Di Balik Seruput Kopi dan Kepulan Asap: Menjemput Inspirasi dan Menata Masa Depan Organisasi Usai Giat KORMI di Cikupa

Break Coffe
TANGERANG, INFOPLUS9.COM — Rangkaian acara Sosialisasi Senam Kesehatan dan Kebugaran yang diselenggarakan oleh KORMI Kabupaten Tangerang di Halaman Kantor Kecamatan Cikupa pada Jumat (17/7/2026) pagi berlangsung meriah dan penuh semangat.
Namun, ada pemandangan menarik dan sarat makna justru setelah acara formal tersebut usai. Di sebuah sudut yang santai, tergelar sebuah sesi “coffee morning” dadakan yang menyatukan berbagai tokoh lintas elemen.
Duduk santai beralaskan karpet rumput sintetis, sejumlah figur penting tampak terlibat dalam obrolan yang begitu hangat dan akrab. Hadir dalam momen istimewa tersebut Ketua Karang Taruna Kelurahan Sukamulya Arief Rahman Hidayat S.Sos yang akrab disapa Aden beserta sang istri, Tokoh masyarakat H. Murodi, Rian Maulana (anggota Katar Kelurahan Sukamulya), jurnalis senior Bang Kumis dari Media global.id, Assisten Camat Cikupa Dika, serta Jumadil Qubro, jurnalis sekaligus Pimpinan Perusahaan Media Siber infoplus9.com.

Ketua Karang Taruna Arief Rahman Hidayat, S Sos dan Dwi Fitria Fadliyami, S.M.(Istri) di acara Kormi
Sesi rehat ngopi usai kegiatan ini bukanlah sekadar ajang pelepas lelah. Lebih dari itu, momen ini menjelma menjadi instrumen penting dalam mencairkan suasana dan merajut sinergi. Tanpa sekat birokrasi maupun batasan protokoler yang kaku, kebersamaan yang ditemani secangkir kopi ini menjadi wadah bertukarnya gagasan-gagasan brilian terkait organisasi dan kemasyarakatan. Di titik inilah, seringkali jalan keluar dan ide cemerlang justru ditemukan.
”Kehadiran ruang diskusi santai seperti ini sangat berharga. Saya dan istri melihat bahwa silaturahmi yang terbangun di momen informal seperti ini justru sangat kuat. Kita bisa bertukar pikiran, mencari solusi, dan saling mendukung program tanpa rasa canggung,” ujar Arief Rahman Hidayat S.Sos (Aden) saat menanggapi serunya suasana diskusi pagi itu bersama sang istri di sampingnya.

Bagi kalangan aktivis, tokoh agama, aparatur pemerintahan, maupun jurnalis, suasana guyub dan membaur ini terbukti ampuh memantik kreativitas. Bang Kumis, yang mewakili Media global.id, memberikan pandangan mendalam mengenai keajaiban filosofis dari sebuah sesi coffee morning.
”Break ngopi usai kegiatan itu adalah sesuatu yang sempurna. Kalau kita bicara tentang kegiatan dan inovasi, ide-ide kreativitas itu kadang justru muncul di saat kita sedang asyik menyeruput kopi ditemani kepulan asap rokok. Di momen tanpa beban inilah, ide dan masa depan organisasi itu terbentuk dengan sangat tajam dan cemerlang,” ungkap Bang Kumis menggarisbawahi pentingnya sebuah interaksi yang mengalir natural.
Duduknya tokoh-tokoh dari ragam latar belakang—pemerintahan (Kecamatan), kepemudaan (Karang Taruna), pembina keagamaan (KUA), hingga kontrol sosial (media massa)—membuktikan bahwa kolaborasi di Kabupaten Tangerang, khususnya di Kecamatan Cikupa, terus terjalin erat. Jumadil Qubro turut melihat momen ini sebagai aset penting di dunia jurnalistik yang tidak sekadar memberitakan peristiwa seremonial, tetapi juga merekam proses sinergi behind the scene yang bernilai positif dan konstruktif bagi khalayak luas.
Secangkir kopi pagi itu telah menunaikan tugasnya dengan sempurna. Tidak hanya mengembalikan energi raga seusai senam kebugaran, tetapi lebih jauh lagi: merekatkan persaudaraan, memicu inspirasi segar, dan merajut langkah besar untuk masa depan wilayah serta organisasi yang mereka emban.

