Matangkan Strategi Perekrutan KTA, DPC Partai Gerakan Rakyat Tigaraksa Gelar Konsolidasi

Foto Bersama Jajaran DPC PARTAI GERAKAN RAKYAT Kabupaten Tangerang
TANGERANG-INFOPLUS9.COM- Guna mematangkan mesin partai menghadapi konstelasi politik ke depan, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Rakyat Kecamatan Tigaraksa menggelar rapat konsolidasi dan penguatan tim pada Minggu (7/6/2026).
Acara yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan tersebut dilaksanakan di Kediaman Bung Irlan, Ketua DPC Tigaraksa, bertempat di Perumahan Bumi Tigaraksa Residen Blok E 13, RT 005/002 Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Hadir dalam agenda tersebut Ketua DPC Tigaraksa Irlan (Bung Aldo), Sekretaris Agus Nana Triatna, Ibu Sholehah, H. Nurfalah, serta Shadikin selaku Kordapil 1 sekaligus Penasehat DPD asal Tigaraksa, beserta jajaran pengurus DPC dan perwakilan DPD Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Ketua DPC Tigaraksa, Irlan atau yang akrab disapa Bung Aldo, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi jajaran pengurus yang hadir.
”Kehadiran rekan-rekan hari ini adalah bukti komitmen nyata. Kita ingin memastikan bahwa pergerakan partai ini tidak sekadar seremonial, melainkan membawa ruh perjuangan yang menjiwai hingga ke lapisan masyarakat paling bawah,” ujar Bung Aldo di hadapan awak media.
Pola Relawan vs Pola Berpartai: Mengubah Pola Pikir dan Merangkul Multisektor
Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang, Andry Ardiansyah, S.E., yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, memberikan suntikan motivasi bagi seluruh kader. Ia menegaskan pentingnya melakukan transformasi pola pikir (mindset) ketika berpindah dari ranah gerakan relawan menuju jalur partai politik resmi.

Andry memaparkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara pola gerakan relawan dan pola saat kita berpartai:
- Pola Relawan: Cenderung bergerak secara cair, spontan, fokus pada figur atau tokoh tertentu, dan sering kali tidak terikat oleh struktur formal maupun aturan administrasi yang ketat.
- Pola Berpartai: Menuntut kerja-kerja yang sistematis, terstruktur, taat asas organisasi, serta berorientasi pada target jangka panjang, seperti capaian Kartu Tanda Anggota (KTA) dan pembentukan kepengurusan yang legal-formal.
”Hari ini kita berkumpul dari berbagai latar belakang yang luar biasa—ada buruh, petani, nelayan, LSM, teknokrat, akademisi, relawan, penggiat sosial, hingga kalangan profesional. Mari kita lebur ego latar belakang kita, perluas hati dan pikiran, lalu transformasikan semangat relawan yang cair itu menjadi kedisiplinan berpartai di dalam wadah Partai Gerakan Rakyat,” tegas Andry Ardiansyah.
Strategi 5 Kategori Pemilih dan 10 Metode Taktis Jaring Arus Bawah
Sementara itu, pengurus partai asal Perumahan Mustika Tigaraksa, Bung Sidik, memaparkan poin penting mengenai strategi taktis mengejar target capaian KTA DPC yang membutuhkan daya dobrak sistematis.
Bung Sidik memetakan 5 kategori masyarakat di arus bawah yang wajib didekati, yakni: kelompok fanatik, kelompok yang kecewa dengan pilihan politik masa lalu, kelompok ikut-ikutan, kelompok yang tidak puas dengan kinerja sistem saat ini, serta kelompok masyarakat yang masa bodoh (apatis).
Untuk menembus sasaran tersebut, Bung Sidik menawarkan 10 metode sosialisasi taktis:
- Sosialisasi Konvensional: Pendekatan persuasif secara individu langsung ke lapangan.
- Mesin Penggerak Lokal: Merangkul tokoh berpengaruh (local influencer), seperti langkah awal menggandeng H. Supritno dari Dewan Seni Kebudayaan Kabupaten Tangerang.
- Gerakan Sosial: Menggelar aksi kemasyarakatan yang menyentuh kebutuhan mendasar.
- Kolaborasi Multisektor: Membuka ruang kerja sama dengan komunitas lokal.
- Digitalisasi & Medos: Mengoptimalkan narasi visi-misi partai di platform digital untuk penetrasi cepat.
- Wadah Aspirasi: Membentuk wadah atau platform digital sebagai tempat menampung keluhan warga.
- Metode Penjaringan Berjenjang (Target MLM): Menerapkan target perekrutan harian dan mingguan yang terukur bagi setiap kader.
- Edukasi Elegan: Menyampaikan program secara santun dan mudah dipahami masyarakat bawah (door to door).
- Berbasis Data & Realita: Menyampaikan bukti nyata di lapangan tanpa berlebihan agar tidak dicap mengumbar janji kosong.
- Leader yang Adaptif (Metode Bunglon): Mampu menyesuaikan diri dengan kultur lingkungan tempat berpijak, seperti masuk ke dunia kepemudaan (Karang Taruna) sebelum menarik kesimpulan politik.
Dukungan Tokoh Purnawirawan
Dukungan kuat juga mengalir dari Pak Sunarto, seorang pensiunan POLRI yang kini resmi menyatakan sikap bergabung. Ia mengajak masyarakat luas untuk bahu-membahu membesarkan partai di wilayah Tigaraksa.
Menurut Sunarto, hadirnya tokoh nasional seperti Anies Baswedan di dalam partai ini menjadi magnet kuat yang mempertegas arah perjuangan partai menuju perubahan dan kemajuan bangsa yang nyata.
Acara konsolidasi ditutup dengan sesi diskusi interaktif guna menyusun langkah teknis pelaksanaan sistem angket internal demi mempercepat pemetaan kekuatan partai di tingkat desa se-Kecamatan Tigaraksa. Doa dipimpin oleh KH Nurfallah.