🧑🏫 Redaksi: Jumadil Qubro

TANGERANG – o-Pemerintah Desa (Pemdes) Talagasari bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Cikupa menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TBC) bagi masyarakat Desa Talagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang PKK Desa Talagasari tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini penyakit, khususnya gangguan pada paru yang berindikasi TBC. Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara bertahap oleh tim kesehatan Puskesmas Cikupa.
Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, pemeriksaan gula darah serta pemeriksaan rontgen/foto dada. Bagi warga yang berdasarkan hasil skrining dan penilaian petugas memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, dapat diarahkan pada pemeriksaan dahak untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi TBC.




Dalam alur pemeriksaan yang diterapkan pada kegiatan tersebut, hasil rontgen menjadi salah satu dasar untuk menentukan apakah peserta perlu melanjutkan pemeriksaan berikutnya. Namun, secara medis, keputusan pemeriksaan dahak tetap mempertimbangkan gejala dan penilaian klinis tenaga kesehatan; rontgen merupakan salah satu pemeriksaan penunjang dalam diagnosis TBC.
Mengenal TBC dan cara penularannya
TBC merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC paling sering menyerang paru, meskipun juga dapat menyerang organ tubuh lainnya.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk berkepanjangan, batuk berdahak atau berdarah, nyeri dada, demam, berkeringat pada malam hari, nafsu makan menurun, berat badan turun dan mudah lelah.
TBC paru dapat menular melalui udara ketika orang yang menderita TBC mengeluarkan percikan saat batuk, bersin atau berbicara. Karena itu, deteksi dini menjadi penting untuk menemukan kasus lebih cepat dan mencegah penularan kepada orang lain.
Pesan petugas Puskesmas Cikupa kepada warga
Di hadapan warga yang mengikuti pemeriksaan, petugas kesehatan Puskesmas Cikupa memberikan edukasi mengenai pentingnya mengenali gejala TBC serta tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada penyakit tersebut.

“TBC bukan penyakit yang harus ditakuti ataupun disembunyikan. Yang penting adalah kita mengetahui lebih awal, segera memeriksakan diri dan apabila dinyatakan TBC, pengobatan harus dijalani sampai tuntas sesuai anjuran petugas kesehatan. Dengan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat, TBC dapat disembuhkan,” demikian pesan edukasi petugas Puskesmas Cikupa dalam kegiatan tersebut.
Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan etika batuk, antara lain menggunakan masker saat sedang batuk atau mengalami gejala gangguan pernapasan, menutup hidung dan mulut menggunakan lengan bagian dalam atau tisu ketika batuk/bersin, membuang tisu bekas pada tempatnya, serta mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
Pesan tersebut sejalan dengan materi edukasi pada banner kegiatan yang menekankan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari pencegahan TBC. Kemenkes juga menganjurkan menjaga sirkulasi udara, menjemur alas tidur, tidak merokok, menjaga kebersihan serta menerapkan etika batuk.
TOSS TB: Temukan, Obati Sampai Sembuh
Pamplet yang dibagikan oleh petugas Puskesmas dalam kegiatan juga mengangkat pesan “TOSS TB – Temukan TB, Obati Sampai Sembuh.”
Pesan tersebut menekankan dua hal penting, yakni menemukan penderita TBC sedini mungkin dan memastikan penderita menjalani pengobatan sampai dinyatakan sembuh.
Pada pamplet juga dijelaskan bahwa pemeriksaan TBC dapat dilakukan melalui pemeriksaan dahak dan rontgen foto dada sesuai indikasi. Materi tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa pemeriksaan dan pengobatan TBC tersedia secara gratis di Puskesmas dalam jejaring program pemerintah.
Untuk TBC sensitif obat, pengobatan umumnya membutuhkan waktu minimal enam bulan dan harus diminum secara teratur sesuai dosis serta petunjuk tenaga kesehatan. Pemerintah menyediakan obat TBC secara gratis melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang menjalankan program TBC.
Pemkab Tangerang perkuat deteksi dan penanganan TBC
Upaya di Desa Talagasari tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan dalam memperkuat penemuan kasus dan penanganan TBC.
Pada 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang antara lain memperkuat penggunaan Tes Cepat Molekuler (TCM) di fasilitas pelayanan kesehatan. TCM memiliki kemampuan untuk mendeteksi Mycobacterium tuberculosis dan membantu menentukan tata laksana, termasuk pada kasus yang dicurigai resisten obat. Penguatan layanan tersebut melibatkan jejaring puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Tangerang.
Pemkab Tangerang juga menjalankan kegiatan tracing TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis dan pemeriksaan X-ray. Pada Juli 2026, misalnya, Dinas Kesehatan bersama sejumlah fasilitas kesehatan melakukan tracing TBC melalui pemeriksaan X-ray untuk meningkatkan cakupan deteksi dini dan mempercepat diagnosis.
Sebelumnya, kegiatan skrining TBC melalui pemeriksaan rontgen paru gratis juga dilakukan di Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, sebagai bagian dari dukungan terhadap target eliminasi TBC 2030.
Pemkab Tangerang juga menempatkan penanggulangan TBC sebagai salah satu program kesehatan prioritas. Dalam koordinasi program kesehatan pada 2026, pemerintah daerah mendorong penguatan skrining dan pemetaan kasus TBC agar penanganannya dapat dilakukan lebih terarah.
Sekdes: Warga jangan takut memeriksakan kesehatan
Sekretaris Desa Talagasari, Aan Purnaerawan, yang memonitor langsung pelaksanaan kegiatan di lokasi, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir dan secara sadar mengikuti pemeriksaan kesehatan.
“Kami mengapresiasi antusiasme warga Desa Talagasari yang datang untuk memeriksakan kesehatan. Pemeriksaan seperti ini sangat penting karena dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, kita bisa segera mendapatkan penanganan apabila ditemukan adanya indikasi penyakit,” ujar Sekdes Aan saat monitor kegiatan ini.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tim kesehatan Puskesmas Cikupa yang telah hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat Desa Talagasari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Puskesmas Cikupa yang sudah datang ke Desa Talagasari, memberikan pemeriksaan sekaligus edukasi kesehatan kepada masyarakat. Terima kasih juga kepada para kader PKK Desa Talagasari yang turut membantu sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis hendaknya dimanfaatkan masyarakat sebagai kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara berkala.
Ketua TP PKK: Kader siap dukung edukasi kesehatan
Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Talagasari, Ibu Indah Subarno Wijaya, turut hadir memantau pelaksanaan pemeriksaan.

Indah menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah meluangkan waktu untuk datang dan mengikuti pemeriksaan kesehatan.
“Kami mengajak seluruh warga untuk tidak takut memeriksakan kesehatan. Justru dengan memeriksakan diri, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan lebih dini. Kami dari TP PKK Desa Talagasari akan terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan membantu menyampaikan edukasi kesehatan kepada keluarga serta lingkungan,” ujar Indah.
Ia juga mengapresiasi kerja para kader PKK yang ikut membantu pelaksanaan kegiatan serta tim kesehatan Puskesmas Cikupa yang memberikan pelayanan langsung kepada warga.
“Terima kasih kepada seluruh kader PKK Desa Talagasari dan tim Puskesmas Cikupa yang sudah bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan semakin banyak warga yang sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin,” tambahnya.
Ajak warga tidak abai terhadap gejala
Kegiatan CKG dan skrining TBC ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pemeriksaan kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sudah sakit, tetapi juga sebagai langkah deteksi dini.
Masyarakat yang mengalami gejala yang mengarah pada TBC, terutama batuk berkepanjangan, disarankan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Apabila seseorang dinyatakan menderita TBC, pengobatan harus dijalani secara teratur sampai selesai. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan dapat meningkatkan risiko kegagalan terapi dan resistensi obat.
Temukan TBC, obati sampai sembuh. Jangan takut memeriksa, jangan berhenti berobat, dan jangan memberikan stigma kepada penderita TBC.

