Menjaga Mahakarya Sang Pencipta: Catatan Syukur dan Komitmen Hijau Warga Alltrek di Pancawati

Komunitas Alltrek di Kebon Jati Pancawati (Bogor)
BOGOR-INFOPLUS9.COM – Riuh rendah perkotaan seketika senyap, digantikan oleh bisikan angin yang menyelinap di antara rimbunnya pepohonan. Di bawah langit Kebun Jati Pancawati yang teduh, sekelompok pencinta alam yang menamakan diri sebagai “Warga Alltrek” kembali berkumpul. Bukan sekadar berkemah atau melepas penat, pertemuan kali ini menjadi sebuah momentum refleksi diri yang mendalam tentang hubungan manusia dengan alam semesta.
Acara bertajuk Camp sambil Kopi Darat (Kopdar) tipis yang digelar pada Sabtu (6/6/2026) ini dihadiri oleh puluhan anggota Komunitas Alltrek. Salah satu awak media infoplus9.com, Ade Salam, turut serta membaur di tengah hangatnya kebersamaan komunitas pengguna tenda dan perlengkapan outdoor Alltrek tersebut.
Menemukan Kedamaian dan Pelajaran dari Alam
Sejak tenda-tenda hitam khas Alltrek mulai berdiri kokoh di atas hamparan rumput hijau, suasana kekeluargaan langsung terasa kental. Namun, ada yang berbeda dari sekadar ritual kemping biasa. Di tengah obrolan santai dan seduhan kopi, alam seolah sedang membentangkan ruang kelasnya yang paling megah.
Bagi Warga Alltrek, setiap jengkal tanah, hembusan angin segar, dan pemandangan hijau di Pancawati adalah pengingat visual akan keagungan ciptaan Tuhan. Keindahan ini memicu kesadaran kolektif: bahwa alam tidak hanya untuk dinikmati, tetapi titipan yang harus dijaga. Ada rasa syukur yang membuncah sekaligus kekhawatiran jika kemolekan bumi ini perlahan sirna akibat tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.
”Berada di sini, melihat langsung betapa sempurnanya ciptaan Tuhan, membuat kita sadar betapa kecilnya kita. Rasa syukur ini harus kita wujudkan dalam aksi nyata. Kita tidak boleh membiarkan keserakahan dan tangan-tangan jahil merusak keindahan yang tersisa ini,” ujar Ade Salam di sela-sela kegiatan.
Lebih dari Sekadar Komunitas: Misi di Balik Berdirinya Alltrek
Komunitas Warga Alltrek dibentuk bukan tanpa arah. Di balik keseruan agenda tahunan seperti Kampung Terbuka maupun Camp Meet regional, ada fondasi kuat yang menjadi tujuan utama berdirinya komunitas ini, antara lain:
- Wadah Edukasi dan Berbagi Pengalaman: Menjadi ruang belajar bersama mengenai manajemen perjalanan alam bebas, penggunaan alat yang aman, hingga edukasi safety hunting dan survival.
- Kampanye Leave No Trace (Tanpa Jejak): Menanamkan kesadaran lingkungan yang tinggi kepada setiap anggota agar selalu menjaga kebersihan tempat berkemah dan meminimalisir dampak kerusakan lingkungan.
- Penyebar Semangat Positif Outdoor: Mengajak lebih banyak masyarakat untuk kembali ke alam dengan cara yang bertanggung jawab dan menghormati kelestarian lingkungan.
- Merajut Silaturahmi Tanpa Batas: Mempererat persaudaraan antar-pengguna produk Alltrek, pencinta glamping, dan pegiat alam dari berbagai latar belakang.
Tradisi Potluck dan Komitmen Hijau
Seperti biasa, kehangatan khas Warga Alltrek selalu diwarnai dengan sesi potluck—di mana setiap anggota membawa makanan untuk dimasak dan disantap bersama. Di atas tikar yang sama, sekat-sekat pemisah hilang, digantikan oleh tawa dan cerita.

Suasana Kebun Jati Pancawati
Melalui kegiatan ini, Komunitas Alltrek ingin mengirimkan pesan kuat kepada dunia luar: menikmati alam harus sejalan dengan merawatnya. Jangan sampai warisan hijau ini hilang dan hanya menjadi cerita pengantar tidur bagi generasi masa depan.
Kopdar tipis di Kebun Jati Pancawati ini pun ditutup dengan komitmen bersama untuk tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga keasrian setiap jengkal tanah yang mereka singgahi. Karena bagi Warga Alltrek, menjaga alam adalah cara terbaik untuk merawat rasa syukur kepada Sang Pencipta.
(Ade Salam: laporan Redaksi edisi Akhir Pekan)