Kisah Pilu Agustian: Ditipu Lowongan Kerja Palsu, Terlantar 5 Hari Hingga Dibantu Kasi Trantib Sukamulya

Saat Kasi Trantib Menitipkan ke Grab Online agar di bawa hingga Terminal bayangan Bitung
TANGERANG – INFOPLUS9.COM-Nasib malang menimpa Agustian (28), pemuda asal Dusun I Tanjung Kupang, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Niat hati merantau demi mengadu nasib, ia justru menjadi korban penipuan lowongan kerja palsu hingga terlantar menggelandang selama lima hari di wilayah Kabupaten Tangerang. Beruntung, penderitaannya berakhir setelah pihak Kelurahan Sukamulya turun tangan memberikan bantuan.
Kisah pilu ini bermula saat Agustian mendapatkan informasi dari kakaknya yang berada di Bandung mengenai lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan jasa pemasangan kabel wifi dan internet di daerah Tigaraksa. Berbekal semangat tinggi, Agustian berangkat dari kampung halamannya pada Minggu (7/6/2026).
Sesampainya di Tangerang, ia bertemu dengan seorang pria bernama Ahmad yang mengaku sebagai karyawan perusahaan tersebut. Ahmad kemudian menyuruh Agustian beristirahat di Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, sembari menunggu hari kerja pada Senin pagi.
Namun, kepercayaan itu berbuah petaka. Saat lengah, Ahmad membawa kabur tas kecil milik korban yang berisi ponsel dan dompet dengan uang tunai Rp400.000. Tidak hanya itu, uang sebesar Rp2,5 juta yang sebelumnya ditransfer oleh kakak korban ke rekening Ahmad sebagai biaya administrasi kerja pun raib tanpa jejak.
Terlunta-lunta dan Ditolak Dinsos
Dalam kondisi syok dan sebatang kara, Agustian disarankan oleh warga sekitar untuk melapor ke Polres Kota Tangerang. Usai melapor, ia sempat diantar ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang dengan harapan mendapatkan penampungan sementara. Tragisnya, menurut pengakuan Agustian, pihak Dinsos menolak dengan alasan tidak ada lagi anggaran untuk penanganan orang terlantar.

Agustian terpaksa bertahan hidup dengan tidur berpindah-pindah dari satu warung ke warung lain di sekitar kawasan Pemda Kabupaten Tangerang. Perjalanan panjangnya berlanjut ketika seorang anggota Kodim yang prihatin memberinya ongkos Rp5.000 untuk naik angkot hingga ke lampu merah.
Di sana, petugas PJR Satlantas mencoba membantunya naik ke bus jurusan Bandung agar ia bisa menyusul kakaknya di Cileunyi. Namun di tengah jalan, kondektur bus menurunkannya karena Agustian tidak mengantongi surat keterangan dari kepolisian.

Ia lalu mendatangi Mapolsek Cikupa dan berhasil mendapatkan Surat Ijin Jalan Nomor: SI/05/VI/2026/Sek.Ckp yang dikeluarkan pada Minggu (14/6/2026) dengan keterangan “Kehabisan Ongkos Untuk Pulang”. Berbekal surat itu, ia berjalan kaki kembali ke pertigaan Tigaraksa dan dibantu petugas lalu lintas untuk naik bus Primajasa. Lagi-lagi, tindakan tidak menyenangkan ia terima. Kondektur bus kembali menurunkannya di tengah jalan di depan PT Chingluh dengan alasan takut ada pemeriksaan di jalan.
Respons Cepat Kelurahan Sukamulya
Setelah lima hari terlunta-lunta dalam keputusasaan, Agustian akhirnya bermalam di sebuah masjid di Sukamulya. Oleh warga setempat, ia diarahkan ke Kantor Kelurahan Sukamulya pada Minggu (14/6/2026) dan diizinkan menginap di mushola kantor tersebut.
Mendengar laporan adanya warga terlantar yang menjadi korban kejahatan, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kelurahan Sukamulya, Akbar Zulizar, S.Sos., M.Si., langsung bergerak cepat. Pada Senin (15/6/2026) pagi, bersama dengan Binamas Kelurahan Sukamulya, pihak kelurahan langsung menemui Agustian untuk memastikan kondisinya.

Agustian bersama Kasi Trantib
Sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan prima kepada masyarakat, Akbar Zulizar bersama jajarannya memberikan bantuan logistik serta ongkos perjalanan tunai agar Agustian bisa pulang dengan aman hingga ke tempat tujuannya di Cileunyi, Bandung.
Saat dimintai keterangan, Kasi Trantib Kelurahan Sukamulya, Akbar Zulizar, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa tindakan ini merupakan kewajiban moral dan bentuk respons cepat tanggap aparatur sipil negara (ASN) dalam membantu siapapun yang mengalami musibah di wilayah kerjanya.
”Sudah menjadi tugas dan kewajiban kami selaku aparatur wilayah untuk memberikan perlindungan dan bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan, terlebih bagi mereka yang menjadi korban tindak kejahatan dan terlantar. Kami pastikan saudara Agustian mendapatkan ongkos yang cukup agar bisa kembali berkumpul dengan keluarganya di Bandung dengan selamat. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan lowongan kerja yang meminta sejumlah uang,” ujar Akbar Zulizar.
Kini, Agustian akhirnya bisa bernapas lega. Dengan kantong yang tak lagi kosong dan pengawalan serta kepedulian dari pihak kelurahan, pemuda asal Sumatera Selatan ini dapat melanjutkan perjalanannya pulang, membawa pulang pelajaran berharga dari kerasnya jalanan metropolitan.
“Terima kasih, Pak,” ujar Agsitian saat hendak naik ojeg online yang dipesan oleh Kasi Transtib.