Asap TPA Jatiwaringin Berdampak ke Warga, Polresta Tangerang Buka Layanan Kesehatan

Tangerang-INFOPLUS9.COM-Polresta Tangerang melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) membuka layanan bakti kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Kegiatan dilaksanakan di lokasi pengungsian di Kampung Jungkel, Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Jumat (3/7/2026).
“Layanan kesehatan diberikan sebagai respons cepat terhadap dampak sebaran asap kebakaran yang dirasakan warga di sejumlah wilayah sekitar TPA Jatiwaringin,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.
Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, konsultasi dengan dokter umum dan pemberian obat dan vitamin.
“Serta pembagian masker guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap,” ujar Indra Waspada.
Dia juga mengatakan, pelayanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat, khususnya dalam situasi darurat.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan akses layanan kesehatan dengan cepat,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran personel Sidokkes di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian Polri. Langkah tersebut agar warga tetap sehat di tengah kondisi yang sedang dihadapi.
Dia menambahkan, selain membantu proses pengamanan dan penanganan kebakaran, Polresta Tangerang juga berupaya meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan masyarakat.
Indra Waspada mengimbau warga yang mulai merasakan keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, maupun gangguan kesehatan lainnya agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Serta tidak memaksakan beraktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak.
“Pencegahan jauh lebih baik agar kondisi tidak semakin memburuk,” ujarnya.
Selain pelayanan kesehatan, personel Polresta Tangerang juga terus melakukan patroli dan pengamanan permukiman warga yang ditinggalkan mengungsi. Serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin.
Indra Waspada menegaskan, Polresta Tangerang akan terus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga situasi benar-benar kembali normal.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas yang terus kami kedepankan,” pungkasnya.
Read MorePusat Krisis Kesehatan Kemenkes Dirikan Posko Darurat di Rajeg

RAJEG-INFOPLUS9.COM–Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan bergerak cepat menangani warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk, Kabupaten Tangerang, Jumat, 3 Juli 2026.
Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Puskesmas Rajeg, sebuah tenda posko pelayanan kesehatan darurat didirikan di Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg.
Posko kesehatan ini difungsikan sebagai pusat rujukan pertama bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan pertolongan medis cepat dan gratis.
Perwakilan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Syamsul Ahmad menyatakan, Posko berbentuk tenda kesehatan ini disiagakan penuh bersama para staf medis demi menjamin akses kesehatan warga terdampak tetap terpenuhi.
“Tenda kesehatan ini tentu menjadi pusat rujukan pertama bagi masyarakat kita yang sedang membutuhkan pertolongan layanan bidang kesehatan,” ujar Syamsul Ahmad saat memberikan keterangan di Posko Kesehatan Desa Tanjakan Mekar, Rajeg.
Dalam pemasangan tenda tersebut, Syamsul Ahmad didampingi langsung oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Rajeg drg. Tohiroh, serta perwakilan Kepala Bidang (Kabid) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Selain memberikan pelayanan medis dasar di tempat, posko kesehatan ini juga mengantisipasi pasien yang membutuhkan penanganan lebih serius. Pihak Kemenkes dan Dinkes telah menyiagakan sejumlah armada ambulans yang siap bergerak kapan saja.
“Selanjutnya jika memang keberadaan si pasien tersebut membutuhkan bantuan yang lebih pro kepada rumah sakit rujukan misalnya, maka pada saat itu pula kami siapkan beberapa armada Puskesmas, mobil ambulans untuk dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan (yang lebih tinggi),” imbuhnya.
Wartawan: AGOUNG
Read MoreDoa dan Sedekah Domba Tokoh Masyarakat Kecamatan Mauk, Berharap Kebakaran TPA Jatiwaringin Segera Padam

MAUK-INFOPLUS9.COM-Dampak kebakaran hebat yang melanda TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terus memicu keprihatinan dari berbagai pihak.
Pasalnya, musibah ini kini telah berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar, terutama terkait ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Merespons bencana yang kini disebut-sebut sebagai musibah besar tersebut, salah seorang tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa (Kades) Jatiwaringin Haji Maskur menunjukkan kepeduliannya.
Ia menyedekahkan satu ekor domba jantan untuk disembelih sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan penolak bala agar musibah kebakaran ini cepat mereda.
Prosesi penyerahan sedekah dan doa bersama dipimpin langsung oleh seorang perwakilan tokoh agama setempat di area TPA Jatiwaringin, Mauk.
“Alhamdulillah, hari ini saya dipanggil oleh Pak Haji Lurah Maskur (mantan Kades Jatiwaringin) yang berniat tulus dan ikhlas bersedekah satu ekor domba jantan. Insyaallah sedekah ini ditujukan untuk masyarakat, khususnya para petugas yang sedang berjuang membantu menangani musibah kebakaran di pembuangan akhir sampah (TPA Jatiwaringin),” ujarnya sebelum memulai doa, Jumat sore, 3 Juli 2026.
Melalui sedekah hewan ternak dan untaian doa keselamatan, warga setempat berharap ada keajaiban serta kelancaran bagi para petugas pemadam kebakaran dan relawan yang sedang berjibaku di lapangan.
“Mudah-mudahan dengan satu ekor domba ini, Allah merahmatinya sore hari ini, dan memberkahi niat Pak Haji Lurah Maskur. Kita berdoa agar Allah segera menyelesaikan musibah besar ini karena dampaknya sudah sangat luas, termasuk risiko ISPA bagi masyarakat,” tambahnya.
Setelah memberikan keterangan, suasana di lokasi mendadak hening dan khidmat saat doa bersama mulai dipanjatkan. Dengan khusyuk, mantan Kades Maskur bersama perwakilannya melafalkan selawat dan doa, memohon keselamatan dunia akhirat serta kelancaran dalam penanggulangan bencana.
Usai doa bersama selesai dipanjatkan, penyembelihan domba jantan tersebut segera dimulai
Wartawan: Dimas
Read MoreDiduga Tanpa Papan Informasi, Proyek Bedah Rumah di Desa Pangkat Jadi Sorotan; Camat dan Pemdes Mengaku Belum Mengetahui

KABUPATEN TANGERANG (BANTEN) – INFOPLUS9.COM-Proyek pembangunan bedah rumah yang diduga bersumber dari anggaran Pokok Pikiran (Pokir) anggota legislatif di Kampung Kuya RT 001/RW 003, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, menjadi perhatian publik. Pasalnya, proyek tersebut diduga dilaksanakan tanpa memasang papan informasi proyek sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan pada Kamis (2/7/2026), terdapat dua unit rumah yang sedang dibangun dan baru memasuki tahap pekerjaan pondasi. Di lokasi tidak terlihat papan informasi proyek yang memuat identitas pekerjaan, sumber pendanaan, nilai anggaran, pelaksana kegiatan, maupun waktu pelaksanaan.
Selain itu, berdasarkan pengamatan di lapangan, para pekerja juga tampak belum menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lazim diterapkan dalam standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Sementara itu, pengawas atau mandor pelaksana juga tidak terlihat berada di lokasi saat proses pekerjaan berlangsung.
Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan bahwa papan informasi proyek belum terpasang.
“Papan proyek belum dipasang, saya belum tahu. Kalau bahan materialnya disuplai dari toko material,” ujarnya singkat.
Ketua RT 001/RW 003 Kampung Kuya, Zaenal, mengaku tidak pernah menerima pemberitahuan maupun koordinasi terkait pelaksanaan proyek tersebut.
“Kegiatan tersebut sama sekali tidak ada koordinasi ke saya, padahal lokasinya tepat di samping rumah saya,” kata Zaenal saat ditemui di kediamannya.
Ketua Media Center Jayanti (MCJ), Bonai Supriyadi, menilai setiap proyek yang menggunakan anggaran negara harus dilaksanakan secara terbuka agar masyarakat dapat mengetahui asal-usul kegiatan maupun penggunaan anggarannya.
“Masyarakat berhak mengetahui proyek tersebut berasal dari instansi mana, sumber dan besaran anggarannya. Apabila tidak ada papan informasi proyek, tentu dapat menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Pemerintah Kecamatan Jayanti maupun Pemerintah Desa Pangkat mengaku belum mengetahui adanya proyek tersebut.
Staf Perencanaan Kecamatan Jayanti, Suanda, mengatakan pihaknya tidak menerima informasi maupun tembusan terkait kegiatan dimaksud.
“Saya juga tidak tahu itu kegiatan siapa. Tidak ada tembusan sama sekali ke kami,” katanya.
Hal senada disampaikan Camat Jayanti, Yandri. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut bukan merupakan kegiatan Pemerintah Kecamatan Jayanti.
“Itu bukan kegiatan kecamatan. Program bedah rumah dari kecamatan belum dimulai karena masih dalam proses e-PL. Kami juga tidak memiliki kegiatan RTLH dari Pokir dewan. Jadi kami tidak mengetahui proyek tersebut berasal dari instansi mana, namun yang dapat saya pastikan itu bukan pekerjaan Kecamatan Jayanti,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pangkat, Sihabudin, mengaku baru mengetahui adanya kegiatan pembangunan tersebut setelah dikonfirmasi oleh awak media.
“Kami tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut. Justru kami juga ingin menanyakan kapan kegiatan itu dimulai,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti pihak pelaksana maupun instansi yang bertanggung jawab atas proyek pembangunan bedah rumah tersebut. Media masih berupaya melakukan penelusuran dan menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi mengenai sumber pendanaan, pelaksana kegiatan, serta legalitas proyek dimaksud.
Apabila proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah, pemasangan papan informasi proyek merupakan bagian dari prinsip transparansi dan akuntabilitas publik sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, masyarakat berharap pihak yang berwenang segera memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah publik.
Read MoreTerdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kecamatan Rajeg Gelar Salat Tolak Bala Bersama Unsur Tiga Pilar

RAJEG-INFOPLUS9.COM–Merespons musibah kebakaran hebat yang melanda TPA Jatiwaringin hingga asapnya berdampak terhadap masyarakat di Desa Tanjakan Mekar dan Desa Rajeg Mulya, Pemerintah Kecamatan Rajeg menggelar ibadah Salat Istisqo sekaligus tolak bala bersama unsur Tiga Pilar, Jumat pagi, 3 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.15 WIB di Lapangan Kantor Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.
Agenda ini diinisiasi langsung oleh Camat Rajeg Oman Apriaman, S.KM., S.IP., M.Si., sebagai bentuk ikhtiar spiritual demi keselamatan warga.
Camat Rajeg Oman Apriaman menjelaskan, gerakan ibadah bersama ini sengaja digelar setelah terjadinya musibah kebakaran yang berdampak kepada masyarakat di wilayah Tanjakan Mekar dan Rajeg Mulya.
“Salat Tolak Bala ini merupakan bentuk permohonan doa kita kepada Allah Subhanahu Wa Taala agar wilayah Kecamatan Rajeg senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya, bencana dan musibah, khususnya seperti dampak kebakaran TPA Jatiwaringin yang baru-baru ini,” ujar Oman Apriaman.

Sebanyak kurang lebih 50 jemaah yang terdiri dari unsur pemerintahan, TNI-Polri, tokoh agama hingga organisasi masyarakat hadir memadati lapangan kecamatan dengan menerapkan suasana yang khusyuk.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan Kecamatan Rajeg untuk menunjukkan sinergi dan kepedulian yang kuat terhadap warga yang terdampak, di antaranya Camat Rajeg Oman Apriaman, Kapolsek Rajeg AKP Yono Taryono, Sekcam Rajeg Deni Septiawan, unsur Koramil 12/Rajeg yang diwakili Serma Toni Yuda dan Serka Kusnanto, Jajaran Kanit Polsek Rajeg, Kades/Lurah dan Pengurus GP Ansor Kecamatan Rajeg.
Ibadah Salat Tolak Bala dipimpin langsung oleh salah seorang tokoh agama setempat, Ustad Saefudin.
Sebelum salat dimulai, Ustad Saefudin memberikan arahan dan petunjuk mengenai tata cara pelaksanaan salat dua rakaat tersebut kepada para jemaah.
Rangkaian ibadah yang meliputi takbiratul ihram, pembacaan surat-surat pendek hingga tahiyyat akhir dilaksanakan secara berjamaah.
Setelah salam, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa tolak bala bersama yang dipimpin oleh Ustad Saefudin secara khusyuk.
Seluruh rangkaian kegiatan spiritual ini berakhir pada pukul 08.50 WIB.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jalannya acara berlangsung dengan aman, lancar dan kondusif.
WARTAWAN:DIMAS
Read MoreDampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk, 122 Warga Tanjakan Mekar dan Rajeg Mulya Tangerang ISPA dan Hipertensi

RAJEG-INFOPLUS9.COM-Dampak asap akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, mulai mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Posko Kesehatan di Desa Tanjakan Mekar dan Desa Rajeg Mulya melaporkan sebanyak 122 warga telah berobat akibat mengalami berbagai gangguan kesehatan selama dua hari terakhir.
Berdasarkan data rekapitulasi gabungan posko kesehatan sejak 30 Juni hingga 2 Juli 2026, mayoritas pasien yang datang mengeluhkan penyakit saluran pernapasan.
Dari total 122 pasien yang ditangani oleh tim medis di kedua desa terdampak, kelompok dewasa menjadi yang paling banyak mencari pengobatan.
Berikut adalah rincian profil pasien yang mendatangi posko kesehatan. Anak-anak: 9 orang. Dewasa 82 orang. Lansia 31.
Sementara itu, khusus untuk laporan harian pada Kamis, 2 Juli 2026, mulai pukul 07.30 hingga 13.00 WIB, posko kesehatan sudah menerima kunjungan sebanyak 60 pasien, dengan rincian 5 anak-anak, 40 orang dewasa, dan 15 lansia.
Paparan asap dari kebakaran TPA Jatiwaringin diduga kuat menjadi pemicu utama melonjaknya keluhan kesehatan warga.
Tim medis di lapangan mencatat ada empat diagnosis penyakit terbanyak yang diderita oleh masyarakat, yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sakit kepala (cephalgia), dispepsia (gangguan pencernaan), hipertensi (tekanan darah tinggi).
Jenis obat-obatan yang paling banyak dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan pasien meliputi Paracetamol (PCT), Antasida, CTM dan Amlodipin.
Wartawan:AGOUNG
Read MoreProyek Bedah Rumah di Kampung Kuya Diduga Minim Transparansi, Papan Informasi Belum Terpasang

KABUPATEN TANGERANG-INFOPLUS9.COM- Proyek pembangunan bedah rumah yang didanai melalui anggaran pokok pikiran (Pokir) anggota dewan di Kampung Kuya, RT 001/RW 003, Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek yang telah berjalan selama dua hari tersebut belum dilengkapi papan informasi proyek, Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lokasi, proyek tersebut mencakup pembangunan dua unit rumah. Saat ini pekerjaan masih berada pada tahap pengerjaan pondasi.
Saat dikonfirmasi, salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya mengaku belum mengetahui alasan belum dipasangnya papan informasi proyek.
“Papan proyek belum dipasang, saya belum tahu. Untuk bahan material disuplai dari toko material,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 001/RW 003 Kampung Kuya, Zaenal, mengaku tidak menerima pemberitahuan maupun koordinasi terkait pelaksanaan proyek tersebut.

“Kegiatan ini tidak ada koordinasi dengan saya, padahal lokasinya tepat di samping rumah saya,” katanya.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, papan informasi proyek belum terlihat terpasang. Selain itu, tidak tampak pengawas maupun mandor pelaksana di lokasi pekerjaan. Sejumlah pekerja juga terlihat belum menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagai bagian dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Ketua Media Center Jayanti (MCJ), Bonai Supriyadi, menilai setiap proyek yang dibiayai menggunakan anggaran negara semestinya mengedepankan prinsip transparansi.
“Setiap proyek yang menggunakan uang negara atau bersumber dari pajak masyarakat seharusnya memasang papan informasi. Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui sumber anggaran, nilai proyek, pelaksana kegiatan, serta jangka waktu pelaksanaannya,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi terkait pelaksanaan proyek tersebut.
Read MoreSinergi Membangun Wilayah, Tokoh Pemuda Sukamulya “Bang Jek” Nyatakan Dukungan Penuh Untuk Program Karang Taruna

KABUPATEN-INFOPLUS9.COM-Tokoh pemuda Kelurahan Sukamulya yang akrab disapa Bang Jek secara terbuka menyatakan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap seluruh program kerja yang digagas oleh pengurus Karang Taruna Kelurahan Sukamulya. Langkah ini diambil guna mendorong akselerasi poteni generasi muda serta memperkuat kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayah”Kamis (2/7/2026).
Sebagai figur yang aktif mendampingi pergerakan anak muda. Bang Jek menilai bahwa Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai wadah pengembangan kreativitas dan kepedulian sosial. Menurutnya kolaborasi antara tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang positif dan produktif.
“Kami sangat mengapresiasi dan siap mengawal setiap program inovatif yang dicanangkan oleh rekan-rekan Karang Taruna. Pemuda adalah penggerak roda perubahan di Kelurahan Sukamulya. Oleh karen itu, sinergi itu harus kita rawat agar membawa dampak nyata bagi masyarakat, “ujar Bang Jek.
Kepada pengurus Karang Taruna yang baru saja terpilih, saya menyampaikan jangan ragu dan jangan segan untuk berkomunikasi serta menyampaikan kebutuhan. Kami siap menjadi tempat berbagi pengalaman dan memberitahu arahan agar langkah yang diambil senantiasa berada di jalur yang benar dan bermanfaat.
“Ingatlah jabatan ini adalah sebagai sarana untuk mengabdi belajar, dan membawa perubahan positif bagi Sukamulya, ” harapnya.
Saya juga mengajak seluruh pemuda disini untuk bersatu, tinggalkan perbedaan pendapat yang tidak perlu, dan satukan tekad membangun lingkungan kita. Dengan semangat Guyub Ngahiji saya yakin tidak ada hal yang tidak bisa kita capai bersama.
“Semoga Karang Taruna Kelurahan Sukamulya semakin maju, semakin bermanfaat dan menjadi kebanggaan warga. Semoga setiap langkah dan usaha kita senantiasa diberi kemudahan serta ridha oleh Tuhan Yang Maha Esa. Mari kita buktikan bahwa pemuda Sukamulya mampu perpreatasi, berkarya, dan membawa kemajuan bagi Kelurahan tercinta, ” pungkasnya.
Read MoreSurat Kematian Dipersulit, Warga Pondok Permai Tetap Kecewa Meski Lurah Kutabaru Sudah Klarifikasi

KABUPATEN TANGERANG-INFOPLUS9.COM- Meski Lurah Kutabaru Ai Nurmayati, S.IP telah menyampaikan permohonan maaf dan memberikan klarifikasi terkait kendala pengurusan surat kematian, warga yang mengurus dokumen tersebut mengaku masih menyisakan kekecewaan atas pelayanan yang diterimanya.
Warga mengaku harus bolak-balik mendatangi kediaman Ketua RW untuk meminta tanda tangan dan stempel sebagai syarat administrasi. Menurutnya, situasi tersebut sangat melelahkan karena terjadi di tengah suasana duka setelah anggota keluarganya meninggal dunia.
Warga berharap kejadian serupa tidak dialami masyarakat lain. Menurutnya, pelayanan administrasi kepada warga, khususnya dalam kondisi kedukaan, seharusnya dapat dilakukan dengan sikap yang lebih responsif dan humanis.
Sebelumnya, Lurah Kutabaru Ai Nurmayati, S.IP menjelaskan bahwa Ketua RW saat itu sedang sakit sehingga tidak dapat menjalankan aktivitas seperti biasa. Selain itu, stempel RW sempat tertinggal di tempat beliau bekerja karena digunakan secara mendadak sehari sebelumnya.
Ai Nurmayati juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas ketidaknyamanan yang terjadi serta menegaskan bahwa selama ini pelayanan RT dan RW di Kelurahan Kutabaru dinilai cukup baik, bahkan bersedia melayani warga hingga malam hari apabila dibutuhkan.
Dengan adanya perbedaan sudut pandang antara warga dan pihak pemerintah kelurahan, diharapkan persoalan ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama agar pelayanan administrasi di lingkungan Kelurahan Kutabaru semakin cepat, profesional, dan tetap mengedepankan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.
Wartawan:dimas
Read MoreHari Bhayangkara Ke-80. Karang Taruna Desa Cikupa Apresiasi Dedikasi dan Sinergitas Polsek Cikupa

TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Karang Taruna Desa Cikupa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khusunya Polsek Cikupa Polresta Tangerang, atas dedikasi tanpa henti dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mengayomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Ucapan ini disampaikan langsung oleh Ketua Karang Taruna Desa Cikupa Abdul Muzid yang juga sebagai Ketua Grib Jaya Kecamatan Cikupa lebih akrab disapa (Adung) dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada hari ini, “Rabu (1/7/2026).
Dengan mengusung tema” Polri untuk masyarakat “Hari Bhayangkara tahun ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan tranformasi Polri yang semakin presisi modern, humanis, dan terpercaya.
Abdul Muzid (Adung) Ketua Karang Taruna Desa Cikupa yang juga merupakan Ketua PAC Ormas Grib Jaya menyatakan bahwa kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat Desa Cikupa bukan sekedar penegak hukum, melainkan Mitra strategis kepemudaan dalam menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, dan produktif.
” Kami selalu perwakilan generasi muda di Desa Cikupa mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 untuk seluruh insan Bhayangkara. Sinergitas yang selama ini terjalin antara Karang Taruna, Pemerintah Desa, dan Polsek Cikupa telah terbukti nyata dalam menjaga kamtibmas serta mendukung berbagai kegiatan positif kepemudaan, “ujar Adung.

Ia juga menambahkan,bahwa pendekatan humanis yang konsisten ditunjukkan oleh aparat Kepolisian di wilayah hukum Kecamatan Cikupa berhasil membangun rasa aman yang mendalam dihati warga. Karang Taruna Desa Cikupa siap berkomitmen penuh untuk terus berkolaborasi dengan Polri dalam mengawal persatuan bangsa serta menjaga stabilitas sosial di wilayah nya.
“Melalui momentum bersejarah ini, Karang Taruna Desa Cikupa berharap Polri Kedepan semakin dicintai oleh rakyat, terus mengabdi dengan tulus, serta tiada henti mengawal kemajuan dan kesejahteraan Indonesia, “harapnya.
“Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia. Semoga Polri terus kaya, mengabdi tiada henti untuk negeri dan selalu hadir sebagai pelindung sejati bagi seluruh masyarakat, ” Pungkasnya.
(HK72)
Read More