Redaksi: Jumadil Qubro

TANGERANG.INF⭕PLUS9.COM
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang resmi mencanangkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Rentenir. Langkah ini diambil untuk menyelamatkan warga dari gurita pinjaman ilegal yang sudah merambah hingga ke pelosok desa.
Gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tangerang, tokoh Ekonomi Syariah Banten, hingga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang.
Ketua Umum MES Kabupaten Tangerang, Mohamad Mahrusillah, mengungkapkan praktik rentenir di wilayahnya sudah sangat mengkhawatirkan. Warga yang terhimpit ekonomi kerap tergiur jalan pintas yang berujung petaka.
“Gurita rentenir saat ini telah merambah jauh hingga ke pelosok desa. Dari Kosambi sampai Solear, masalahnya mirip, warga kepepet lalu tergiur jalan pintas hingga utangnya membengkak ratusan persen,” tegas Mahrusillah di Pendopo Bupati Tangerang, Jumat (11/9/2026).
Untuk itu, MES membentuk Satgas dengan konsep kolaborasi besar. Satgas ini nantinya akan diisi oleh unsur ulama, pemerintah daerah, organisasi masyarakat (ormas), wartawan, hingga mahasiswa.
“Kalau mereka punya sindikat hitam, kita lawan dengan sindikasi putih. Ada ulama, pemerintah, ormas, wartawan, sampai mahasiswa untuk mengedukasi, menerima aduan, dan mendampingi warga,” jelasnya.
Dukungan senada disampaikan Tokoh Penggerak Ekonomi Syariah Banten, KH Embay Mulya Syarief. Menurutnya, rentenir bukan sekadar persoalan utang-piutang, tapi sudah merusak ketenangan dan kesejahteraan keluarga.
“Kasihan warga kita yang jadi korban penipuan berkedok pinjaman sampai hidupnya nggak tenang. Makanya, Satgas Anti Rentenir ini harus benar-benar hadir dan terasa manfaatnya buat seluruh warga Tangerang,” ujar KH Embay.
Pemkab Siapkan Solusi Pembiayaan Resmi
Pemkab Tangerang tidak hanya mendukung secara moral, tapi juga menyiapkan solusi. Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, memastikan hadirnya lembaga keuangan resmi sebagai alternatif pinjaman yang aman.
“Saya hadirkan UPDB, PT LKM Artha Kerta Raharja, dan BPR. Bantu masyarakat kita yang mau pinjam, persyaratan mudah dan ringan bunganya supaya masyarakat tidak ke rentenir,” kata Maesyal.
Ia berpesan agar kemudahan ini dimanfaatkan dengan tanggung jawab.
“Kita hadir untuk memberikan solusi. Kalau diberikan kemudahan untuk pinjam, jangan lupa kewajibannya. Manfaatkan lembaga yang resmi dan jangan sampai ke rentenir,” pungkasnya.
PWI Siap Kawal Edukasi
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Tangerang terpilih, Hendra Wijaya, menyebut kehadiran Satgas ini sebagai angin segar di tengah maraknya warga terjerat utang ilegal.
“Kehadiran Satgas Anti-Rentenir menjadi angin segar bagi masyarakat,” kata Hendra.
PWI berkomitmen mengawal gerakan ini melalui pemberitaan dan edukasi publik.
“PWI Kabupaten Tangerang akan mengawal gerakan ini, mulai dari menyosialisasikan bahaya rentenir hingga menyebarluaskan program-program edukasi,” tutupnya. (*)

