Hangatnya Reuni Aktivis Ormas dan Advokasi di Malam Tasyakuran Ketua PP Ranting Bunder

faturohman, Jumadil Qubro, Hendra Ajum, Dewan Erte, Sidiq dan Bung Hambali (Foto Istimewa)
TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Suasana malam Minggu di Kelurahan Bunder mendadak penuh dengan aura nostalgia yang kental, Sabtu (30/5/2026). Acara Tasyakuran Ketua Pemuda Pancasila (PP) Ranting Kelurahan Bunder malam itu bukan sekadar seremonial biasa, melainkan menjadi panggung bertemunya para tokoh pergerakan, aktivis ormas, dan praktisi advokasi senior yang telah lama malang-melintang di dunia pergerakan.
Di bawah tenda acara yang hangat, tampak hadir deretan nama yang tak asing lagi di dunia aktivisme: Bung Faturohman, Bung Hambali, Bung Sidiq, Bung Heru, Bung Hendra, dan Bung Dewan Erte. Pertemuan ini menjadi momentum emosional untuk melepas rindu, saling melempar pujian tulus, sekaligus merefleksikan perjalanan panjang perjuangan mereka di masa lalu hingga kiprah mereka hari ini.

Sambil menikmati hidangan dan kopi hangat, obrolan mengalir deras layaknya membuka kembali lembaran buku sejarah lama. Mereka mengenang masa-masa indah, getir, dan penuh heroisme saat bahu-membahu di organisasi massa (ormas), mengawal isu-isu sosial, dan menyuarakan aspirasi masyarakat bawah.
Untaian Komentar dan Saling Puji Antar-Tokoh Pertemuan
Momen reuni ini memunculkan kesan yang mendalam dari masing-masing tokoh yang hadir. Berikut adalah catatan hangat dan komentar mereka:
- Bung Faturohman (Praktisi Hukum & Aktivis Advokasi Senior) “Melihat sahabat-sahabat semua di sini, rasanya energi perjuangan seperti di-charge kembali. Dunia advokasi yang saya geluti hari ini, dengan segala dinamika mendampingi kaum marginal, tidak lepas dari gemblengan mental saat kita bersama-sama di ormas dulu. Kita semua sudah banyak makan asam garam kehidupan, dan malam ini membuktikan bahwa garis perjuangan kita tidak pernah berubah, hanya ruang pengabdiannya saja yang meluas.”
- Bung Hambali “Bung Fatur ini adalah teladan bagi kami. Sejak dulu jiwa petarungnya tidak pernah luntur. Melalui jalurnya sekarang sebagai pengacara, beliau betul-betul menjadi benteng bagi mereka yang membutuhkan keadilan. Saya bangga melihat bagaimana kawan-kawan lama kita hari ini tumbuh menjadi sosok yang luar biasa dan tetap membumi.”
- Bung Heru “Yang paling mahal dari pertemuan ini adalah komitmen persaudaraan kita. Meskipun kesibukan sekarang berbeda-beda—ada yang di jalur hukum, lingkungan, hingga pengabdian masyarakat—tapi begitu duduk satu meja, sekat-sekat itu hilang. Kita tetap kawan lama yang saling mendukung dan saling menguatkan.”
- Bung Hendra “Tasyakuran malam ini membawa berkah ganda. Selain mendoakan kesuksesan Ketua PP Ranting Bunder, ini juga jadi ajang retrospeksi diri. Menyimak cerita Bung Fatur dan kawan-kawan tadi membuat kita sadar bahwa bekal pengalaman organisasi masa lalu adalah modal berharga untuk membangun lingkungan kita saat ini.”
- Bung Dewan Erte “Luar biasa! Ini bukan sekadar reuni, tapi silaturahmi ideologis. Karakter-karakter tangguh yang duduk di meja ini adalah aset. Pengalaman mereka di ormas dan advokasi sangat dibutuhkan untuk memberikan warna positif dan solusi nyata di tengah-tengah masyarakat hari ini. Maju terus untuk sahabat-sahabat semua!”
- Di tengah riuhnya tawa dan saling lempar pujian antar-kawan lama, Bung Jumadil Qubro tampil sebagai sosok yang paling cool. Karakter yang terpola kuat sebagai pria yang tak banyak bicara namun tajam dalam mengamati ini memberikan keseimbangan tersendiri di meja pertemuan. Saat dimintai tanggapannya, ia hanya tersenyum tipis sarat makna dan berkata singkat namun berbobot: “Bagi saya, persaudaraan tidak butuh banyak narasi. Cukup melihat kawan-kawan masih konsisten di jalur perjuangan masing-masing, itu sudah lebih dari cukup. Sejarah telah membentuk kita, dan malam ini membuktikan ikatan itu masih sangat kuat.”
Malam semakin larut, namun gelak tawa dan diskusi penuh bobot di antara para aktivis ini seolah enggan menyurut. Pertemuan Sabtu malam itu menjadi bukti sahih bahwa meski waktu terus berjalan dan kesibukan terus berganti, ikatan emosional dan idealisme para aktivis Bunder ini tetap abadi, sekokoh komitmen mereka terhadap masyarakat. (Red)