cropped 1788281659863.png

Air di Sungai Mindi Desa Budi Mulya Tercemar Oli dan Berbau Tajam, Kesehatan Ternak Warga Terancam

🧑‍🏫Redaksi

​TANGERANG—INF⭕PLUS9.COM -Warga dan para peternak di Kampung Mindi, Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, tengah dilanda kecemasan mendalam. Pasalnya, aliran sungai yang biasa diandalkan untuk kehidupan sehari-hari dan aktivitas warga mendadak tercemar parah. Air sungai tersebut berubah pekat, mengeluarkan bau menyengat, serta dilaporkan bercampur dengan cairan menyerupai oli.

​Kondisi darurat ini langsung menuai sorotan tajam setelah para penggembala kerbau setempat menyampaikan keluhan resahnya secara langsung kepada awak media.

​Keresahan Penggembala Kerbau:
Ancaman Nyata bagi Hewan Ternak

​Bagi para penggembala kerbau di Kampung Mindi, Desa Budi Mulya, sungai bukan sekadar bentang air biasa, melainkan sumber kehidupan utama bagi hewan ternak mereka. Kini, air sungai yang tercemar minyak dan berbau tajam tersebut sangat mengkhawatirkan karena kerap digunakan oleh kerbau-kerbau mereka untuk mandi dan minum.

​”Kami sangat khawatir dengan kondisi air sungai sekarang. Airnya bau sekali dan berminyak seperti oli. Hewan ternak seperti kerbau milik warga biasa turun untuk mandi dan minum di sungai ini; kami takut ternak kami keracunan atau jatuh sakit akibat air yang sudah tercemar limbah ini,” ungkap salah seorang perwakilan penggembala kerbau saat menyampaikan keluhannya kepada awak media di lokasi.

​Bahaya Toksisitas Limbah Minyak bagi Ekosistem dan Ternak
​Merujuk pada standar pengujian lingkungan dan uji laboratorium kualitas air, paparan limbah hidrokarbon atau ceceran oli pada badan air memberikan dampak destruktif yang serius, di antaranya:

​Keracunan pada Hewan Ternak: Air minum yang terkontaminasi senyawa kimia berat dan minyak dapat menyebabkan gangguan pencernaan akut, keracunan sistemik, hingga kematian pada hewan ternak yang mengonsumsinya secara rutin.

​Kerusakan Kulit dan Bulu: Aktivitas mandi di air yang tercemar limbah berminyak berisiko menimbulkan iritasi kulit parah, penyakit kulit, serta infeksi pada hewan.

​Penurunan Kualitas Lingkungan: Lapisan minyak yang menutup permukaan air menghambat suplai oksigen terlarut, mematikan biota air, serta merusak rantai makanan di ekosistem sekitar bantaran sungai.

​Tuntutan Tindakan Cepat dan Uji Laboratorium Terpadu
​Menanggapi ancaman serius ini, warga dan para peternak di Kampung Mindi Budi Mulya mendesak pihak-pihak berwenang, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang dan jajaran Pemerintah Kecamatan Cikupa, untuk segera turun tangan secara sigap:

  1. ​Pengambilan Sampel dan Uji Lab Darurat: Segera melakukan uji laboratorium untuk mengukur tingkat toksisitas dan parameter pencemaran air sungai.
  2. ​Investigasi dan Penegakan Hukum: Menelusuri sumber pembuangan limbah ilegal yang mencemari lingkungan dan memberikan sanksi tegas tanpa kompromi kepada pihak yang bertanggung jawab.
  3. ​Mitigasi Pemulihan: Melakukan pembersihan total aliran sungai serta memberikan solusi pasokan air bersih alternatif bagi warga dan para peternak yang terdampak.

​Krisis pencemaran air ini menuntut respons cepat dari negara dan instansi terkait demi menyelamatkan kesehatan masyarakat, kelangsungan ekonomi para peternak, serta keselamatan lingkungan hidup di wilayah Cikupa.

” Kami berharap kondisi air sungai normal kembali dan pihak Kecamatan Cikupa dan Pemda Tigaraksa melalui Dinas Lingkungan Hidup suara kami bisa di dengar,” tutup Warga yang mulai resah. (Berry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Don`t copy text!