Waspada, Kebiasaan Menggunakan Hand Sanitizer Bisa Merusak Setir Mobil Anda

illustrasi
TANGERANG–INFOPLUS9.COM- Pandemi global beberapa tahun lalu telah mengubah kebiasaan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan tangan, salah satunya dengan penggunaan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) secara intensif. Namun, sebuah temuan mengungkapkan bahwa kebiasaan yang dilakukan pengemudi di dalam kabin kendaraan ini berpotensi merusak komponen interior, khususnya setir atau kemudi mobil.
Kandungan alkohol yang tinggi pada hand sanitizer—yang berfungsi membunuh kuman—ternyata memiliki efek samping yang abrasif jika bereaksi dengan material interior mobil. Sebagian besar setir mobil dilapisi oleh bahan kulit sintetik, kulit asli, atau plastik poliuretan yang sensitif terhadap zat kimia keras.
Dampak Kerusakan pada Setir Mobil
Penggunaan hand sanitizer sesaat sebelum memegang kemudi dapat memicu beberapa kerusakan estetika dan struktural dalam jangka panjang, antara lain:
- Perubahan Warna (Fading): Kandungan alkohol dapat Mengikis lapisan pewarna (top coat) pada setir, menyebabkan warna memudar atau melepuh.
- Permukaan Menjadi Lengket: Zat kimia dalam pembersih tangan dapat merusak polimer material setir, membuatnya terasa lengket dan tidak nyaman digenggam.
- Keretakan Dini: Alkohol bersifat mengeringkan. Pada setir berbahan kulit asli, zat ini akan menghilangkan minyak alami kulit sehingga material menjadi kaku dan cepat retak.
Langkah Pencegahan bagi Pemilik Kendaraan
Untuk menghindari kerusakan yang memerlukan biaya restorasi mahal, para pakar otomotif menyarankan beberapa langkah preventif berikut:
- Pastikan Tangan Kering Semenjak Menggunakan Hand Sanitizer: Tunggu hingga cairan hand sanitizer benar-benar menguap dan tangan kering sepenuhnya sebelum menyentuh kemudi.
- Gunakan Sabun dan Air Jika Memungkinkan: Mencuci tangan dengan air dan sabun tetap menjadi opsi paling aman bagi kesehatan kulit sekaligus material kendaraan.
- Lakukan Perawatan Berkala: Bersihkan setir secara rutin menggunakan kain mikrofiber lembap dan aplikasikan leather conditioner atau pelindung interior khusus secara berkala untuk menjaga kelembapan material.
Melalui edukasi ini, diharapkan para pemilik kendaraan dapat lebih bijak dalam menjaga kebersihan diri tanpa mengorbankan kondisi dan nilai estetika interior mobil kesayangan mereka.