
TANGERANG—INF⭕PLUS9.COM
Warga sekitar serta para pengguna jalan yang melintas di jalur penghubung antara Perumahan Mulya Asri 1 menuju Perumahan Berril mengeluhkan kondisi jalan yang terus-menerus tergenang air meskipun saat ini tengah berada di musim kemarau panjang.
Lokasi genangan ini berada di jalur Sumur Wareng yang merupakan icon kelurahan Sukamulya RT 012/05 ini
Genangan yang disertai lumpur tebal ini dinilai membahayakan keselamatan pengendara.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh MD (45), seorang warga yang setiap hari harus melalui jalur tersebut untuk mengantar anaknya bersekolah di SDN Sukamulya 1.
Ia mengungkapkan bahwa genangan air di lokasi tersebut bisa mencapai ketinggian hingga sebetis orang dewasa dan kerap mengecoh pengendara karena tertutup lumpur pekat di bagian dasarnya.
”Waktu bawa kendaraan, saya sempat terpeleset karena jalan tergenang dan ada lumpur tebal di dasarnya yang posisinya tidak terlihat. Ketinggian airnya bisa sampai betis,” ujar MD, Kamis (10/9/2026).
Jalan yang menjadi titik genangan ini merupakan infrastruktur vital yang setiap harinya dimanfaatkan oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sekolah, para pedagang, hingga warga sekitar yang hendak beraktivitas sehari-hari.
Mengingat tingginya tingkat mobilitas di jalur tersebut, warga berharap pihak terkait segera turun tangan mencari solusi konkret. Warga mendesak agar sistem drainase atau aliran air di sepanjang jalur dari Mulya Asri 1 hingga ke Berril dapat dibenahi agar air tidak lagi menggenang dan aliran bisa kembali lancar.
“Kami selaku warga berharap ada solusi dari pemerintah yang tepat untuk mengatasi masalah yang sudah bertahun tahun di biarkan,” tutupnya .
Melihat kondisi ini, Pengamat Sosial Lingkungan Kecamatan Cikupa, Jumadil Qubro, angkat bicara. Ia menyampaikan harapan agar ada tindakan serius dari para pemangku wilayah, mencakup Ketua RT Perumahan Mulya Asri 1, Perumahan Mediterania 1, serta partisipasi aktif warga sekitar Sumur Wareng.
”Kita berharap ada tindakan serius dari pemangku wilayah baik Ketua RT Perum Mulya Asri 1 dan Perum Mediterania 1 serta warga sekitar Sumur Wareng agar jalan terlihat rapi dan resik, sehingga nilai estetika wilayah sekitar Sumur Wareng pun bisa terjaga,” ujar Jumadil.
Menurutnya, langkah gotong royong dan penanganan bersama ini penting agar jalanan dapat terlihat rapi dan resik, sehingga nilai estetika di sekitar kawasan Sumur Wareng tetap terjaga dengan baik.
Jalan yang dikeluhkan ini memegang peranan krusial sebagai urat nadi aktivitas sosial warga, termasuk jalur lintas anak-anak sekolah, pedagang, dan pekerja. Melalui rilis ini, warga bersama pengamat lingkungan mendesak adanya normalisasi saluran air dan penanganan infrastruktur secara terpadu agar air dapat mengalir lancar dari Mulya Asri 1 hingga ke Berril demi keamanan, kenyamanan, dan keindahan lingkungan bersama.
“Jika tidak ada solusi yang konkret, lebih baik tutup saja Jalan air itu,” tegas Jumadil.

