Peringati 1 Muharram 1448 H, Bupati Tangerang Hadiri Grebeg Suro dan Pagelaran Wayang Kulit di Citra Raya

Bupati Maesyal Rasyid
TANGERANG–INFOPLUS,9.COM-Bupati Tangerang, Drs. H. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., menghadiri rangkaian kegiatan Grebeg Suro, Kirab Budaya, dan Pagelaran Wayang Kulit yang digelar di kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Selasa (16/6). Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah ini menjadi perwujudan nyata atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung pelestarian seni, budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pihak penyelenggara, termasuk Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Kabupaten Tangerang serta Badan Penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sinergi ini dinilai berhasil menghadirkan ruang budaya yang mempererat tali silaturahmi antarwarga.
”1 Muharram, atau dalam tradisi masyarakat Jawa dikenal sebagai Bulan Suro, memiliki makna yang sangat mendalam. Momentum ini tidak hanya menjadi sarana introspeksi dan penguatan spiritualitas, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, serta melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur,” ujar Maesyal Rasyid dalam sambutannya.
Bupati menegaskan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan zaman, kegiatan seperti Kirab Budaya dan Wayang Kulit bukan sekadar seremonial masa lalu. Kebudayaan merupakan cerminan identitas dan jati diri bangsa yang esensial untuk terus dirawat dan diwariskan kepada generasi penerus.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang heterogen dan dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan tradisi. Keberagaman tersebut, menurut Bupati, harus disikapi sebagai modal sosial sekaligus kekuatan utama untuk bergotong-royong membangun daerah.
”Pembangunan di Kabupaten Tangerang tidak hanya berfokus pada sektor infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan karakter, pelestarian nilai-nilai budaya, serta penguatan kearifan lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menaruh harapan besar agar pagelaran kebudayaan seperti ini mampu memantik rasa bangga dan cinta tanah air di kalangan generasi muda, sehingga nilai-nilai luhur nusantara dapat terus lestari sepanjang masa.