Waspada Begal HP! Anak SD Jadi Korban Di Perumahan D’forest Hill Pondok Petir , Warga Desak Polres Depok Tindak Tegas Montor Tanpa Plat Nomor

Terduga Pelaku Jambret
DEPOK – INFOPLUS9.COM-Kasus kejahatan jalanan kembali mengguncang warga Depok, tepat kejadian perkara (TKP) di kawasan Perumahan D’forest Hill
Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari. Kali ini, sasaran pelaku penjambretan adalah seorang anak berusia Sekolah Dasar (SD) yang sedang asyik menggunakan ponselnya di pos keamanan lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Kejadian ini memicu kemarahan dan kekhawatiran warga, yang menilai keamanan di wilayah tersebut semakin terabaikan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa berlangsung saat korban sedang memegang dan bermain ponselnya di area perumahan. Tanpa rasa takut, dua orang pelaku yang diketahui berpenampilan sebagai anak muda sengaja mendekati korban dengan berpura-pura bertanya sesuatu. Namun, dalam sekejap, pelaku langsung menjambret ponsel dari tangan anak tersebut. Korban yang masih kecil hanya bisa diam ketakutan dan tidak mampu berbuat apa-apa menghadapi keberanian pelaku.
Barang berharga yang dirampas oleh kedua pelaku tersebut adalah ponsel jenis Infinix 60. Segera setelah aksinya berhasil, mereka kabur menggunakan sepeda motor jenis Vario berwarna putih. Yang paling meresahkan, kendaraan yang dikendarai pelaku sama sekali tidak terpasang plat nomor polisi, sehingga menyulitkan upaya penelusuran jejak mereka.
Kejadian ini memicu reaksi keras dari pihak keluarga korban maupun warga sekitar. Heru, paman dari korban yang juga berprofesi sebagai wartawan, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas kondisi keamanan di Depok, Sabtu (13/06/2026).
“Saya sangat menyayangi penundaan Operasi Patuh Jaya yang diundur. Lihat saja akibatnya, kejahatan makin menjadi-jadi! Banyak sekali motor yang beroperasi tanpa plat nomor polisi, dan ini celah besar bagi penjahat untuk beraksi leluasa. Polres Depok harus jauh lebih sering melakukan razia terhadap kendaraan-kendaraan yang tidak lengkap identitasnya. Depok ini kan salah satu daerah rawan kejahatan, tapi rasanya wilayah di Pondok Petir ini seolah luput dari pantauan dan perhatian Polres Depok,” tegas Heru dengan nada kesal.
Pernyataan Heru ini mewakili kekhawatiran banyak warga yang merasa keamanan lingkungan tidak lagi terjamin. Modus pelaku yang berani beraksi di pemukiman padat penduduk dan menargetkan anak-anak yang rentan, dinilai sebagai bukti lemahnya pengawasan di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban belum melaporan kejadian ke pihak kepolisian. Masyarakat pun menuntut agar aparat keamanan tidak hanya menindaklanjuti kasus ini saja, tetapi juga segera memperketat pengawasan, memperbanyak razia kendaraan tanpa kelengkapan surat dan tanda nomor, serta mengaktifkan kembali operasi kepatuhan hukum yang sempat tertunda. Warga berharap ke depannya tidak ada lagi anak-anak atau warga lain yang menjadi korban kejahatan akibat kelalaian pengawasan keamanan.