Sengit & Penuh Drama! Pasir Gadung, Talagasari, dan Sukamulya Petik Kemenangan di Lanjutan Turnamen KOK Cikupa 2026

CIKUPA – Gelaran Turnamen KOK ke-3 dalam rangka memperingati HUT RI ke-81 di Stadion Mini Kantor Kecamatan Cikupa menyajikan tiga pertandingan kelompok umur U-40 yang berjalan sangat ketat, keras, dan penuh drama pada Sabtu pagi (25/7/2026). Tiga laga sarat gengsi ini sukses memanjakan para pecinta sepak bola yang memadati area lapangan.
Laga Pertama: Drama Adu Penalti, Pasir Gadung Singkirkan Bitung Jaya
Pertandingan pembuka mempertemukan Tim U-40 Desa Pasir Gadung menghadapi Tim U-40 Desa Bitung Jaya. Berlangsung di bawah terik matahari dengan suhu mencapai 34°C, jalannya laga berlangsung keras hingga memaksa wasit mengeluarkan total empat kartu kuning akibat tingginya tensi di lapangan.
Bitung Jaya (berjersey kuning-kuning) sempat mengejutkan di 20 menit pertama. Sebuah umpan matang dari sisi sayap kanan berhasil disambar oleh tandukan pemain depan Bitung Jaya yang merobek jala gawang Pasir Gadung. Skor 1-0 untuk keunggulan Bitung Jaya bertahan hingga turun minum.

Uci Sanusi (3) penutup kemenangan Pasir Gadung
Memasuki babak kedua, intensitas serangan semakin menggila. Protes sempat dilayangkan sejumlah pemain akibat insiden kecil di menit ke-30, namun keputusan wasit tetap mutlak. Gelombang serangan Pasir Gadung akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-35. Pemain depan Pasir Gadung berhasil lolos dari jebakan offside dan melesatkan tendangan keras yang tak mampu dijangkau penjaga gawang Bitung Jaya, mengubah skor menjadi 1-1 hingga peluit panjang dibunyikan.
Laga pun dilanjutkan melalui drama adu penalti dengan tiga orang eksekutor. Mental baja ditunjukkan para algojo Pasir Gadung yang sukses melesatkan seluruh tendangannya menjadi gol. Sementara itu, Bitung Jaya hanya mampu memasukkan dua gol setelah eksekusi lainnya berhasil ditepis gemilang oleh penjaga gawang Pasir Gadung. Skor adu penalti memastikan kemenangan untuk Pasir Gadung.
Apresiasi Manajer Pasir Gadung
Menanggapi perjuangan dramatis anak asuhnya, Manajer Tim Pasir Gadung, RW Elung, memberikan apresiasi tinggi atas mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan oleh timnya di lapangan.

”Saya sangat mengapresiasi kerja keras dan cara anak-anak bermain bagus hari ini. Sempat tertinggal lebih dulu tidak menyurutkan semangat juang mereka. Alhamdulillah, berkat kerja keras hingga menit-menit akhir kita bisa menyamakan kedudukan jadi 1-1, dan tampaknya Dewi Fortuna hari ini memang berpihak kepada Tim Pasir Gadung,” ujar RW Elung penuh syukur.
Laga Kedua: Aksi Ciamik Ozora Bawa Talagasari Bungkam Bunder 2-1
Pertandingan kedua mempertemukan Tim Bunder melawan Tim U-40 Desa Talagasari. Laga ini diwarnai duel sengit dan sempat memanas ketika pemain Bunder melayangkan protes kepada wasit atas keputusan yang dianggap merugikan tim.

Talagasari langsung mengambil inisiatif menyerang dan berhasil membuka keunggulan di babak pertama. Penyerang tajam mereka, Ozora (10), sukses menembus brigade pertahanan Bunder dan melepaskan tembakan akurat yang mengubah kedudukan menjadi 1-0 hingga turun minum.

Ozora Pencetak 2 Goal Buka Kemenangan Talagasari melawan Tim Bunder
Tertinggal satu gol, Tim Bunder meningkatkan intensitas serangan di babak kedua demi mengejar ketinggalan. Hasilnya didapat pada menit ke-30 melalui kemelut di depan gawang, di mana bola liar sukses merobek gawang Muji, penjaga gawang Desa Talagasari, membuat skor imbang 1-1.


Jendol diapit Tim Official. ican Sang Pelatih
Namun, kedudukan tersebut tidak bertahan lama. Talagasari yang terus menggempur lini belakang Bunder kembali menemukan celah. Ozora kembali menjadi mimpi buruk setelah sukses melewati kawalan bek lawan dan mencetak gol keduanya. Skor 2-1 untuk kemenangan Desa Talagasari bertahan hingga peluit akhir pertandingan.
Laga Ketiga: Tandukan Sang Kapten Pastikan Kemenangan Tipis Sukamulya atas Talaga
Partai penutup mempertemukan juara dua kali Turnamen, Pasukan Sumur Wareng Kelurahan Sukamulya melawan Tim Sumur Mester Talaga. Pertandingan berjalan sangat seru, menampilkan jual beli serangan berintensitas tinggi dari kedua kubu.

Arief Rahman Hidayat ( Ketua Katar Kelurahan Sukamulya) saat laga bersama Desa Talaga.
Sukamulya yang tampil percaya diri berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-11. Pemain lincah andalan mereka, Gatot (11) kembali menunjukkan tajinya dengan sukses menembus barisan belakang Tim Talaga dan melepaskan tendangan terukur yang merobek jala gawang lawan, membuat Sukamulya unggul sementara 1-0.

Memasuki babak kedua, Tim Talaga berupaya keras membalas. Ketatnya lini belakang Sukamulya yang dikomandoi penjaga gawang andal sempat membuat lini depan Talaga frustrasi. Baru pada menit ke-31, Talaga sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat proses gol yang ciamik.
Tak berselang lama, laga semakin dramatis. Berawal dari umpan lambung matang dari sektor sayap kanan, bola sodoran tinggi tersebut disambut dengan tandukan keras oleh sang kapten Tim Kelurahan Sukamulya, Lili. Tertinggal 1-2, Tim Talaga semakin gencar melancarkan serangan bertubi-tubi, namun kokohnya pertahanan juara bertahan Sukamulya membuat skor keunggulan tersebut aman terjaga hingga peluit panjang ditiup wasit.
Komentar Manajer Tim Talaga
Di sisi lain, Sekdes Yani selaku manajer Tim Talaga menyampaikan rasa kecewanya atas beberapa keputusan wasit yang dinilai berulang kali merugikan timnya di tengah jalannya laga. Kendati demikian, ia tetap sportif mengakui kualitas sang lawan.

”Secara permainan, anak-anak sudah tampil cukup taktis dan memberikan perlawanan maksimal. Namun, kami cukup kecewa dengan keputusan wasit yang berulang kali merugikan tim kami. Hari ini faktor keberuntungan sepertinya masih belum berpihak kepada kami, apalagi harus diakui Sukamulya memang tampil sangat kuat di barisan belakang serta bermain sangat bagus di lini tengah,” ungkap Sekdes Yani usai pertandingan.
(Tim liputan)