Lurah Soni Rahmat Sonjaya Kelurahan Sukamulya Buka Gelaran MWKT Masa Bakti 2026-2031

TANGERANG – Karang Taruna Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, resmi menggelar Musyawarah Warga Karang Taruna (MWKT) untuk masa bakti 2026-2031, Minggu (28/6/2026).
Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Kelurahan Sukamulya, kegiatan ini mengusung tema “Bersama Karang Taruna Saatnya Generasi Muda Beraksi, Berinovasi dan Berkarya Nyata untuk Sesama.”
Acara di awali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Karang Taruna
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kelurahan Sukamulya Soni Rahmat Sonjaya, SIP dan jajaran, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cikupa Hasan Basri, Ketua Karang Taruna Kelurahan Sukamulya Munandar Suaran, serta jajaran Binamas/Babinsa. Turut hadir pula tokoh masyarakat, Ketua MUI Kelurahan Sukamulya Ust. Pepen Ghozali, Ketua LPM, Kader PKK, serta para Ketua RT/RW setempat.

Dalam laporannya, Didi Ketua Panitia Pelaksana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun materiel sehingga acara ini dapat terlaksana.
Ia menekankan pentingnya peran pemuda yang tidak hanya sekadar simbolis, tetapi harus mampu memberikan aksi nyata bagi lingkungan.
Sementara Ketua Karang Taruna Kelurahan Sukamulya, Munandar Suaran, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu di hari libur untuk memberikan dukungan kepada generasi muda.

Ia berharap melalui momentum MWKT ini, organisasi dapat lebih maju dan memberikan kontribusi nyata di wilayah masing-masing
”Harapan saya, kepengurusan ke depan dapat membawa perubahan yang lebih baik, aktif dalam bersosialisasi di masyarakat, serta mampu menjalin sinergi dan berdampingan dengan pihak pemerintah dalam membangun wilayah,” ujar Munandar.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Cikupa, Hasan Basri, menambahkan pentingnya regenerasi organisasi yang sehat. Ia berharap kepengurusan baru nanti dapat lebih progresif dan aktif dalam mempublikasikan setiap kegiatan positif melalui media sosial agar masyarakat dapat melihat langsung peran aktif para pemuda.
“Dan terus gaungkan Mars Karang Taruna, dimana saja dan Saya himbau agar karang taruna menjadi lembaga mandiri yang tidak tergantung dari Pemerintah baik dalam kegiatannya maupun dalam anggarannya, saya yakin bisa Lembaga Karang Taruna ,” ucapnya.
Kepala Kelurahan Sukamulya, Soni Rahmat Sonjaya, saat membuka acara secara resmi, memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya persatuan.
Ia mengibaratkan organisasi seperti sapu lidi yang akan kuat jika diikat bersama.
”Semoga kepengurusan yang akan datang bisa terus bersinergi dengan pihak kelurahan. Kita harus tetap bersatu layaknya sapu lidi; jika bercerai-berai akan sulit digunakan, namun jika bersatu, kita akan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan di lingkungan kita,” ujar Lurah Soni.
Prosesi musyawarah dilanjutkan dengan sidang pleno untuk menetapkan ketua dan pengurus baru periode 2026-2031.
Acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MUI Kelurahan Sukamulya, Ust. H. Pepen Ghozali.

Hingga berita ini diturunkan, sidang musyawarah masih berlangsung untuk merumuskan agenda strategis kepengurusan Karang Taruna Kelurahan Sukamulya yang baru.
Read MoreDemo Berlarut-Larut di Depan PT Molex Ayus: Saat Perjuangan Kehilangan Simpati dan Mengorbankan Hak Warga

screensoot di platform tiktok
TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung selama berminggu-minggu di depan PT Molex Ayus, Cikupa, kini tak lagi dipandang sebagai sebuah perjuangan hak, melainkan menjadi beban nyata bagi masyarakat sekitar dan para pengguna jalan. Apa yang dimulai sebagai upaya memperjuangkan kesejahteraan, kini justru menuai gelombang kritik tajam dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari netizen di media sosial hingga warga yang terdampak langsung secara ekonomi.
Kekecewaan Netizen: “Bikin Macet Jalan Bos!”
Di platform media sosial seperti TikTok, kolom komentar pada video terkait aksi FSPMI dipenuhi dengan cibiran dan rasa frustrasi. Netizen tidak lagi melihat urgensi dari demo tersebut, melainkan hanya melihat kemacetan yang merugikan aktivitas sehari-hari.
Berikut adalah rangkuman beberapa komentar negatif yang mencerminkan kekecewaan publik:
- “BU PAK INI KAPAN SELESAINYA AKU TELAT TERUSSS” — (Alpina not Alvina)
- “Punya masalah internal dengan manajemen tapi kenapa orang banyak kena imbasnya.. bikin susah pengguna jalan lain. Ayolah tolong pikirkan orang lain juga” — (EKO Cah Lintas Timur)
- “Bikin macet jalan bos” — (HAWU CHUS)
- “Waduh, nggak kuat macetnya kok mesti lanjut demo di tengah jalan” — (Komentar netizen)
- “Bikin macet” — (Daffa Alfarizi)
- “Parah emang” — (Toko martin)
- “Bubarin aja sama warga sekitar” — (Warga lokal)

Kritik-kritik ini bukan sekadar luapan amarah sesaat, melainkan jeritan mereka yang haknya untuk beraktivitas terhambat demi ego sekelompok orang.
Realita di Lapangan: Perut Tak Bisa Digadaikan
Dunia nyata jauh lebih keras daripada sekadar retorika di depan pabrik. Abdul, seorang warga Desa Bitung yang bergantung hidup dari berjualan ke pasar, harus berangkat lebih pagi dan menghadapi kekacauan lingkungan akibat kemacetan yang dipicu oleh aksi penutupan jalan. Bagi orang seperti Abdul, demo ini bukan lagi soal kenaikan upah, melainkan soal kelangsungan hidupnya yang terancam.
Harus diakui, setiap manusia memiliki keinginan dan target ideal. Namun, ketika perjuangan tersebut melampaui batas dengan menyandera kepentingan umum dan merugikan ekonomi warga kecil, maka legitimasi perjuangan itu sendiri patut dipertanyakan.
Sangat menyedihkan melihat bagaimana solidaritas sesama buruh kini pecah. Faktanya, sudah ada anggota FSPMI yang memilih mundur dari aksi dan kembali bekerja bersama rekan-rekan mereka yang telah mencapai kesepakatan damai dengan perusahaan. Mereka sadar akan satu hal yang sangat prinsipil: Perut anak dan istri tidak bisa digadaikan dengan janji manis perjuangan yang tak kunjung usai.
Anak-anak di rumah butuh susu, biaya sekolah harus dibayar, dan dapur harus tetap mengebul. Kehidupan tidak berhenti hanya karena mediasi buntu atau ego serikat yang terus dipaksakan. Bekerja dengan upah yang disepakati adalah bentuk tanggung jawab nyata kepada keluarga, jauh lebih terhormat daripada memaksakan kehendak yang justru melumpuhkan produktivitas dan memicu kebencian masyarakat.
Menuju Benturan Sosial
Kekhawatiran pengamat sosial di Kecamatan Cikupa sangat beralasan. Ketika masyarakat sudah tidak lagi bersimpati dan merasa dirugikan secara terus-menerus, benturan fisik antara warga dan peserta aksi hanyalah menunggu waktu.
Sudah saatnya kawan-kawan buruh yang masih bertahan di jalan raya untuk menepi dan menata nurani. Jangan biarkan perjuangan yang awalnya mulia berubah menjadi aksi yang dibenci oleh lingkungan sendiri. Kembalilah bekerja, berdamailah dengan realita, karena tanggung jawab utama seorang kepala keluarga adalah memastikan keberlangsungan hidup orang-orang yang dicintainya, bukan menuntut kesempurnaan di atas penderitaan orang lain.
Ingatlah, simpati masyarakat adalah modal sosial yang besar. Jika modal itu sudah hilang, maka yang tersisa hanyalah kesendirian dalam menuntut, sementara hidup terus berjalan dan waktu tidak akan menunggu bagi mereka yang terjebak dalam egonya sendiri.
Read MoreRT 007 RW 03 Cluster Neo Mediterania Sosialisasikan Informasi TPU dan Program Santunan Kematian untuk Warga

Kabupaten Tangerang-INFOPLUS9.COM– Pengurus RT 007 RW 03 Cluster Neo Mediterania terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan kepedulian kepada warga melalui penyampaian informasi mengenai Tempat Pemakaman Umum (TPU) serta Program Santunan Kematian.
Dalam informasi yang disampaikan kepada masyarakat, dijelaskan bahwa lahan TPU warga Neo Mediterania telah diserahkan oleh pihak pengembang kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang berdasarkan Berita Acara Serah Terima (BAST) tertanggal 2 November 2023. Lokasi TPU berada di Desa Buniyu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, dengan luas lahan sekitar 900 meter persegi.
Pengurus RT juga menjelaskan berbagai persyaratan administrasi yang harus dipenuhi apabila terjadi musibah kematian, di antaranya KTP almarhum/almarhumah, KTP ahli waris, Kartu Keluarga, surat keterangan kematian dari rumah sakit atau desa, serta surat pengantar dari RT/RW.
Selain itu, warga diberikan gambaran mengenai estimasi biaya pemakaman yang saat ini berkisar antara Rp3,8 juta hingga Rp4 juta, sehingga keluarga dapat mempersiapkan diri apabila sewaktu-waktu menghadapi musibah.
Sebagai bentuk solidaritas dan semangat gotong royong, RT 007 RW 03 juga menjalankan Program Santunan Kematian dengan iuran sebesar Rp15.000 per rumah setiap bulan. Melalui program tersebut, ahli waris warga yang memenuhi persyaratan berhak menerima santunan sebesar Rp4.000.000, yang dapat digunakan untuk membantu biaya pemakaman maupun kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.

Hingga 12 Juni 2026, total dana santunan yang telah terkumpul mencapai Rp7.875.002. Pengelolaan dana dilakukan secara terbuka sebagai wujud transparansi kepada seluruh warga.
Ketua RT 007 RW 03, Aulia Rizky, S.T., M.PWK, mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersamaan dan disiplin dalam membayar iuran santunan. Menurutnya, program ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat bermanfaat bagi warga yang sedang mengalami musibah.
“Iuran santunan adalah bentuk gotong royong dan kepedulian antarwarga untuk membantu keluarga yang sedang tertimpa musibah,” ujar Ketua RT dalam informasi yang dipublikasikan.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh warga Neo Mediterania semakin memahami prosedur pemakaman, manfaat program santunan kematian, serta pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan saling membantu di lingkungan RT 007 RW 03.
Agoung
Read MorePartisipasi Warga Neo Mediterania Wujudkan Santunan 52 Anak Yatim RW 03, Terkumpul Dana Rp22 Juta

Rajeg-INFOPLUS9.COM, 24 Juni 2026 – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh warga Neo Mediterania dalam kegiatan Santunan Anak Yatim RW 03 yang dilaksanakan di Masjid Jami Darul Akbar RW 03 Mekarsari, Rajeg, pada Rabu (24/6/2026) ba’da Dzuhur.
Kegiatan santunan yang menjadi agenda rutin setiap bulan Muharram ini bertujuan untuk membantu sekaligus memberikan perhatian kepada anak-anak yatim di lingkungan RW 03. Melalui partisipasi aktif warga Neo Mediterania, berhasil terkumpul dana santunan sebesar Rp22.000.000.
Dalam pelaksanaannya, tercatat 54 anak yatim terdata, dengan 52 anak hadir dan seluruhnya menerima santunan berupa amplop senilai Rp50.000 per anak. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari 14 orang donatur warga Neo Mediterania yang dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya.

Ketua RT 007 RW 03 Neo Mediterania menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas tingginya kepedulian warga terhadap sesama. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi bentuk bantuan materi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai gotong royong di lingkungan masyarakat.
“Alhamdulillah, berkat dukungan para donatur dan seluruh warga, kegiatan santunan anak yatim tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Semoga kepedulian ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang telah berpartisipasi,” ujarnya.
Panitia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah memberikan kontribusi sehingga kegiatan Santunan Anak Yatim RW 03 Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik. Diharapkan kegiatan ini terus menjadi tradisi positif yang mampu menumbuhkan rasa empati, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga Allah SWT membalas setiap amal kebaikan dengan keberkahan, kesehatan, serta kelapangan rezeki bagi seluruh donatur dan warga yang telah berpartisipasi.
AGOUNG
Read MoreCerita di Balik Secangkir Kopi, Dari Kebun Hingga Menjadi Teman Berbagai Momen

Tangerang-INFOPLUS9.COM-Secangkir kopi yang dinikmati setiap hari ternyata menyimpan perjalanan panjang sebelum tersaji di atas meja. Prosesnya dimulai dari perkebunan, saat para petani merawat tanaman kopi selama berbulan-bulan hingga buah mencapai tingkat kematangan yang optimal.
Setelah dipanen, buah kopi melalui berbagai tahapan, mulai dari pengolahan, penjemuran, penyortiran, hingga proses sangrai atau roasting yang menentukan karakter rasa dan aroma. Biji kopi kemudian digiling dan diseduh hingga menghasilkan secangkir kopi yang siap dinikmati.
Tak hanya memiliki nilai ekonomi bagi para petani dan pelaku usaha, kopi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Kedai-kedai kopi kini menjadi ruang untuk berdiskusi, bekerja, hingga mempererat hubungan sosial.
Di balik setiap tegukan kopi, tersimpan dedikasi banyak pihak, mulai dari petani, pengolah, roaster, hingga barista yang memastikan kualitas tetap terjaga. Perjalanan panjang tersebut menjadi pengingat bahwa secangkir kopi bukan sekadar minuman, melainkan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan kolaborasi banyak tangan.
Dengan semakin meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap kopi lokal, diharapkan kesejahteraan petani dan keberlanjutan industri kopi Indonesia juga terus berkembang, sehingga setiap cangkir kopi yang dinikmati memiliki makna lebih dari sekadar rasa.
Read MoreReses Anggota DPRD Banten H. Nawawi Nurhadi, S.E. di Pagelaran Berlangsung Hangat, Kader PKB Didorong Lebih Responsif terhadap Aspirasi Rakyat

Pandeglang – INFOPLUS9.COM- Anggota DPRD Provinsi Banten periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Nawawi Nurhadi, S.E., melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Banten XI Kabupaten Pandeglang, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan reses tersebut digelar di kediaman Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Pagelaran, Sarmedi, yang akrab disapa Eme, di Kampung Kubang, Desa Surakarta, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Acara berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan dihadiri oleh para pengurus serta anggota PKB dari berbagai tingkatan di Kecamatan Pagelaran.
Reses merupakan agenda konstitusional yang dilaksanakan anggota legislatif sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, para kader dan pengurus partai diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai usulan, masukan, serta persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, H. Nawawi Nurhadi, S.E., yang bertugas di Komisi VI DPRD Provinsi Banten, mengajak seluruh kader PKB untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mengambil peran aktif dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa, kita harus tampil di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, memahami kebutuhan mereka, dan mampu menyerap aspirasi masyarakat secara maksimal. Kehadiran kita harus memberikan manfaat dan solusi bagi warga,” ujar H. Nawawi Nurhadi.
Menurutnya, kader partai memiliki peran strategis sebagai jembatan penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, seluruh kader diharapkan mampu memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta menjaga semangat pengabdian demi mendorong kemajuan daerah.
Lebih lanjut, H. Nawawi menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses akan menjadi bahan penting dalam memperjuangkan program-program pembangunan di tingkat Provinsi Banten.
“Setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan menjadi bahan perjuangan di DPRD Provinsi Banten. Tugas kami adalah memastikan suara rakyat dapat diperjuangkan melalui program-program yang tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen partai untuk terus menjaga soliditas dan kekompakan organisasi. Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya diukur dari jumlah kader yang dimiliki, tetapi juga dari sejauh mana kader mampu hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Di tempat yang sama, Ketua PAC PKB Kecamatan Pagelaran, Sarmedi atau Eme, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan reses yang dinilai menjadi momentum penting bagi kader dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat di tingkat provinsi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Nawawi Nurhadi, S.E. yang telah melaksanakan reses di Kecamatan Pagelaran. Kegiatan ini menjadi ruang komunikasi yang sangat baik antara masyarakat, kader partai, dan anggota DPRD Provinsi Banten,” kata Sarmedi.
Sarmedi berharap sinergi antara kader PKB di tingkat kecamatan dengan anggota legislatif dapat terus diperkuat sehingga berbagai kebutuhan masyarakat, baik di bidang pembangunan, pendidikan, ekonomi, maupun infrastruktur, dapat diperjuangkan secara berkelanjutan.
“Kami siap mendukung dan mengawal berbagai program yang berpihak kepada masyarakat. Melalui kebersamaan dan kekompakan seluruh kader, kami optimistis aspirasi masyarakat Kabupaten Pandeglang dapat tersampaikan dan diperjuangkan dengan baik di tingkat Provinsi Banten,” lanjutnya.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi dialog dan diskusi bersama para peserta. Sejumlah aspirasi yang disampaikan antara lain terkait pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan sektor ekonomi kerakyatan, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara masyarakat, kader partai, dan wakil rakyat, sehingga setiap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat ditindaklanjuti dan diperjuangkan dalam perumusan kebijakan pembangunan di Provinsi Banten, khususnya bagi kemajuan Kabupaten Pandeglang.
sumber : pengurus PKB
penulis : Dedi Supandi
Read MoreTingkatkan Ketahanan Pangan dan Kesehatan Lingkungan, Lurah Soni Lakukan Monitoring Tanaman PHBS

TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Guna memastikan keberlanjutan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berbasis lingkungan, Lurah Soni Rahmat Sonjaya, melakukan kunjungan lapangan langsung untuk monitoring perkembangan kawasan tanaman PHBS dan Apotek Hidup di wilayah pemukiman warga pada pagi hari ini, Jumat (26/6/2026)
Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan lahan pekarangan rumah warga yang ditanam sayuran, buah-buahan, serta Tanaman obat Keluarga (TOGA). Program ini menjadi salah satu pilar penting Kelurahan dalam mendukung kesehatan masyarakat dari hukum sekaligus memperkuat ketahanan pangan ditingkat rumah tangga.
Dalam peninjauannya, Lurah Soni mengapresiasi antusiasme warga dan kader PKK yang secara konsisten merawat tanaman hidroponik serta tabulampot (Tanaman buah dalam pot) di lingkungan masing-masing.
“Tanaman PHBS ini bukan sekedar penghijauan, melainkan langkah nyata kita untuk mengkonsumsi makanan sehat berorientasi gizi dari pekarangan sendiri. Jika lingkungan kita bersih, hijau, dan sehat, maka kualitas hidup dan imunisasi warga otomatis akan meningkat, “ujar Lurah Soni.
Saya berharap program ini tidak berhenti hanya sampai hari ini, tapi terus jaga, kembangkan, dan sebarkan ke lingkungan. Mari kita jadikan lahan pekarangan rumah dan lahan kosong sebagai lahan yang bermanfaat, bukan tempat yang terbengkalai. Semakin banyak tanaman yang tumbuh subur, semakin terjamin ketersediaan pangan sehat dan semakin sejuk lingkungan tempat kita tinggal.
“Selain itu, tanaman obat keluarga dan apotek hidup yang kita kembangkan ini bisa menjadi solusi awal bagi warga untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan secara alami, tanpa harus selalu mengeluarkan biaya besar.Ini adalah Investigasi jangka panjang yang murah tapi manfaatnya terasa langsung bagi setiap rumah tangga, “ucapnya.
Lurah Soni juga menyampaikan himbauan tegas kepada seluruh warga masyarakat di wilayah Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, untuk bersama-sama menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Langkah strategis ini di realisasikan melalui penguatan komitmen gerakan Jumat Bersih (Jumsih), secara rutin dan berkala disetiap RT dan RW.
“Kegiatan kebersihan ini tidak hanya difokuskan oada area pemukiman warga, melainkan telah diawali dari pembersihan fasilitas publik serta halaman kantor kelurahan. Langkah ini diambil sebagai bentuk keteladanan langsung dari jajaran perangkat kelurahan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tumbuh kesadaran mandiri terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekitar, “jelasnya.
(HK72)
Read MoreDapur MBG SPPG Sidamukti 004 Berbagi Kasih dengan Anak Yatim pada 10 Muharram

SPPG Sidamukti
PANDEGLANG, – Dalam rangka memperingati Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah yang dikenal masyarakat sebagai Lebaran Yatim, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pandeglang Sukaresmi Sidamukti 004 menggelar kegiatan santunan bagi puluhan anak yatim, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor SPPG Pandeglang Sukaresmi Sidamukti 004, Kampung Sidamukti, Desa Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, tersebut dihadiri sekitar 50 anak yatim yang berasal dari lingkungan Desa Sidamukti.
Santunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim pada momentum Muharram yang memiliki makna istimewa dalam tradisi keislaman.
Kepala SPPG Pandeglang Sukaresmi Sidamukti 004, Mudrikul Khoiri, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif jajaran SPPG sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diperoleh sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim.
“Kegiatan ini merupakan inisiatif SPPG untuk melaksanakan kegiatan berbagi kasih dengan para anak yatim. Dari sebagian rezeki yang kita peroleh, sesungguhnya terdapat hak yang harus kita berikan kepada mereka. Semoga santunan Lebaran Yatim pada 10 Muharram ini semakin mendekatkan kita dengan anak-anak yatim sehingga rezeki yang kita terima dapat mendatangkan rida dan keberkahan dari Allah SWT,” ujar Mudrikul dalam sambutannya.
Menurutnya, momentum Muharram menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial serta memperkuat semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan.
Sementara itu, perwakilan Mitra Yayasan Nizam Muttaqi, Oop Rofiq, mengaku bersyukur dapat turut berpartisipasi dalam kegiatan santunan tersebut. Ia menilai berbagi dengan anak yatim merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai keislaman yang perlu terus dijaga dan ditumbuhkan.
“Saya merasa sangat bahagia dapat melaksanakan kegiatan santunan pada kesempatan ini, terlebih kepada anak-anak yatim. Dalam ajaran Islam, ketika kita memperoleh rezeki lebih, kita dianjurkan untuk berbagi dan menyantuni mereka. Kami berharap pada kesempatan berikutnya dapat kembali menyelenggarakan kegiatan serupa bersama Kepala SPPG dan seluruh jajaran,” katanya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain penyerahan santunan, acara juga menjadi ajang silaturahmi antara jajaran SPPG, mitra yayasan, tokoh masyarakat, serta anak-anak yatim yang hadir.
Melalui kegiatan tersebut, SPPG Pandeglang Sukaresmi Sidamukti 004 berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya dalam momentum Tahun Baru Islam yang sarat dengan nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
penulis : Dedi S
Read MoreNgopi Bersama, Pererat Silaturahmi dan Semangat Kerja di Lingkungan Kelurahan Sukamulya

TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Dalam upaya membangun hubungan yang harmonis dan mempererat tali silaturahmi antar jajaran aparatur. Lurah Sukamulya Soni Rahmat Sonjaya, menyatakan bahwa kegiatan santai seperti ngopi bersama menjadi salah satu cara efektif untuk mempererat kebersamaan, kamis (25/6/2026).
“Kita ingin mempererat tali silaturahmi dan menjaga kekompakan antar pegawai. Kegiatan ngopi bersama ini bukan sekedar berkumpul, melainkan sarana berbagi pikiran, menyampaikan masukan secara santai, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dan akrab, ” Ujar Lurah Soni.
Ia juga berharap, suasana yang tidak formal diharapkan dapat mencairkan suasana kerja, meringankan rasa kekeluargaan, dan pada akhirnya berdampak positif pada kinerja pelayanan kepada masyarakat Kelurahan Sukamulya. Kegiatan ini akan dilakukan secara berkala agar hubungan antar sesama aparatur tetap terjaga dengan baik.
“Dengan terjalinnya kebersamaan yang kuat, diharapkan seluruh jajaran pegawai dapat bekerja lebih solid, saling mendukung, dan memberi pelayanan publik yang lebih baik, cepat, dan berkualitas bagi warga, ” harapnya.
Masih menurut Lurah Soni. Kegiatan seperti ini saya anggap investasi kecil yang hasilnya sangat besar. Saat kita saling kenal, saling percaya, dan saling memahami satu sama lain, maka setip tugas dan program kerja yang dijalankan akan terasa lebih ringan dan berjalan lancar tanpa hambatan.
“Saya juga mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan momen kebersamaan ini sebagai pengingat bahwa kita satu tim, satu tujuan, yaitu melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Semoga yang terjalin hari ini dapat terus terpelihara dan menjadi dasar kekuatan kita dalam mewujudkan Kelurahan Sukamulya yang semakin maju dan nyaman bagi warga, “pungkasnya.
Read MoreSinergi Warga dan PT. Molex Ayus: Menjaga Kondusivitas Wilayah di Tengah Aksi Buruh

TANGERANG – Di tengah aksi unjuk rasa (unras) yang dilakukan oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI) di lingkungan perusahaan PT. Molex Ayus, sinergi dan kemitraan strategis justru terlihat menguat antara warga lingkungan sekitar dengan pihak manajemen perusahaan.
Kolaborasi ini nampak jelas saat warga lingkungan bersama-sama dengan pihak PT. Molex Ayus menjaga ketertiban dan keamanan di area perusahaan selama aksi berlangsung. Meskipun aksi unjuk rasa telah berjalan selama sepekan tanpa adanya titik temu, situasi di lapangan tetap terjaga kondusif. Di sisi lain, sebagian karyawan dikabarkan telah menentukan sikap untuk kembali bekerja dengan mengikuti penawaran yang telah disepakati bersama.
Taha Musa, pihak Legal PT. Molex Ayus, menegaskan bahwa manajemen telah mengupayakan langkah terbaik bagi karyawannya. “Bagaimanapun, karyawan adalah aset dan mitra kita. Terbaik buat karyawan kami adalah penghargaan yang bisa kami capai dan berikan. Sejak awal pendirian, PT. Molex Ayus selalu berupaya penuh memberikan kesejahteraan kepada pekerjanya,” ungkap Taha Musa.

Terkait aksi tersebut, berdasarkan surat pemberitahuan mogok kerja yang disampaikan oleh PUK SPAI-FSPMI PT. Molex Ayus kepada pihak berwenang, aksi ini dipicu oleh kegagalan perundingan bipartit mengenai tuntutan kenaikan upah tahun 2026 sebesar Rp388.993 untuk seluruh pekerja.
Menanggapi situasi ini, Aktivis Lingkungan dan Sosial Kecamatan Cikupa, Jumadil Qubro, melihat bahwa kolaborasi antara lingkungan dengan perusahaan saat ini membuktikan bahwa warga yang terdampak langsung harus menentukan sikap. “Dengan membangun kemitraan, kita akan mampu meningkatkan kualitas kerjasama yang selama ini ada jarak,” ujarnya. Jumadil Qubro berharap momen ini menjadi langkah awal untuk bersama-sama menjaga aset di lingkungan serta menciptakan kontribusi silang agar kedepannya dapat saling menjaga.
Lebih lanjut, Jumadil Qubro memberikan pandangan terkait proses perundingan yang tengah berlangsung. “Jika memang ada kebuntuan dalam perundingan, kawan-kawan serikat FSPMI bisa menempuh jalur PHI (Pengadilan Hubungan Industrial). Ini adalah jalan konstitusional yang sudah disiapkan oleh undang-undang untuk mencari solusi terbaik,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Viki selaku Koordinator Lingkungan menyatakan dukungannya terhadap terciptanya suasana yang harmonis. “Kami di lingkungan berkomitmen untuk selalu menjaga kondusivitas wilayah. Kami berharap semua pihak dapat mengedepankan musyawarah agar hubungan industrial yang harmonis dapat kembali terjalin demi kepentingan bersama dan kemajuan ekonomi di lingkungan kita,” ujar Viki.
Read More