Skip to content
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
-
logo regular 001 free img
logo regular 001 free img
  • Home
  • About
  • Menu
  • Box Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Disclaimer
  • Our Article
  • Home
  • About
  • Menu
  • Box Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Disclaimer
  • Our Article
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
logo regular 001 free img
logo regular 001 free img
  • Home
  • About
  • Menu
  • Box Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Disclaimer
  • Our Article
  • Home
  • About
  • Menu
  • Box Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Disclaimer
  • Our Article
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe

Stories

View All Stories
Glass White Modern Interior Indoor Natural 1626697 Pxhere.com 440x440
158 Stories

How Healthy Eating Boosts Your Creativity

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 6, 2026
Home/Nasional/OPINI: Ketika Kritik Dianggap Musuh, Menolak Diam adalah Jalan Menyelamatkan Negara
Nasional

OPINI: Ketika Kritik Dianggap Musuh, Menolak Diam adalah Jalan Menyelamatkan Negara

By Jumadil Qubro
Juni 6, 2026 3 Min Read
0

oleh : Redaksi Infoplus9.com

1596182 1000x1024

​

​OPINI-INFOPLUS9.COM-Gambar mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dengan kutipan tegas, “Pemerintah yang anti kritik adalah pemerintah yang sedang membuat kesalahan,” kembali memantik diskusi krusial di ruang publik. Kalimat ini bukan sekadar retorika politik, melainkan sebuah alarm pengingat bagi kita semua—elemen masyarakat, jurnalis, dan aktivis—tentang pentingnya menjaga nalar kritis.

​Mengapa kita tidak boleh diam? Apa risikonya jika arah kebijakan keliru dibiarkan tanpa koreksi, dan bagaimana seharusnya kritik disampaikan agar tidak sekadar menjadi angin lalu?

​Risiko Fatal Sebuah Ketiadaan Kritik: Mengapa Kita Tidak Boleh Diam?

​Diam di hadapan kebijakan yang keliru bukanlah wujud kedamaian, melainkan bentuk pembiaran terhadap kehancuran institusional. Ketika masyarakat memilih apatis atau dipaksa bungkam, pemerintah akan beroperasi dalam ruang hampa tanpa kendali (checks and balances).

​Ada beberapa risiko fatal jika arah kebijakan yang keliru dibiarkan tanpa suara:

  • ​Penyalahgunaan Kekuasaan (Absolute Power): Tanpa kontrol publik, kekuasaan cenderung korup dan absolut. Kebijakan akan bergeser, dari yang seharusnya melayani kepentingan rakyat menjadi melayani kepentingan segelintir elit.
  • ​Kerugian Berkelanjutan: Kebijakan infrastruktur atau regulasi ekonomi yang cacat sejak lahir—jika tidak segera dianulir lewat desakan publik—akan menciptakan pemborosan anggaran negara yang dampaknya harus ditanggung oleh generasi mendatang.
  • ​Matinya Demokrasi: Negara yang sehat membutuhkan oposisi dan suara kritis. Jika suara-suara ini hilang, demokrasi berubah wujud menjadi otoritarianisme berbaju legalitas formal.

​Dampak Berbahaya Saat Kritik Dianggap Musuh Negara

​Ketika kekuasaan mulai memandang kritik sebagai ancaman atau “serangan musuh”, dinamika bernegara akan mengalami kerusakan sistemik. Dampak nyatanya sangat terasa di akar rumput:

  1. ​Iklim Ketakutan (Chilling Effect): Masyarakat, akademisi, dan media akan berpikir seribu kali sebelum berbicara karena takut dikriminalisasi atau diintimidasi.
  2. ​Pemimpin yang “Tersesat dalam Pujian”: Ketika penguasa hanya dikelilingi oleh para pemuji (yes-men), mereka akan kehilangan kompas realitas. Akibatnya, mereka merasa kinerjanya sudah benar, padahal di lapangan masyarakat sedang menjerit akibat dampak kebijakan yang merugikan.
  3. ​Polarisasi Akut: Pelabelan “musuh negara” pada pengkritik memicu keterbelahan sosial yang tajam antara pendukung fanatik pemerintah dan kelompok kritis.

​Formula Kritik yang Efektif: Kritik Seperti Apa yang Mau Diterima?

​Agar kritik tidak dianggap sebagai sekadar “gonggongan” politik atau kebencian personal, pola penyampaian kritik harus dievolusikan menjadi Kritik Solutif Berbasis Data. Pemerintah, sekeras apa pun kupingnya, akan sulit mengelak jika kritik memenuhi kriteria berikut:

  • ​Berbasis Data Lengkap dan Fakta Empiris: Jangan mengkritik dengan asumsi atau sekadar sentimen. Sajikan angka kerugian, dampak nyata di lapangan, serta studi komparatif. Data adalah bahasa universal yang paling sulit dibantah.
  • ​Menawarkan Alternatif Solusi: Kritik yang baik tidak hanya meruntuhkan, tetapi juga membangun kembali. Jika kita mengkritik sebuah kebijakan, tawarkan formula alternatif, misalnya: “Kebijakan A merugikan masyarakat karena faktor X, maka alternatif solusinya adalah menerapkan skema Y.”
  • ​Objektif dan Kontekstual: Kritik harus diarahkan secara tegas pada substansi kebijakan, bukan pada personal atau privasi sang pejabat.

​Cara Membuka Telinga Pemerintah yang Tuli dan Mata yang Buta

​Bagaimana jika pemerintah tetap menutup mata lebar-lebar terhadap kerugian nyata yang dialami masyarakat? Mengubah ketulian penguasa memerlukan strategi orkestrasi suara yang masif dan terstruktur:

​1. Memperkuat Amunisi Media Massa dan Jurnalisme Investigasi

​Media harus kembali ke khitahnya sebagai pilar keempat demokrasi. Jurnalisme tidak boleh sekadar menjadi corong rilis pers pemerintah, melainkan harus turun ke lapangan, memotret langsung penderitaan warga akibat kebijakan keliru, lalu menyajikannya secara konsisten ke ruang publik hingga menjadi perhatian nasional.

​2. Membangun “Solidaritas Digital” (Gerakan Netizen)

​Di era digital, the power of netizen adalah instrumen penekan yang sangat ditakuti penguasa. Kampanye digital yang kreatif, pembuatan petisi online, hingga tagar (hashtag) yang menjadi tren global terbukti mampu memaksa pemerintah meninjau ulang kebijakan atau undang-undang yang kontroversial.

​3. Mengonsolidasikan Kekuatan Sipil (Civil Society)

​Gerakan kritik harus terintegrasi. Akademisi menyuplai analisis ilmiah, media menyebarluaskan informasi, lembaga hukum memberikan advokasi, dan elemen mahasiswa serta masyarakat melakukan aksi damai. Ketika seluruh elemen ini bersuara serentak dengan satu narasi yang kuat, tidak ada pemerintah yang bisa mendelegitimasi suara tersebut sebagai sekadar riak kecil.

​Kesimpulan

​Menolak diam bukan berarti kita membenci negara; justru sebaliknya, itu adalah bukti cinta tertinggi kita pada bangsa ini. Mengutip kembali substansi dari gambar di atas, membiarkan pemerintah berjalan tanpa kritik sama saja membiarkan mereka masuk lebih dalam ke jurang kesalahan.

​Membuka mata dan telinga pemerintah memang memerlukan energi besar dan konsistensi, namun menyerah pada keadaan bukanlah sebuah pilihan. Bersuara adalah hak, mengoreksi kekuasaan adalah kewajiban, dan merawat akal sehat adalah jalan satu-satunya agar bangsa ini tidak tersesat dalam kebebalan struktural.

Editorial : Bidang Politik Redaksi Infoplus9.com

Author

Jumadil Qubro

Redaksi INFOPLUS9.COM

Follow Me
Other Articles
Previous

Menjaga Mahakarya Sang Pencipta: Catatan Syukur dan Komitmen Hijau Warga Alltrek di Pancawati

Next

Opini: Menagih Komitmen Keadilan bagi Semua, Menghentikan Tradisi “Bagi-Bagi Kursi” di Lembaga Negara

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Merayakan dengan Kepedulian, Alap-Alap News Group Gelar Santunan Anak Yatim
  • Bayang-Bayang “Matel” di Cikupa: Ketika Jalanan Bukan Lagi Milik Warga
  • Kapolsek Tigaraksa Ikuti Gerak Jalan Santai Sambut HUT RI ke-81 di Kecamatan Jambe
  • RW 21 PERUMAHAN CLUSTER ROYAL KARAWACI “TURUN GUNUNG” SIAP GUNCANG TURNAMEN PIALA KELURAHAN SUKABAKTI HUT RI KE-81
  • Dinsos Pandeglang Respons Kondisi Warga Caringin, Bantuan Disalurkan dan Hunian Layak Diupayakan

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • Agustus 2026
  • Juli 2026
  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Januari 2025

Categories

You May Have Missed

TNI

Manunggal Dengan Rakyat, Koramil 06/Trs Baksos Kesehatan Gratis

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juli 7, 2026
Money Coin Investment Businessmen Business Bitcoin 1419843 Pxhere.com 440x440
Info Publik

The Hidden Potential of Bitcoin

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
September 30, 2025
Lokal Daerah

Warga Cluster Persada Jayanti Semarakkan HUT RI-81 Dengan Turnamen Bolo Voli Antar RT

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Agustus 2, 2026
Nasional

Tahukah Anda Siapa Pangeran Aryadilla, Sosok Terkenal di Kesultanan Banten

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juli 7, 2026
Sorotan

Krisis Kepemimpinan Pemuda di Pandeglang: Wakil Bupati Ambil Alih Ketua Karang Taruna, Sinyal Kegagalan Pembinaan Generasi Muda

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juli 21, 2026
Berita Daerah

Bupati Maesyal Rasyid Lepas Jalan Santai dan Teken Mou

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 24, 2026
Polri

Aipda Budiansyah Sambangi Tokoh Masyarakat, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas di Pasir Jaya

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 23, 2026
Plane Flight Sky Travel Aircraft Sunset 1575625 Pxhere.com 440x440
Info Publik

Top 7 Underrated Cities in Europe

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Oktober 1, 2025
Nasional

Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Nazali Lempo Layak Dipertimbangkan sebagai Jaksa Agung: Tegas, Berintegritas, dan Tidak Berkompromi terhadap Penegakan Hukum

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Agustus 7, 2026
Media Infoplus9.com adalah platform media siber yang berkomitmen menyajikan data dan peristiwa menjadi informasi aktual, tepercaya, dan mendalam. Mengusung nilai-nilai jurnalisme yang kuat, Infoplus9.com selalu mengedepankan pemberitaan yang profesional, objektif, dan berimbang (cover all sides) demi memenuhi hak masyarakat atas informasi yang akurat.
logo footer 01 free img
2301477

Menu

  • Home
  • About
  • Menu
  • Box Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Disclaimer
  • Our Article
Redaksi INFOPLUS9.COM Website : www.Infoplus9.com Email : Redaksiinfoplus9@gmail.com Facebook: Infoplus9.com Telp : 0838-7432-6509 Copyright 2026 — . All rights reserved.