Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Sorotan/Menegakkan Benang Basah: Ketika Banjir Advokat Gagal Menyurutkan Keringnya Keadilan
Sorotan

Menegakkan Benang Basah: Ketika Banjir Advokat Gagal Menyurutkan Keringnya Keadilan

By Jumadil Qubro
Mei 30, 2026 3 Min Read
0

​Oleh: Jumadil Qubro

OPINI-INFOPLUS9.COM-​Indonesia saat ini tengah menghadapi sebuah paradoks hukum yang mencolok dan merisaukan. Di satu sisi, institusi pendidikan tinggi hukum terus membanjiri pasar dengan ribuan lulusan sarjana hukum (S.H.) setiap tahunnya. Organisasi profesi advokat pun tumbuh subur, melahirkan ribuan pengacara baru yang siap bertarung di meja hijau. Namun, di sisi lain, sebuah pertanyaan mendasar yang memilukan terus bergema: Mengapa penegakan hukum di bumi pertiwi terasa semakin sulit, seolah-olah kita sedang berupaya menegakkan benang yang basah?

​Ironi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Secara logika, peningkatan jumlah ahli hukum seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas dan aksesibilitas keadilan. Semakin banyak “pedang hukum” yang terasah, seharusnya semakin tajam ia menebas ketidakadilan. Namun, kenyataan di lapangan sering kali menunjukkan hal yang sebaliknya. Fenomena ini memunculkan keraguan mendasar: Adakah hukum yang sesungguhnya di bumi ini, ataukah kita hanya sedang menyaksikan pertunjukan teaterikal tanpa substansi?

​Tamsil “menegakkan benang basah” sangat tepat untuk menggambarkan keputusasaan kolektif kita. Benang yang basah, tidak peduli seberapa tebal atau kuatnya, akan selalu lunglai. Tidak ada struktur, tidak ada kekuatan. Demikian pula hukum kita hari ini. Kita memiliki pasal-pasal yang komprehensif, undang-undang yang modern, namun mereka sering kali kehilangan dayanya saat berhadapan dengan tembok kekuasaan, pengaruh uang, atau kepentingan politik yang korosif. Pasal-pasal tersebut sudah tak berdaya lagi, seperti lembaran kertas yang lapuk diterjang hujan.

​Salah satu akar masalahnya adalah pergeseran nilai dalam pendidikan dan praktik hukum itu sendiri. Apakah kurikulum hukum kita benar-benar menekankan pada etika, keadilan, dan kemanusiaan, ataukah lebih berfokus pada teknik prosedural dan celah hukum untuk memenangkan kasus demi kepentingan klien yang mampu membayar? Banjir advokat baru tidak selalu berarti banjir pejuang keadilan. Terlalu sering, keahlian hukum digunakan bukan untuk menegakkan kebenaran, melainkan untuk memperpanjang “benang basah” tersebut, menciptakan labirin hukum yang semakin rumit bagi mereka yang lemah dan miskin.

​Hal ini membawa kita pada pertanyaan filosofis yang krusial: Apakah Kemanusiaan lebih tinggi dan mulia derajatnya dari hukum? Pertanyaan ini tidak mudah untuk dijawab. Hukum, pada intinya, diciptakan untuk melayani kemanusiaan—untuk menciptakan keteraturan, perlindungan, dan keadilan. Namun, ketika hukum menjadi beku, kaku, dan kehilangan jiwanya, ia sering kali justru mengikis nilai-nilai kemanusiaan tersebut.

​Ketika seorang ibu tua dihukum karena mengambil beberapa buah kakao, atau seorang petani dipenjara karena mempertahankan tanah warisannya, di situlah pasal-pasal hukum terasa kehilangan kemuliaannya. Di situlah kita melihat betapa hukum sering kali bertentangan dengan rasa keadilan manusia. Dalam situasi seperti ini, kemanusiaan seharusnya memang menjadi panduan utama, bukan hukum prosedural yang kaku. Hukum yang sejati seharusnya tidak hanya berpatokan pada teks, tetapi juga pada konteks kemanusiaan yang ada.

​Fenomena semakin banyaknya sarjana hukum namun penegakan hukum yang semakin sulit adalah sinyal bahaya bagi demokrasi kita. Ini adalah bukti bahwa kita tidak bisa hanya mengandalkan jumlah profesional, melainkan harus mereformasi jiwa dari sistem hukum itu sendiri. Kita membutuhkan pendidikan hukum yang humanis, organisasi profesi yang bermartabat, dan hakim yang berani menggunakan hati nurani, bukan hanya pasal.

​Menegakkan hukum hari ini memang terasa seperti menegakkan benang basah. Namun, itu bukan alasan untuk menyerah. Kita tidak boleh membiarkan pasal-pasal hukum menjadi artefak yang tak berdaya. Kita harus kembali pada esensi bahwa hukum adalah alat untuk mencapai keadilan, dan keadilan itu sendiri harus berakar kuat pada nilai-nilai kemanusiaan universal. Jika kita gagal, maka kita akan terus hidup dalam bayang-bayang hukum yang semu, di mana hanya mereka yang memiliki “benang basah” yang paling basah dan licin yang akan menang. Sudah saatnya kita kembali menanyakan: Di manakah letak keadilan yang sejati di bumi ini?

Author

Jumadil Qubro

Redaksi INFOPLUS9.COM

Follow Me
Other Articles
Previous

Kebakaran Hebat Melanda Bengkel dan Pom Mini di Peusar Cikupa, Satu Orang Diduga Meninggal Dunia

Next

Patroli Gabungan Koramil/05 Balaraja Dan Polsek Balaraja Perkuat Kamtibmas Di Wilayah

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Pimpin Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Pengaduan
  • Kejaksaan Agung Lakukan Penggeledahan di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional Jakarta
  • Koramil 13/Cisoka Perkuat Patroli Malam, Cegah Aksi Kejahatan dan Jaga Keamanan Warga
  • Breaking News..!!Eks Kepala BGN Dadan dkk Dijemput Kejagung, Dirilis Resmi Sore Ini
  • 3 Petinggi BGN Dicopot di Tengah Isu Jual Beli Titik SPPG, Ini Jawaban Istana

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You May Have Missed

Berita Daerah

Maesyal Rasyid Gerak Cepat RTLH di Jayanti Langsung di Bangun

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 2, 2026
Berita Daerah

Syukur Mengubah Ujian Menjadi Peluang Kesuksesan: Sebuah Refleksi Filsafat Islam tentang Nikmat, Ujian, dan Kemuliaan Hidup

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 2, 2026
Berita Daerah

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila Menyatukan, Pancasila Memajukan, dan Pancasila Memuliakan Rakyat Indonesia

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 1, 2026
Berita Daerah

Hasan Hariri Sampaikan Apresiasi Mendalam Usai Gelar Tasyakuran Putra Pertama

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 31, 2026
Berita Daerah

FORJA Banten Akan Gelar Diskusi Publik Dorong Implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang Tepat Sasaran, Transparan, dan Berkelanjutan

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 30, 2026
Berita Daerah

Pengajian Bulanan Haji Enjuh Berlangsung Khidmat, Dihadiri Bupati Tangerang dan Tokoh Ulama

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 29, 2026
Berita Daerah

Tahlil Malam Ke-4 Mendiang Alm. Hadi Hartono Dihadiri Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PDIP Mukhlis, SH

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 29, 2026
Berita Daerah

Keluarga Besar FORJA Banten Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha, Momentum Perkuat Kepedulian dan Kebersamaan

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 27, 2026
Berita Daerah

DKM Masjid Baitul Muttaqin Perum Cluster Persada Jayanti Gelar Sholat Iedul Adha 1447 H/2026

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 27, 2026
Media Infoplus9.com adalah platform media siber yang berkomitmen menyajikan data dan peristiwa menjadi informasi aktual, tepercaya, dan mendalam. Mengusung nilai-nilai jurnalisme yang kuat, Infoplus9.com selalu mengedepankan pemberitaan yang profesional, objektif, dan berimbang (cover all sides) demi memenuhi hak masyarakat atas informasi yang akurat.
Redaksi INFOPLUS9.COM Website : www.Infoplus9.com Email : Redaksiinfoplus9@gmail.com Facebook: Infoplus9.com Telp : 0838-7432-6509 Copyright 2026 — News. All rights reserved.