cropped 3541647.jpg

Refleksi HUT Ke-394: Kabupaten Tangerang Harus Bersih dari Korupsi

🧑‍🏫 Jumadil Qubro

​Tangerang-INF⭕PLUS9.COM-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tangerang ke-394 seharusnya menjadi ajang introspeksi dan evaluasi yang jujur, bukan sekadar hajatan tahunan yang riuh oleh panggung megah, spanduk ucapan, dan seremoni berbiaya tinggi. Di usianya yang makin tua ini, pertanyaan mendasar yang wajib diajukan oleh seluruh elemen masyarakat adalah: Sudah sejauh mana uang rakyat dalam APBD benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat?

​Sebagai bagian dari pilar kontrol sosial, saya menilai momen peringatan HUT ini harus dijadikan titik balik (turning point) untuk melakukan pembersihan total di tubuh birokrasi Pemerintah Kabupaten Tangerang.

​1. Hentikan Praktik “Bancakan” dan Penggelembungan Anggaran (Mark-Up)

​Uang rakyat yang terhimpun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah amanah yang sangat berat. Sayangnya, praktik penggelembungan harga (mark-up) dalam proyek-proyek pemerintah serta mentalitas menjadikan APBD sebagai “bancakan” oleh oknum-oknum birokrasi masih menjadi ancaman nyata. Praktik koruptif ini tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga merusak kualitas pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Pengawasan ketat serta tindakan tegas tanpa pandang bulu harus diberlakukan untuk menutup rapat celah-celah kebocoran tersebut.

​2. Pangkas Acara Seremoni, Fokus pada Kebutuhan Riil Masyarakat

​Sangat ironis jika di tengah masih banyaknya persoalan mendasar rakyat—seperti pengangguran, fasilitas pendidikan yang minim, hingga infrastruktur desa yang rusak—anggaran daerah justru banyak terserap untuk kegiatan-kegiatan seremonial yang minim azas manfaat. Pangkas biaya-biaya yang “tidak masuk akal” dan berbiaya besar. Dialihkan secara langsung untuk:

  • ​Peningkatan fasilitas kesehatan dan sekolah yang layak.
  • ​Pembangunan serta perbaikan infrastruktur publik, jalan desa, dan penanganan banjir.
  • ​Program pemberdayaan ekonomi riil bagi masyarakat lapisan bawah.

​3. Perkuat Jati Diri dan Integritas Pejabat Publik

​Jati diri seorang pejabat publik tidak diukur dari seberapa mewah acara seremonial yang dihariinya, melainkan dari sejauh mana integritas dan kepeduliannya dalam mengelola uang rakyat. Pejabat Kabupaten Tangerang harus memiliki rasa malu (sense of crisis) dan komitmen moral yang tinggi untuk menolak segala bentuk penyelewengan.

​Penutup

​Kado terindah bagi masyarakat Kabupaten Tangerang pada peringatan usianya yang ke-394 bukanlah pesta ria yang mahal, melainkan keberanian birokrasi untuk bersih-bersih, jujur, dan berintegritas. Jangan biarkan uang rakyat terus digrogoti oleh maling-maling birokrasi. Saatnya pangkas anggaran tak penting, dan gunakan setiap rupiahnya demi kemakmuran rakyat Tangerang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Don`t copy text!