. Tidak hanya itu, uang sebesar Rp2,5 juta yang sebelumnya ditransfer oleh kakak korban ke rekening Ahmad sebagai biaya administrasi kerja pun raib tanpa jejak.
Terlunta-lunta dan Ditolak Dinsos
Dalam kondisi syok dan sebatang kara, Agustian disarankan oleh warga sekitar untuk melapor ke Polres Kota Tangerang. Usai melapor, ia sempat diantar ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang dengan harapan mendapatkan penampungan sementara. Tragisnya, menurut pengakuan Agustian, pihak Dinsos menolak dengan alasan tidak ada lagi anggaran untuk penanganan orang terlantar.

Agustian terpaksa bertahan hidup dengan tidur berpindah-pindah dari satu warung ke warung lain di sekitar kawasan Pemda Kabupaten Tangerang. Perjalanan panjangnya berlanjut ketika seorang anggota Kodim yang prihatin memberinya ongkos Rp5.000 untuk naik angkot hingga ke lampu merah.
Di sana, petugas PJR Satlantas mencoba membantunya naik ke bus jurusan Bandung agar ia bisa menyusul kakaknya di Cileunyi. Namun di tengah jalan, kondektur bus menurunkannya karena Agustian tidak mengantongi surat keterangan dari kepolisian.

Ia lalu mendatangi Mapolsek Cikupa dan berhasil mendapatkan Surat Ijin Jalan Nomor: SI/05/VI/2026/Sek.Ckp yang dikeluarkan pada Minggu (14/6/2026) dengan keterangan “Kehabisan Ongkos Untuk Pulang”. Berbekal surat itu, ia berjalan kaki kembali ke pertigaan Tigaraksa dan dibantu petugas lalu lintas untuk naik bus Primajasa. Lagi-lagi, tindakan tidak menyenangkan ia terima. Kondektur bus kembali menurunkannya di tengah jalan di depan PT Chingluh dengan alasan takut ada pemeriksaan di jalan.
Respons Cepat Kelurahan Sukamulya
Setelah lima hari terlunta-lunta dalam keputusasaan, Agustian akhirnya bermalam di sebuah masjid di Sukamulya. Oleh warga setempat, ia diarahkan ke Kantor Kelurahan Sukamulya pada Minggu (14/6/2026) dan diizinkan menginap di mushola kantor tersebut.
Mendengar laporan adanya warga terlantar yang menjadi korban kejahatan, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kelurahan Sukamulya, Akbar Zulizar, S.Sos., M.Si., langsung bergerak cepat. Pada Senin (15/6/2026) pagi, bersama dengan Binamas Kelurahan Sukamulya, pihak kelurahan langsung menemui Agustian untuk memastikan kondisinya.

Agustian bersama Kasi Trantib
Sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan prima kepada masyarakat, Akbar Zulizar bersama jajarannya memberikan bantuan logistik serta ongkos perjalanan tunai agar Agustian bisa pulang dengan aman hingga ke tempat tujuannya di Cileunyi, Bandung.
Saat dimintai keterangan, Kasi Trantib Kelurahan Sukamulya, Akbar Zulizar, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa tindakan ini merupakan kewajiban moral dan bentuk respons cepat tanggap aparatur sipil negara (ASN) dalam membantu siapapun yang mengalami musibah di wilayah kerjanya.
”Sudah menjadi tugas dan kewajiban kami selaku aparatur wilayah untuk memberikan perlindungan dan bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan, terlebih bagi mereka yang menjadi korban tindak kejahatan dan terlantar. Kami pastikan saudara Agustian mendapatkan ongkos yang cukup agar bisa kembali berkumpul dengan keluarganya di Bandung dengan selamat. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan lowongan kerja yang meminta sejumlah uang,” ujar Akbar Zulizar.
Kini, Agustian akhirnya bisa bernapas lega. Dengan kantong yang tak lagi kosong dan pengawalan serta kepedulian dari pihak kelurahan, pemuda asal Sumatera Selatan ini dapat melanjutkan perjalanannya pulang, membawa pulang pelajaran berharga dari kerasnya jalanan metropolitan.
“Terima kasih, Pak,” ujar Agsitian saat hendak naik ojeg online yang dipesan oleh Kasi Transtib.
Read MoreKapolsek Jatiuwung Pimpin Langsung Pengungkapan Kasus Pembacokan Remaja di Cibodas

Kota Tangerang – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Jatiuwung bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pengeroyokan, penganiayaan berat, serta perampasan telepon genggam terhadap seorang remaja di kawasan Cibodas, Kota Tangerang.
Operasi pengungkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabi’in, didampingi Kanit Reskrim Iptu Dimas bersama anggota Unit Opsnal.
Kurang dari 1×24 jam setelah kejadian, polisi berhasil mengamankan 13 orang terduga pelaku yang diduga terafiliasi dengan kelompok geng motor. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya diketahui masih berstatus anak di bawah umur.
“Alhamdulillah, kami berhasil mengamankan 13 orang terduga pelaku, termasuk beberapa anak di bawah umur. Sementara satu orang lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar Kapolsek Jatiuwung Kompol Rabi’in dalam keterangannya di Tangerang.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kelompok tersebut diduga menggunakan identitas media sosial dengan nama @_genpangkalan, yang disebut dikelola melalui akun Instagram @_amerikakobam.jr. dan diduga kerap melakukan aksi kekerasan di wilayah Tangerang.
Kompol Rabi’in menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (9/6) sekitar pukul 05.05 WIB di Jalan Dipati Unus, RT 003/RW 009, Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang.
Korban diketahui bernama Karim Permadi (16), seorang pelajar yang berdomisili di Sepatan, Kabupaten Tangerang. Sebelum kejadian, korban bersama sejumlah rekannya berkumpul di rumah salah satu temannya sejak Senin malam (8/6).
Sekitar pukul 04.30 WIB, rombongan korban memutuskan pulang ke rumah masing-masing dengan mengendarai sepeda motor secara beriringan. Namun saat melintas di lokasi kejadian, mereka diduga diadang oleh kelompok pelaku.
Menurut keterangan Kapolsek, para pelaku memepet kendaraan korban dan memaksa mereka turun dari sepeda motor. Setelah itu, korban dan rekan-rekannya diduga langsung menjadi sasaran aksi kekerasan secara bersama-sama. Selain melakukan penganiayaan, para pelaku juga diduga merampas telepon genggam milik korban.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka sobek serius pada bagian kepala yang diduga akibat sabetan senjata tajam dan harus mendapatkan penanganan medis.
Saat ini, Polsek Jatiuwung masih terus melakukan pengembangan penyidikan guna memburu satu orang pelaku yang masih buron serta mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam aksi tersebut.
(Red)
Read MoreBangunan Warung Diduga Berdiri di Badan Jalan Situ Bulakan, Warga Minta Trantib Periuk Bertindak Tegas

Tangerang – Keberadaan bangunan yang diduga akan dijadikan warung di kawasan Danau Situ Bulakan, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, menuai keluhan dari masyarakat. Bangunan tersebut diduga menggunakan sebagian badan jalan sehingga dinilai berpotensi mengganggu ketertiban lalu lintas dan aktivitas pengguna jalan.
Bob Fallah ketua kemasyarakatan Gebrak (Gerakan Barisan Rakyat Berkeadilan) mengatakan, dirinya menerima banyak keluhan dari warga yang sering melintas di Jalan Situ Bulakan. Menurutnya, sebagian bangunan tampak berdiri di atas badan jalan yang seharusnya menjadi ruang bagi lalu lintas umum.
“Sebagian bangunannya sudah memakan badan jalan dan tentunya akan mengganggu aktivitas pengguna jalan. Selain itu, mendirikan bangunan di atas badan jalan jelas tidak diperbolehkan. Jika nantinya beroperasi, lalu area parkirnya akan berada di mana?” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Ia menilai apabila kondisi tersebut dibiarkan, jumlah bangunan serupa dikhawatirkan akan terus bertambah dan berpotensi menimbulkan kemacetan serta mengurangi fungsi jalan sebagai fasilitas umum.
Karena itu, Bob berharap Pemerintah Kota Tangerang melalui Kecamatan Periuk dan dinas terkait segera mengambil langkah tegas sesuai kewenangannya agar tidak terjadi pelanggaran yang merugikan masyarakat.
Sementara itu, Camat Periuk, Andhika Nugraha, menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah memberikan teguran dan imbauan kepada pihak terkait agar menghentikan proses pembangunan yang dinilai dapat mengganggu ketertiban jalan.

Selain itu, pihak kecamatan juga telah mengundang pihak yang berkaitan dengan aktivitas di kawasan Situ Bulakan dan meminta agar bangunan yang menggunakan badan jalan segera dibongkar secara mandiri.
“Kami sudah mengundang pihak yang terkait di Situ Bulakan dan meminta agar bangunan warung yang menggunakan badan jalan segera dibongkar secara mandiri,” katanya.
Di sisi lain, Jihan Mahes Fahlevi, Aktivis Muda Tangerang Raya, menyatakan bahwa apabila penanganan terhadap dugaan bangunan liar tersebut tidak dilakukan secara maksimal, elemen masyarakat berencana menyampaikan aspirasi melalui aksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Apabila pihak Trantib Kecamatan Periuk tidak mampu mengatasi persoalan bangunan liar tersebut, maka kami bersama elemen masyarakat akan menggunakan cara-cara konstitusional untuk menyampaikan aspirasi agar penegakan aturan dapat berjalan,” tegasnya.
Dasar Hukum yang Relevan
Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan sebagaimana telah diubah melalui UU Nomor 2 Tahun 2022, yang mengatur bahwa ruang manfaat jalan diperuntukkan bagi fungsi jalan dan tidak boleh digunakan untuk bangunan yang mengganggu penyelenggaraan jalan tanpa izin sesuai ketentuan.
Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan, yang mengatur pemanfaatan ruang jalan dan larangan penggunaan yang menghambat fungsi jalan.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menjaga ketertiban umum dan menegakkan peraturan daerah melalui Satpol PP atau perangkat daerah terkait.
Apabila lokasi tersebut berada pada kawasan sempadan situ atau ruang milik jalan yang dilindungi, maka penataan dan pemanfaatannya juga wajib memperhatikan ketentuan tata ruang dan perlindungan kawasan sesuai peraturan yang berlaku.
Read MorePemda dan Pedagang Pasar Cisoka Sepakat Tempuh Jalur Dialog

Kabupaten Tangerang – Sejumlah pedagang Pasar Cisoka yang sebelumnya berencana menggelar aksi demonstrasi dan menyampaikan aspirasi di depan Gedung Bupati Tangerang, Jalan H. Somaatmadja, Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kamis (4/6/2026), akhirnya menunda aksi tersebut setelah mendapat penjelasan langsung dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Sejak pagi, para pedagang telah berkumpul dan bersiap menyampaikan berbagai tuntutan serta aspirasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang. Namun di tengah kerumunan massa, Camat Cisoka Sumartono, S.STP., M.Si. turun langsung menemui para pedagang untuk memberikan penjelasan terkait kondisi pimpinan daerah.
Dalam keterangannya, Sumartono menyampaikan bahwa Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, sedang menjalankan tugas di luar daerah sehingga tidak dapat menerima aspirasi para pedagang pada hari tersebut.
“Kami menyampaikan pesan dari pimpinan bahwa Bapak Bupati saat ini sedang melaksanakan tugas luar daerah. Beliau meminta agar rencana penyampaian aspirasi hari ini ditunda dan akan menerima langsung perwakilan pedagang dalam audiensi yang dijadwalkan pada Selasa, 9 Juni 2026,” ujar Sumartono.
Dalam kesempatan itu, Camat Cisoka didampingi Kapolsek Cisoka AKP Aditya, jajaran Koramil Cisoka, perwakilan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Direktur Operasional Perumda NKR Abdul Haer, S.IP., mantri pasar, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Sumartono menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani persoalan para pedagang. Menurutnya, Pemkab telah menyediakan ruang dagang yang masih tersedia di Pasar Cisoka untuk menampung para pedagang eks TPPS.
“Setelah berbagai kemudahan dan tahapan sesuai prosedur diberikan, kami tetap mengedepankan sosialisasi secara persuasif. Namun demikian, langkah-langkah tegas juga akan dilakukan sesuai ketentuan. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan ruang dagang yang masih tersedia di Pasar Cisoka untuk para pedagang eks TPPS,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Operasional Perumda NKR, Abdul Haer, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang sejak sebelum Hari Raya Idulfitri. Bahkan, Perumda NKR membuka layanan konsultasi bagi para pedagang yang akan direlokasi ke Pasar Cisoka.
“Kami telah melakukan sosialisasi sejak jauh hari, bahkan sebelum Hari Raya. Kami juga membuka layanan konsultasi bagi pedagang eks TPPS yang akan menempati ruang dagang yang telah disiapkan di Pasar Cisoka. Seluruh langkah yang telah ditempuh akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan saat audiensi nanti,” ungkap Abdul Haer.
Di sisi lain, perwakilan pedagang Pasar Cisoka yang akrab disapa Kang Nana menegaskan bahwa para pedagang tidak membatalkan perjuangan mereka, melainkan hanya menunda penyampaian aspirasi hingga jadwal audiensi yang telah ditetapkan.
“Hari ini kami bukan membatalkan perjuangan ataupun membatalkan penyampaian aspirasi, keluhan, dan tuntutan. Kami hanya menunda karena telah mendapat penjelasan dari Pak Camat, Kapolsek, Babinsa, perwakilan Pemda, Perumda NKR, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang hadir di sini,” ujarnya.
Kang Nana berharap audiensi yang dijadwalkan pada 9 Juni 2026 dapat menjadi momentum untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan yang selama ini diperjuangkan oleh para pedagang Pasar Cisoka.
“Kami berharap pada pertemuan nanti seluruh aspirasi dan tuntutan pedagang dapat didengar dan mendapatkan solusi yang terbaik,” pungkasnya.
(Redaksi)
Read MoreGelar Selamatan Putra Ketiga, Keluarga Jumadil Qubro Sampaikan Terima Kasih dan Doa Bersama Tetangga

TANGERANG – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti kediaman pasangan Jumadil Qubro dan Nurhayati pada Kamis (4/6/2026). Keluarga besar ini menggelar acara selamatan atau tasyakuran untuk putra ketiga mereka yang diberi nama Andri Ardiansyah. Nama indah tersebut diketahui sama dengan nama Ketua DPD Partai Gerindra Kabupaten Tangerang.
Acara doa bersama yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh para tokoh agama, tetangga, serta kerabat dekat yang memenuhi ruangan untuk memberikan ucapan selamat dan doa restu bagi sang buah hati.
Prosesi khidmat doa dan tasyakuran tersebut dipimpin langsung oleh Ust. Agus Salim Al Ansori. Dalam sambutannya mewakili keluarga besar Jumadil Qubro, beliau menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi yang tinggi kepada seluruh warga yang telah berkenan meluangkan waktu untuk hadir.
Komentar Ust. Agus Salim Al Ansori: > “Kami mewakili keluarga besar Bapak Jumadil Qubro dan Ibu Nurhayati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran para tetangga dan bapak-bapak sekalian. Kehadiran dan keikhlasan langkah kaki bapak-bapak semua untuk sama-sama mendoakan ananda Andri Ardiansyah adalah berkah yang sangat luar biasa bagi keluarga ini. Semoga doa-doa baik yang kita panjatkan hari ini diijabah oleh Allah SWT, membawa keberkahan, keselamatan, dan kebahagiaan dunia akhirat bagi sang anak dan keluarga.”
Acara ini juga dihadiri oleh rekan-rekan seprofesi Jumadil Qubro dari kalangan jurnalis. Salah satunya adalah Hendi Kumis, seorang wartawan senior sekaligus rekan sejawat, yang hadir memberikan dukungan moral serta ucapan selamat secara langsung kepada sahabatnya.
Komentar Hendi Kumis (Rekan Jurnalis): > “Sebagai rekan satu profesi di dunia jurnalistik, saya turut merasakan kebahagiaan yang mendalam atas lahirnya putra ketiga dari sahabat saya, Jumadil Qubro. Nama Andri Ardiansyah yang disematkan tentu membawa harapan besar, layaknya seorang pemimpin. Harapan dan doa kami semua, semoga ananda Andri Ardiansyah tumbuh menjadi anak yang sholeh, berbakti, dan patuh kepada kedua orang tua, serta menjadi kebanggaan bagi keluarga, agama, masyarakat, bangsa, dan negara.”

Acara selamatan ditutup dengan ramah tamah dan menikmati hidangan bersama, mempererat tali silaturahmi antarwarga dan rekan seprofesi yang hadir. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan penuh dengan nuansa kekeluargaan.
Read MoreYayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Dorong Perempuan Berdaya melalui Talkshow “Powering Innovation for New Kartinis”
JAKARTA – Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui penyelenggaraan BLU PINK 2026 dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 22 April 2026 di The Gade Creative Lounge, Budi Luhur University.
Acara yang mengusung tema “Powering Innovation for New Kartinis” ini menjadi ruang kolaboratif bagi perempuan untuk berbagi wawasan, inspirasi, serta memperkuat peran di berbagai sektor, khususnya industri kreatif dan akademik.
Rangkaian hari pertama dibuka dengan talkshow bertajuk “Inovasi Perempuan di Industri Kreatif” yang menghadirkan Radha Wulandari dari SSpace dan Dr. Wiendy Hapsari dari BUniverse. Diskusi ini mengulas peluang dan tantangan perempuan dalam menciptakan inovasi di tengah perkembangan industri kreatif.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi akademik bertema “Perempuan Berdaya Mendobrak Stigma” bersama Dr. Erni Rahmawati. Dalam sesi ini, peserta diajak melihat pentingnya peran perempuan dalam melawan stereotip sosial melalui pendidikan dan kontribusi nyata.

Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya yayasan dalam membangun ekosistem yang mendukung perempuan untuk berkembang.
“Melalui BLU PINK 2026, kami ingin mendorong lahirnya Kartini-Kartini masa kini yang tidak hanya berdaya, tetapi juga mampu berinovasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti akan terus menghadirkan program-program yang sejalan dengan nilai-nilai budi luhur, termasuk dalam mendukung kesetaraan dan pemberdayaan perempuan.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap sesi. Selain menjadi ajang berbagi ilmu, kegiatan ini juga membuka peluang jejaring antar peserta dari berbagai latar belakang.
Melalui BLU PINK 2026, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga aktif dalam mendorong perubahan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Read MoreKebakaran Hebat Lalap Lapak Warung di Dekat Kawasan Cikupa Mas, Petugas Masih Berjasa Padamkan Api

KAB TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Sebuah kebakaran hebat melanda Lapak dan Warung tak jauh dari kawasan industri Cikupa Mas, Selasa malam (2/8).
Api yang diperkirakan mulai membesar tidak dapat dipadamkan akibat banyaknya lapak-lapak warung yang mudah terbakar. Hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui pasti.
Menurut saksi mata, api mulai terlihat sekitar pukul 09.00 WIB. “Awalnya cuma kecil, tapi terus membesar cepat banget,” kata tatang, seorang warga sekitar. “Mungkin karena banyak barang yang mudah terbakar di warung-warung itu.”
Petugas pemadam kebakaran dari perusahaan di kawasan seperti dari KMK, Forisa, dan Pengelola Cikupa Mas langsung berdatangan untuk memadamkan api. Namun, hingga saat ini api masih terus membesar dan belum bisa dikendalikan.
”Petugas masih berusaha memadamkan api. Kami masih menunggu bantuan dari pos pemadam kebakaran lainnya,” kata salah satu pemadam Kebakaran Cikupa mas.
Kebakaran ini sempat membuat panik warga sekitar. “Saya takut apinya merembet ke rumah saya,” kata Siti, seorang warga yang lapaknya tak jauh dari lokasi kejadian.
hembusan angin yang cukup kencang dan kemarau yang membuat rumput rumput kering disekitar lapak membuat api cepat menyebar.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Kerugian materil akibat kebakaran ini masih belum bisa dipastikan.
sampai berita ini diturunkan, api masih mengepul tinggi. (*)
Read More