Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Nasional/Ilusi Prabowo dan Koperasi Palsu Merah-Putih
Nasional

Ilusi Prabowo dan Koperasi Palsu Merah-Putih

By Jumadil Qubro
Mei 27, 2026 3 Min Read
0

Oleh Farid Gaban

OPINI-Presiden Prabowo menyatakan bangga pemerintahannya telah berhasil membangun puluhan ribu koperasi dalam sekejap.

“Tak ada dalam sejarah dunia,” katanya, “sebuah negara bisa membangun 30.000 koperasi dalam setahun seperti kita!”

Itu kebanggaan yang semu dan salah arah.

Yang Prabowo bikin itu 30.000 bangunan (fisik) koperasi. Sementara koperasi sejati adalah sebuah sistem: kumpulan orang-orang yang bekerjasama untuk mewujudkan cita-cita bersama. Bukan cuma ekonomi, tapi juga sosial, lingkungan, dan politik.

Bapak Koperasi Bung Hatta menganggap koperasi bukan sekadar badan usaha; koperasi, bagi Hatta, adalah sebuah gerakan (movement).
Dia bukan hanya sebuah bisnis, apalagi cuma bangunan fisik.

Kebanggaan Prabowo tidak hanya semu, tapi menunjukkan betapa rendah pemahamannya tentang koperasi. Banyak negara tidak mau, bukannya tidak bisa, membangun puluhan ribu gerai koperasi. Mereka tahu, itu bukan cara membangun koperasi yang benar sebagai sebuah sistem.

Bertahun-tahun menulis dan mengadvokasi sistem koperasi, saya merasa sedih dengan pernyataan Presiden Prabowo itu.

Koperasi Merah-Putih adalah koperasi palsu yang akan makin jauh bikin koperasi itu a bad name. Dia merusak nama koperasi dengan menghancurkan pilar-pilar prinsipnya: sukarela, partisipasi, demokrasi.

Lebih hancur lagi karena dibumbui dengan militerisme, yang cenderung mematikan inisiatif, inovasi, imajinasi dan kreativitas di akar rumput.

Itu bikin orang makin sinis terhadap koperasi. Bahkan sebelum Koperasi Merah-Putih diluncurkan, nama koperasi sudah buruk. Banyak orang, sampai ke desa-desa memandang rendah koperasi.

Itu bisa dipahami karena mereka melihat sendiri betapa korup Koperasi KUD yang didirikan sejak Orde Baru dan kini hampir semua mangkrak. Mereka juga kadang menjadi korban koperasi simpan-pinjam yang tak ubahnya beroperasi seperti rentenir.

Tak heran jika di suatu desa yang pernah saya kinjungi, misalnya, terpampang spanduk berbunyi: “Pemulung, Rentenir dan Koperasi Dilarang Masuk!”

Koperasi disamakan dengan rentenir. Banyak koperasi simpan-pinjam sebenarnya bukan koperasi. Mereka beroperasi seperti bank-bank swasta pada umumnya, dengan bunga lebih tinggi.

Peminjam dan penabung di situ adalah nasabah, sama seperti di bank pada umumnya. Sementara dalam koperasi yang benar, peminjam dan penabung adalah anggota, yang ikut menentukan arah bisnis koperasi serta memperoleh dividen (SHU) jika ada laba.

Gagalnya KUD dan menjamurnya koperasi simpan-pinjam yang mirip rentenir ini membuat orang sinis terhadap koperasi untuk alasan yang bisa dipahami.

Pemerintah memang mengatakan bahwa simpan-pinjam dengan bunga yang murah akan menjadi salah satu tujuan Koperasi Merah Putih, di samping menjadi ujung tombak distribusi barang-barang subsidi (pupuk, gas, sembako) yang lebih murah.

Tapi, semua itu membutuhkan sistem; bukan cuma bangunan fisik. Dan sistem harus dibangun di atas masyarakat yang percaya, yang ikut berpartisipasi membangunnya.

Koperasi Merah-Putih dimulai dengan cara yang keliru membuat orang desa sendiri marah dan merasa diabaikan.

Menteri Purbaya mengatakan pembangunan gerai dan bahkan operasional bisnis memakai anggaran negara (APBN). Anggaran negara yang dimaksud lebih spesifik: dipotong dari anggaran desa.

Ini konsep yang gila: warga desa diminta berutang Rp 3 miliar untuk bikin koperasi; mereka tidak dilibatkan tentang bagaimana dana pinjaman itu digunakan (tentara yang terlibat); sudah begitu mereka harus menanggung risiko bisnis lewat pemotongan dana desa. Itu jahat dan dzalim.

Pengelolaan dana desa selama ini mungkin belum sempurna benar. Tapi, inilah satu-satunya anggaran yang by law melibatkan warga kebanyakan dalam penggunaannya (participatory budgetting). Bukannya menyempurnakan sistem bottom-up ini, pemerintah justru mengabaikannya sama sekali.

Tak heran jika Koperasi Merah-Putih menjadi sasaran kebencian dan sinisme yang makin parah dari warga desa sendiri, dari orang-orang yang namanya dicatut untuk bancakan dana desa oleh kaum elit.

Pemerintah tidak belajar dari gagalnya KUD. Koperasi ini gagal pertama-tama karena bersifat top-down, dari atas. Koperasi ini tidak membangun partisipasi dan pengelolaan demokratis yang bisa mengurangi peluang para pengurus untuk korup. Tidak pula mendorong kewirausahaan anggota yang membuat mereka makin mandiri, bukan justru makin tergantung pada bantuan pemerintah.

Koperasi Merah-Putih akan menemui kegagalan yang sama karena cuma membangun hal-hal yang fisik sambil menghancurkan prinsip-prinsipnya.

Prabowo terjebak dalam ilusi kebesaran dan kebanggaan yang palsu. Harganya sangat mahal: orang makin tidak percaya pada koperasi, yang sebenarnya mulia dan layak diperjuangkan.***

Penulis adalah pengurus Koperasi Ekspedisi Indonesia Baru dan penulis buku “Reset Indonesia.

Author

Jumadil Qubro

Redaksi INFOPLUS9.COM

Follow Me
Other Articles
Previous

Semangat Idul Adha 1447 H, Warga Neo Mediterania RT 07 RW 03 Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban Secara Amanah dan Kebersamaan

Next

Keluarga Besar Paguyuban Family 212 Kabupaten Pandeglang Sambut Hari Raya Idul Adha 1447 H dengan Semangat Kebersamaan dan Kepedulian

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Kejaksaan Agung Lakukan Penggeledahan di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional Jakarta
  • Koramil 13/Cisoka Perkuat Patroli Malam, Cegah Aksi Kejahatan dan Jaga Keamanan Warga
  • Breaking News..!!Eks Kepala BGN Dadan dkk Dijemput Kejagung, Dirilis Resmi Sore Ini
  • 3 Petinggi BGN Dicopot di Tengah Isu Jual Beli Titik SPPG, Ini Jawaban Istana
  • Kapolresta Tangerang Cek TKP Mayat Tukang Cilok di Cikupa

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You May Have Missed

Berita Daerah

Maesyal Rasyid Gerak Cepat RTLH di Jayanti Langsung di Bangun

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 2, 2026
Berita Daerah

Syukur Mengubah Ujian Menjadi Peluang Kesuksesan: Sebuah Refleksi Filsafat Islam tentang Nikmat, Ujian, dan Kemuliaan Hidup

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 2, 2026
Berita Daerah

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila Menyatukan, Pancasila Memajukan, dan Pancasila Memuliakan Rakyat Indonesia

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 1, 2026
Berita Daerah

Hasan Hariri Sampaikan Apresiasi Mendalam Usai Gelar Tasyakuran Putra Pertama

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 31, 2026
Berita Daerah

FORJA Banten Akan Gelar Diskusi Publik Dorong Implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang Tepat Sasaran, Transparan, dan Berkelanjutan

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 30, 2026
Berita Daerah

Pengajian Bulanan Haji Enjuh Berlangsung Khidmat, Dihadiri Bupati Tangerang dan Tokoh Ulama

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 29, 2026
Berita Daerah

Tahlil Malam Ke-4 Mendiang Alm. Hadi Hartono Dihadiri Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PDIP Mukhlis, SH

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 29, 2026
Berita Daerah

Keluarga Besar FORJA Banten Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha, Momentum Perkuat Kepedulian dan Kebersamaan

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 27, 2026
Berita Daerah

DKM Masjid Baitul Muttaqin Perum Cluster Persada Jayanti Gelar Sholat Iedul Adha 1447 H/2026

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 27, 2026
Media Infoplus9.com adalah platform media siber yang berkomitmen menyajikan data dan peristiwa menjadi informasi aktual, tepercaya, dan mendalam. Mengusung nilai-nilai jurnalisme yang kuat, Infoplus9.com selalu mengedepankan pemberitaan yang profesional, objektif, dan berimbang (cover all sides) demi memenuhi hak masyarakat atas informasi yang akurat.
Redaksi INFOPLUS9.COM Website : www.Infoplus9.com Email : Redaksiinfoplus9@gmail.com Facebook: Infoplus9.com Telp : 0838-7432-6509 Copyright 2026 — News. All rights reserved.