Teka-Teki Proyek Paving Blok di Bojong Loa, Minim Informasi Publik

KABUPATEN TANGERANG – INFOPLUS9.COM- Kegiatan pemasangan paving blok di Kampung Bojong Loa RT 04/01, Desa Bojong Loa, Kecamatan Cisoka, menuai sorotan warga karena tidak dilengkapi papan informasi proyek. Senin (20/04/2026).
Berdasarkan penelusuran di lokasi, para pekerja mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pelaksana kegiatan tersebut.
“Untuk pelaksana kami tidak tahu. Kami diajak oleh Wadi Cisoka. Saat ini beliau sedang ke tempat lain memeriksa kegiatan serupa. Soal papan informasi kami juga tidak tahu karena kami baru mulai pekerjaan ini,” ujar salah satu pekerja.
Sementara itu, pihak desa melalui Jaro menyebutkan bahwa kegiatan tersebut bukan berasal dari pemerintah desa.
“Itu kegiatan bukan punya desa. Sejauh ini kami tidak pernah diberi tahu dan belum ada pelaksana yang menghadap ke desa. Informasinya kegiatan tersebut merupakan aspirasi dewan,” jelasnya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat tidak adanya papan informasi proyek yang seharusnya memuat jenis kegiatan, volume pekerjaan, sumber dan nilai anggaran, nama pelaksana, serta durasi pengerjaan.
Publik berharap setiap kegiatan pembangunan mengedepankan prinsip keterbukaan agar dapat diketahui dan diawasi bersama
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti pihak pelaksana maupun sumber anggaran proyek tersebut.
Read MoreIKRAR Tuntut Evaluasi Program MBG di Menes, Soroti Hambatan terhadap Kerja Pers

PANDEGLANG—INFOPLUS9.COM- Komunitas Ikatan Rakyat Reformasi (IKRAR) menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan pers dan peran jurnalis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Aksi tersebut berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.senin (20/4/2026).
Aksi ini digelar sebagai respons atas maraknya isu terkait implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Pandeglang. IKRAR menilai, program yang menggunakan anggaran negara tersebut harus diawasi secara ketat, transparan, dan akuntabel, termasuk melalui peran aktif insan pers.
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti dugaan adanya tindakan penghalangan terhadap jurnalis yang tengah melakukan peliputan di Kampung Kadu Tanggay, Kecamatan Menes. Oknum yang diduga merupakan relawan SPPG dari Yayasan Penggerak Pembangunan Indonesia (YPPI) disebut melakukan larangan terhadap wartawan yang hendak menjalankan tugas jurnalistiknya.
Koordinator aksi IKRAR, Enji, menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ia menekankan bahwa kemerdekaan pers merupakan hak asasi warga negara yang dijamin oleh undang-undang, tanpa adanya penyensoran maupun pembredelan, serta memberikan perlindungan hukum bagi wartawan.
“Pers memiliki fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, sekaligus kontrol sosial. Terlebih program MBG ini menyangkut anggaran besar negara, sehingga pengawasan harus dilakukan secara terbuka dan ketat,” ujar Enji.
IKRAR juga menilai situasi ini diperparah dengan dugaan lemahnya pengawasan dari Satgas MBG Kecamatan Menes terhadap operasional KSPPG YPPI. Kondisi tersebut dinilai membuat berbagai persoalan di lapangan terkesan diabaikan.
Selain dugaan penghalangan terhadap jurnalis, IKRAR mengungkap adanya indikasi pencatutan nama lembaga negara oleh oknum relawan, yakni dengan menyebut pihak tertentu kepada wartawan. Tindakan tersebut dinilai tidak tepat dan berpotensi menyesatkan informasi publik.
Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi dapur MBG di Kadu Tanggay, IKRAR juga menemukan sejumlah dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP). Di antaranya relawan yang tidak menggunakan seragam resmi MBG serta penggunaan kendaraan operasional yang tidak sesuai standar dan tidak dilengkapi logo Badan Gizi Nasional (BGN).
Atas berbagai temuan tersebut, IKRAR mendesak Satgas MBG Kecamatan Menes untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Yayasan Penggerak Pembangunan Indonesia yang beroperasi di Kadu Tanggay.
Lebih lanjut, Enji juga mendesak agar oknum relawan yang diduga melakukan penghalangan terhadap jurnalis serta pencatutan lembaga negara segera ditindak tegas, termasuk diberhentikan dari keterlibatannya dalam program tersebut.
“Agar kejadian serupa tidak terulang, kami meminta tindakan tegas dari pihak terkait demi menjaga marwah kebebasan pers dan transparansi program pemerintah,” tegasnya.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan setempat.//red
Read MorePererat Silaturahmi, Warga RT 03/05 Talagasari Gelar Halal Bihalal dan Pembukaan Pengajian Rutin

KAB.TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Semangat kebersamaan menyelimuti warga RT 03/05 Desa Talagasari dalam acara Halal Bihalal sekaligus Pembukaan Pengajian Rutin Mingguan yang digelar meriah namun khidmat. Acara ini menjadi momentum penting bagi warga untuk saling memaafkan pasca-Lebaran sekaligus memulai kembali rutinitas spiritual di lingkungan tersebut.
Tholabul Ilmi: Kewajiban Tanpa Batas Usia
Dalam tausiyahnya, KH. TB. Adang Harun, selaku guru pengajian rutin, memberikan nasehat mendalam mengenai pentingnya Tholabul Ilmi atau menuntut ilmu. Beliau menegaskan bahwa belajar adalah kewajiban mutlak bagi setiap muslim tanpa memandang gender maupun usia.
Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah SAW:
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah).
Beliau mengingatkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar agama, karena ilmu adalah cahaya yang menuntun keselamatan di dunia dan akhirat.
Sinergi Pengurus RT dan Pemuda
Ketua RT 03/05, Bapak Damanhuri, yang didampingi oleh Ketua Pemuda, Asep Septian (Upay), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga. Ia menekankan bahwa suksesnya acara ini merupakan buah manis dari kerja sama yang solid antara pengurus RT dan para pemuda.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua warga. Di momentum yang baik ini, saya atas nama pribadi dan pengurus mengucapkan Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Saya berharap warga tetap guyub dan ngahiji (bersatu) dalam setiap kegiatan positif, terutama dalam urusan keagamaan,” ujar Damanhuri.
Sejarah Halal Bihalal sebagai Pemersatu Bangsa
Hadir pula tokoh agama setempat, Dai Lokal sekaligus Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia) Kecamatan Cikupa, yang merupakan putra daerah Talagasari. Beliau memaparkan sejarah unik istilah “Halal Bihalal” yang lahir pada tahun 1948.
Kala itu, atas saran KH. Wahab Hasbullah kepada Presiden Soekarno, istilah ini digunakan untuk meredam gejolak politik dan mempersatukan para pemimpin bangsa yang sempat terpecah. Penjelasan ini memberikan wawasan baru bagi warga bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan alat pemersatu bangsa.
Acara ditutup dengan sesi Mauidzah Hasanah yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Andi (Rajeg) dan tausiyah edukatif nan menghibur dari Ust. Aldi yang akrab disapa Kiai Semar.
Read MoreMaraton Konsolidasi, DPD Partai Gerakan Rakyat Sambangi DPC Solear dan Kediaman H. Caca Marwan

KAB. TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Usai menggelar kerja bakti di kantor baru, Pimpinan DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang bergerak cepat melakukan safari politik di wilayah Kecamatan Solear. Dipimpin langsung oleh Ketua DPD H. Andry Ardiansyah, SE, didampingi Wakil Ketua dan Tim Cyber Media, rangkaian kunjungan ini menyasar penguatan internal dan sowan ke tokoh masyarakat, Minggu (19/4/2026).
Titik pertama kunjungan berlokasi di kediaman Sekretaris DPC Solear, Ibu Syamsiah. Di sana, H. Andry disambut hangat oleh jajaran KSB DPC Solear, yakni Sumardiono (Ketua), Syamsiah (Sekretaris), dan Reza Pahlevi (Bendahara).
Dalam diskusi tersebut, H. Andry menekankan pentingnya kesiapan verifikasi faktual di 29 Kecamatan. “Fokus kita saat ini adalah memastikan struktur DPC solid dan siap lolos verifikasi. Kita ingin bergerak berjenjang dan bertahap hingga tingkat kelurahan, memastikan putra-putri terbaik kita siap bertarung di lapangan,” ujar H. Andry.
Menanggapi hal itu, Ketua DPC Solear, Sumardiono, menyatakan kesiapannya untuk memenangkan partai di akar rumput. “Kehadiran pengurus DPD membuat kami lebih percaya diri. Target kami jelas, selain memenangkan Pak Anis sebagai Presiden, kita harus memiliki kursi di legislatif agar aspirasi warga Solear bisa terkawal dengan nyata,” tegasnya.
Kunjungan ke Kediaman H. Caca Marwan, SH., MH.
Melengkapi rangkaian konsolidasi di Solear, rombongan DPD Kabupaten Tangerang juga menyempatkan diri berkunjung ke kediaman tokoh masyarakat sekaligus pakar hukum, H. Caca Marwan, SH., MH.
Pertemuan ini berlangsung dengan penuh keakraban dan menjadi momentum penting bagi DPD untuk menyerap aspirasi serta nasihat dari sudut pandang hukum dan kemasyarakatan. H. Caca Marwan menyambut baik langkah taktis yang dilakukan oleh jajaran pengurus DPD di bawah pimpinan H. Andry Ardiansyah.
Kehadiran sosok seperti H. Caca Marwan diharapkan mampu memberikan bobot strategis bagi Partai Gerakan Rakyat dalam menghadapi dinamika politik kedepan, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sesi koordinasi bersama Tim Cyber Media DPD untuk memastikan seluruh pergerakan di tingkat kecamatan dan desa terpublikasikan dengan baik kepada masyarakat luas melalui kanal media digital partai.
Read More
Sebut Dunia Pendidikan Mengkhawatirkan, Ketua LSM Seroja Taslim Wirawan Resmi Gabung Partai Gerakan Rakyat

TANGERANG – Dinamika politik di Kabupaten Tangerang kembali bergeliat dengan bergabungnya tokoh aktivis lokal ke kancah politik praktis. Taslim Wirawan, SH, yang dikenal sebagai Ketua LSM Seroja, secara resmi menyatakan bergabung dengan Partai Gerakan Rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Taslim saat menghadiri kegiatan kerja bakti di Sekretariat DPD Kabupaten Tangerang, Jalan Aria Sentika No. 18, Desa Bolang, Kecamatan Tigaraksa, pada Minggu (19/04). Kehadiran Taslim disambut langsung oleh Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang, H. Andry Andriansyah, SE.
Fokus pada Restorasi Dunia Pendidikan
Dalam prakatanya, Taslim mengungkapkan bahwa alasan utama dirinya melabuhkan pilihan ke Partai Gerakan Rakyat adalah faktor figur kepemimpinan Anies Baswedan. Menurutnya, kondisi bangsa saat ini, khususnya di sektor pendidikan, sangat memprihatinkan dan jauh dari harapan.

”Saya memantau dan mengkaji setiap hari, dunia pendidikan kita ini sudah sangat berat (rusak). Kita bisa lihat di berbagai platform media sosial bagaimana banyaknya kejadian yang menunjukkan dunia pendidikan kita amat mengkhawatirkan,” ujar Taslim di hadapan pengurus DPD.
Ia menekankan pentingnya mengembalikan nilai adab dan etika dalam sistem pendidikan nasional. Taslim juga mengkritisi hilangnya program pendidikan moral yang kuat, yang menurutnya menjadi akar persoalan karakter generasi muda saat ini.
”Saya pernah bersurat ke berbagai tingkatan pemerintahan, dari kabupaten hingga kementerian, untuk menyuarakan pentingnya pendidikan moral Pancasila. Itulah yang membuat saya tertarik bergabung; saya melihat ada figur yang mampu mengembalikan kewibawaan bangsa, terutama mengembalikan kualitas pendidikan kita seperti dulu lagi di 2029 nanti,” tegasnya.
Gabung Tanpa Syarat Jabatan
Meski memiliki basis massa melalui LSM Seroja, Taslim menegaskan bahwa keputusannya bergabung bukan demi mengejar jabatan struktural di internal partai. Ia mengaku lebih tertarik memberikan kontribusi pemikiran dan kemampuannya untuk membesarkan partai di wilayah Tangerang.
”Saya bukan tipe orang yang mengejar jabatan. Bergabung dengan Partai Gerakan Rakyat saja sudah membuat saya merasa benar. Saya akan berikan kemampuan saya untuk perjuangan menuju 2029,” tambah pria yang akrab disapa Bos Taslim ini.
Sementara itu, Ketua DPD Kabupaten Tangerang, H. Andry Andriansyah, SE, menyambut baik bergabungnya tokoh-tokoh kritis seperti Taslim Wirawan. Kehadiran elemen aktivis dianggap akan memperkuat fungsi kontrol dan advokasi partai terhadap kebijakan publik di Kabupaten Tangerang.
Read MorePartai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang Tempati Markas Baru

TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Menyongsong agenda politik kedepan, pengurus DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang bersama DPC Kecamatan Tigaraksa menggelar kegiatan kerja bakti di kantor baru yang berlokasi di Jalan Aria Sentika No. 18, Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan gotong royong ini dilakukan dalam rangka persiapan menempati gedung berlantai dua milik Tokoh Masyarakat Tigaraksa, H. Muktar. Lokasi strategis ini menempatkan kantor DPD Kabupaten Tangerang berdampingan langsung dengan kantor DPC Kecamatan Tigaraksa guna mempermudah koordinasi antarwilayah.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang, H. Andry Ardiansyah, SE, menekankan pentingnya komunikasi yang produktif dan komitmen bersama untuk membesarkan partai.
”Harapan saya, setelah ini komunikasi kita jauh lebih kuat dan produktif. Kita harus tahu arah perjuangan kita agar kinerja kita lebih efektif. Partai ini milik kita bersama, dan dengan potensi suara yang ada, saya yakin putra-putri terbaik kita bisa tampil maksimal melalui perjanjian dan kerja nyata,” ujar H. Andry.
Beliau juga menambahkan rencana strategis ke depan, termasuk kunjungan rutin ke tiap Daerah Pemilihan (Dapil) dan pelaksanaan verifikasi faktual pengurus di 29 kecamatan yang dijadwalkan mulai Rabu mendatang. “Kita adalah keluarga besar. Jika ada yang mengganjal, sampaikan. Mari kita duduk bersama dengan panggilan hati demi kepentingan rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, H. Muktar selaku pemilik gedung menyatakan dukungan penuhnya terhadap perjuangan partai. Ia menegaskan bahwa penyediaan kantor ini merupakan bentuk kontribusi pribadi dan keluarga untuk membesarkan Partai Gerakan Rakyat di wilayah Tangerang.
”Saya dan keluarga mempersilakan pengurus untuk menempati gedung ini. Semata-mata niat kami adalah support luar biasa agar partai ini tumbuh besar bersama rekan-rekan semua,” ungkap H. Muktar.
Senada dengan itu, Ketua DPC Kecamatan Tigaraksa, Irlan Aldo, menyambut baik keberadaan kantor yang berdampingan ini. Menurutnya, perbedaan pendapat dalam organisasi adalah hal wajar yang justru harus menghasilkan keputusan terbaik.
”Kami ingin DPC Tigaraksa bersinergi erat dengan DPD Kabupaten Tangerang. Dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk terus bergerak di tingkat bawah,” kata Irlan.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Tokoh Senior sekaligus Ketua DPC Kecamatan Curug, H. Suryadi. Di usianya yang ke-70 tahun, mantan birokrat ini memberikan motivasi agar kader muda memiliki cita-cita tinggi, baik menjadi anggota dewan maupun pengurus inti.
”Fokus saya hanya satu di sisa umur saya, yaitu membesarkan partai ini dan memenangkan Pak Hadi. Bagi yang muda, harus punya cita-cita. Kita harus disiplin, termasuk dalam hal-hal kecil seperti manajemen waktu dan tata kelola organisasi agar partai ini terlihat profesional dan sempurna di mata rakyat,” pesan H. Suryadi.
Kegiatan kerja bakti diakhiri dengan diskusi santai mengenai perumusan strategi pemenangan dan penguatan struktur di tingkat ranting (desa/kelurahan) guna memastikan mesin partai tetap panas menjelang tahun politik mendatang.
Read MoreKritik Tajam: MBG Pandeglang Jadi Catatan Buruk, “Ini Anomali” Kata Cecep Saeful Bahri Ketua DPC Ormas Badak Banten Perjuangan

PANDEGLANG-INFOPLUS9.COM-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesehatan, gizi, dan kecerdasan anak sekolah, balita, serta ibu hamil. MBG jadi investasi SDM jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus penggerak ekonomi desa dan UMKM.
Pelaksana teknisnya adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG berfungsi sebagai pusat produksi dan distribusi makanan bergizi dengan menyerap bahan baku lokal dari petani dan nelayan setempat.
Pendukung kesiapan program ini adalah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), inisiasi pemerintah lewat Universitas Pertahanan RI. Lulusan SPPI diarahkan menjadi bagian BGN untuk mendukung distribusi dan pengawasan gizi.
“Dari kutipan di atas jelas bahwa program MBG ini sangat bagus tujuannya. Kita sebagai warga negara Indonesia harus mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini,” kata Cecep Saeful Bahri, Ketua DPC Ormas Badak Banten Perjuangan Kabupaten Pandeglang.
“Harapan Berbanding Terbalik dengan Fakta Lapangan”
Harapan Cecep agar MBG berjalan benar di Pandeglang justru berbanding terbalik dengan fakta. “Apa yang terjadi sejauh ini? Sudah banyak terungkap fakta-fakta unit dapur SPPG menyalahi peraturan,” tegasnya.
Pelanggaran yang ditemui mulai dari pemenuhan standar dapur BGN yang tidak dipenuhi, sampai kualitas makanan. Kasus yang muncul: makanan kurang rasa sehingga tidak berselera dikonsumsi, makanan basi, buah busuk bahkan ada belatungnya. Temuan lain masih banyak.
“SPPI Diduga Bersekongkol, Fungsi Pengawasan Mati Suri”
Cecep mempertanyakan fungsi SPPI yang seharusnya mengawasi gizi dan mendukung distribusi. “Tapi kenapa penyelenggaraan dan pendampingan program MBG oleh SPPI ini diduga bersekongkol dengan pihak mitra dapur untuk menutupi standar regulasi yang sudah ditetapkan BGN? Sehingga efektivitas penyelenggaraan makan bergizi ini menjadi anomali di masyarakat.”
SPPI yang digaji negara sebagai ASN BGN justru dituding ikut bermain. Alih-alih jadi pengawas, SPPI malah ditengarai kompromi dengan pelanggaran dapur mitra.
“Ekonomi Lokal Dikangkangi Perusahaan Dadakan”
Cecep juga menyoroti penyuplai bahan baku SPPG. Tujuan MBG adalah menggerakkan ekonomi lokal dengan menyerap hasil petani atau nelayan setempat. “Tapi apa yang terjadi? Malah disinyalir banyak perusahaan penyuplai dadakan yang belum tentu profesional dan proporsional, dan cenderung untuk meraup keuntungan pribadi. Sehingga program ini bisa dibilang sudah keluar dari konteks sebenarnya,” ujarnya.
UMKM dan petani lokal tersingkir. Proyek pangan justru dinikmati segelintir pemain baru yang dekat dengan pengelola SPPG.
“Desak Evaluasi Total, Ancam Aksi”
Atas carut marut MBG di Pandeglang, Cecep meminta Satgas segera evaluasi ulang setiap SPPG yang sudah dan akan beroperasi. “Agar program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini berjalan dengan baik, bukan jadi ajang kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, dan mencegah program ini dari tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.”
Cecep menegaskan Ormas Badak Banten Perjuangan DPC Pandeglang mendukung penuh MBG karena ini program Presiden. “Kami siap mengawal program ini sehingga tidak keluar dari tujuan yang sudah ditetapkan. Kalau program ini selalu jadi anomali di masyarakat, kami tidak akan segan-segan untuk melakukan audiensi dan bahkan aksi unjuk rasa, demi tercapainya tujuan mulia pada program ini.”
Catatan buruk MBG di Pandeglang terus bertambah. Mulai dari SPPG beroperasi tanpa IPAL, penghalangan kontrol sosial ke media, kendaraan distribusi tanpa stiker BGN, hingga dugaan kongkalikong SPPI dengan mitra. Publik menunggu keberanian BGN dan Satgas MBG Pandeglang menindak tegas sebelum program mulia ini rusak oleh kepentingan.
Read MorePenugasan Ganda Guru PPPK di SDN Senangsari Picu Diskursus Profesionalisme Pendidikan, Sekdis Pendidikan Pandeglang Tanggapi Isu dan Ini Komentarnya…

PANDEGLANG—INFOPLUS9.COM- Polemik mengenai dugaan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang merangkap sebagai operator sekolah (OPS) di salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Pandeglang mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan setempat. Otoritas menilai praktik tersebut perlu dilihat secara proporsional dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, Nono Suparno, menyampaikan bahwa penugasan tambahan di lingkungan sekolah dimungkinkan terjadi, terutama dalam kondisi keterbatasan sumber daya manusia. Namun demikian, ia menegaskan terdapat batasan yang tidak boleh dilanggar, khususnya terkait aspek penghasilan.
“Dalam praktiknya, rangkap tugas bisa saja terjadi karena kebutuhan. Akan tetapi, terkait honorarium, yang bersangkutan hanya diperkenankan menerima satu sumber pembayaran sesuai status utamanya sebagai guru paruh waktu,” ujar Nono pada, Jumat (17/4/2026).
Pernyataan tersebut merespons berkembangnya informasi di lapangan yang menyebut adanya guru PPPK yang menjalankan fungsi ganda, sekaligus menerima kompensasi tambahan dari tugas administratif sebagai operator sekolah. Informasi itu sebelumnya mencuat setelah adanya komunikasi antara awak media dan perwakilan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setempat.
Dari hasil investigasi wartawan adanya informasi pengakuan terkait penerimaan honor tambahan di luar tugas utama sebagai pendidik. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.
Secara normatif, guru PPPK memiliki mandat utama dalam kegiatan pembelajaran, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. Fokus utama profesi ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi proses belajar mengajar.
Di sisi lain, peran operator sekolah dalam pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) umumnya dijalankan oleh tenaga kependidikan atau staf administrasi. Fungsi tersebut bersifat teknis administratif, sehingga secara prinsip berbeda dengan tugas pedagogis yang diemban oleh guru.
Sejumlah elemen masyarakat salah satunya Ketua Jurnalis Banten Bersatu Kasman, menilai bahwa rangkap fungsi, meski tidak secara eksplisit dilarang, berpotensi menimbulkan persoalan jika tidak dikelola dengan tepat.
“Selain berisiko mengganggu pemenuhan beban kerja mengajar, kondisi tersebut juga dapat memunculkan persoalan dalam aspek akuntabilitas dan profesionalisme aparatur,” paparnya.
Praktik serupa kerap ditemukan di berbagai daerah, terutama pada satuan pendidikan yang mengalami keterbatasan tenaga administrasi. Dalam situasi demikian, penugasan tambahan kepada guru kerap dianggap sebagai solusi sementara. Namun, pendekatan tersebut dinilai bukan sebagai praktik ideal dalam tata kelola sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SDN Senangsari, Kecamatan Pagelaran, belum memberikan keterangan resmi terkait isu yang berkembang. Kepala sekolah setempat, Intan Islamiyah, belum dapat dimintai konfirmasi meski telah diupayakan melalui berbagai jalur komunikasi.
Ketiadaan pernyataan resmi dari pihak sekolah memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat. Meski demikian, publik diimbau untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sembari menunggu klarifikasi komprehensif dari pihak terkait.
Dinas Pendidikan diharapkan dapat melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan praktik di lapangan tetap selaras dengan regulasi, sekaligus menjaga kualitas layanan pendidikan. Transparansi dan pembagian tugas yang proporsional dinilai menjadi kunci dalam menjaga profesionalisme tenaga pendidik di lingkungan sekolah.
Read MoreMATROBIN MENCURI Perhatian: KETUA IBCA JAKARTA BARAT Masuk BURSA Calon Ketua Koni

Matrobin, SE
JAKARTA BARAT-INFOPLUS9.COM– Dinamika dunia olahraga di Jakarta Barat semakin memanas. Nama Matrobin, S.E., yang saat ini menjabat sebagai Ketua IBCA Jakarta Barat, secara mengejutkan mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu kandidat kuat dalam bursa calon Ketua KONI Jakarta Barat.
Kemunculan Matrobin dalam peta persaingan ini bukan tanpa alasan. Sosoknya dikenal sebagai figur pekerja keras dengan rekam jejak organisasi yang solid, khususnya dalam membina dan mengembangkan olahraga berbasis komunitas. Di bawah kepemimpinannya, IBCA Jakarta Barat menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi prestasi atlet maupun manajemen organisasi.
Sejumlah pelaku olahraga di wilayah Jakarta Barat menilai bahwa Matrobin membawa pendekatan baru yang lebih segar dan inklusif. Ia dinilai mampu menjembatani kepentingan berbagai cabang olahraga, sekaligus mendorong regenerasi atlet muda agar lebih kompetitif di tingkat regional maupun nasional.
“Beliau punya visi yang jelas dan gaya kepemimpinan yang tegas namun merangkul. Itu yang dibutuhkan KONI saat ini,” ujar salah satu pengurus cabang olahraga yang enggan disebutkan namanya.
Meski belum secara resmi mendeklarasikan pencalonannya, sinyal dukungan terhadap Matrobin terus mengalir dari berbagai pihak. Beberapa komunitas olahraga bahkan mulai menyuarakan harapan agar dirinya maju dan membawa perubahan positif bagi dunia olahraga di Jakarta Barat.
Jika benar maju dalam kontestasi ini, Matrobin diprediksi akan menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan. Tantangan ke depan tentu tidak ringan, namun pengalaman dan jaringan yang dimilikinya menjadi modal kuat untuk bersaing.
Bursa calon Ketua KONI Jakarta Barat sendiri diperkirakan akan semakin menarik dalam beberapa waktu ke depan, seiring munculnya nama-nama potensial lainnya. Namun satu hal yang pasti, kehadiran Matrobin telah menambah warna baru dalam dinamika kepemimpinan olahraga di wilayah ini.
Akankah Matrobin melangkah lebih jauh dan membawa perubahan besar? Publik olahraga Jakarta Barat kini menanti langkah berikutnya.
Dedi.M.S
Read MorePererat Silaturahmi di Usia Senja, Alumni SMA Negeri Balaraja ’83 Gelar Halal Bihalal

Alumni Nebal Angkatan 1983
BALARAJA – Keluarga besar Alumni SMA Negeri Balaraja (Nebal) angkatan tahun 1983 menggelar acara bertajuk “Temu Kangen & Halal Bihalal” dengan tema Rindu Berkah Silaturahmi. Acara yang penuh kehangatan ini berlangsung di The Family Cafe & Resto, Kp. Perahu, Desa Merak, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (18/4/2026).
Ketua Panitia Pelaksana, Iwan Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh rekan alumni yang telah menyempatkan diri untuk hadir. Mewakili jajaran panitia dan rekan-rekan alumni, ia menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk menjaga komunikasi.
”Usia kami sudah tidak muda lagi, dan masing-masing kini tinggal berjauhan bersama keluarga, anak, dan cucu. Namun, jarak dan waktu tidak melunturkan ikatan kami. Kami sudah menjadi keluarga besar,” ujar Iwan Kurniawan.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini rutin dilakukan untuk memperkokoh tali persaudaraan. “Silaturahmi inilah yang membuat kita semua hari ini masih bisa bertemu, saling menyapa, dan berbagi kebahagiaan dalam acara temu kangen dan halal bihalal ini. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, salah satu alumni yang hadir, Yanto Suparianto, memberikan tanggapan positif atas terselenggaranya acara tersebut. Ia mengaku sangat berkesan dengan konsistensi rekan-rekan angkatannya dalam menjaga kekompakan selama puluhan tahun.
”Acara ini sangat luar biasa. Menghadiri pertemuan seperti ini menjadi obat rindu setelah sekian lama tidak berjumpa. Selain mengenang masa-masa di sekolah dulu, ini adalah wadah bagi kami untuk saling menguatkan dan mendoakan satu sama lain di masa tua. Terima kasih kepada panitia yang telah memfasilitasi pertemuan yang sangat emosional ini,” ungkap Yanto.
Acara yang didominasi oleh seragam bernuansa biru ini berlangsung meriah namun tetap khidmat. Sesi foto bersama dan ramah tamah menjadi penutup rangkaian kegiatan, di mana para alumni tampak antusias mengabadikan momen kebersamaan tersebut di depan spanduk acara yang bertuliskan “Alumni Nebal ’83”.

foto: Istimewa
Read More