cropped 3541647.jpg

Mengawal Uang Rakyat: Saatnya OPD Kabupaten Tangerang Kencangkan Ikat Pinggang dan Setop Proyek Asal Jadi

🧑‍🏫 Redaksi

​OPINI — Praktik korupsi dan penyalahgunaan anggaran pada proyek infrastruktur daerah ibarat benalu yang menggerogoti pembangunan dari dalam. Dampaknya tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi langsung dirasakan oleh masyarakat yang terpaksa menikmati fasilitas publik berkualitas rendah. Fenomena ini turut menjadi perhatian serius di Kabupaten Tangerang, di mana indikasi penyimpangan anggaran proyek masih kerap menghiasi pemberitaan media massa dan daring.

​Proyek-proyek pembangunan—seperti jalan, jembatan, hingga gedung pemerintahan—yang didanai dari hasil keringat pajak rakyat seharusnya menghadirkan nilai jangka panjang. Namun, kenyataan di lapangan kerap memperlihatkan gambaran sebaliknya: anggaran yang membengkak (mark-up) serta hasil pekerjaan yang jauh dari standar. Jalanan yang baru dicor cepat retak, jembatan yang rentan, dan bangunan fisik yang usang sebelum waktunya menjadi bukti nyata bagaimana anggaran publik belum terkelola secara optimal.

​Aktivis buruh Kabupaten Tangerang yang juga aktif memajukan sepak bola usia dini melalui Asosiasi Sekolah Sepak Bola Kabupaten Tangerang (ASSKaT), Edih Jayadi, mengingatkan kembali bahaya mendasar dari mentalitas koruptif di tubuh pemerintahan. Menurut sosok yang akrab disapa Kang Uj ini, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada integritas para pengelolanya.

​“Negara atau daerah bisa hancur jika perilaku pejabatnya bermental korup. Uang yang dipakai untuk proyek-proyek ini adalah hasil pajak rakyat, jadi sangat tidak adil jika hasilnya asal jadi akibat praktik mark-up atau kurangnya pengawasan,” tegas Kang Uj.

​Kang Uj memandang bahwa kepemimpinan Bupati Maesyal Rasyid sejauh ini sudah menunjukkan komitmen dan kinerja yang baik dalam memimpin wilayah Kabupaten Tangerang. Namun, kerja keras kepala daerah tidak akan berdampak maksimal tanpa ditopang oleh kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang solid, profesional, dan akuntabel.

​“Kinerja Bupati kita sudah cukup bagus dan berada di jalur yang benar. Namun, ini harus dibarengi dengan kinerja seluruh OPD yang berkualitas, responsif, dan transparan dalam pengelolaan anggaran. Jangan sampai niat baik pembenahan daerah justru terhambat oleh tata kelola anggaran yang tidak terbuka di tingkat dinas,” tambah Kang Uj.

​Fenomena proyek bernilai fantastis dengan kualitas seadanya harus segera diakhiri. Transparansi perencanaan, proses lelang yang jujur, hingga pengawasan ketat terhadap kontraktor di lapangan menjadi kunci mutlak agar Kabupaten Tangerang terbebas dari jerat pemborosan dan penyalahgunaan anggaran. Sudah saatnya setiap rupiah dari pajak masyarakat kembali sepenuhnya dalam bentuk pembangunan fisik yang kokoh, bermanfaat, dan berdaya tahan lama.

Dalam kesempatan ini pula Kang Uj mengucapkan dirgahayu Kabupaten Tangerang yang ke-394 dan harapannya yang menginginkan Kabupaten Tangerang dibawah kepemimpinan Bupati Maesyal Rasyid bisa semakin gemilang dan dibarengi kinerja OPD OPD yang semakin baik.

“Selamat dirgahayu buat Kabupaten Tangerang, semoga semakin gemilang dibawah bapak bupati Maesyal Rasyid,” ucapnya.

Edih Jayadi : Kaperwil Provinsi Banten Infoplus9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Don`t copy text!