Semangat Loyalitas Bhayangkara: Meneladani Gajah Mada dalam Pengabdian Polri ke-80
Oleh: Redaksi INFOPLUS9.com

TANGERANG –INFOPLUS8 COM- Hari ini, 1 Juli 2026, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) genap berusia 80 tahun. Perjalanan panjang Bhayangkara di Indonesia tidak lepas dari filosofi mendalam yang sudah mengakar jauh sebelum era kemerdekaan. Jika kita menilik ke belakang, istilah “Bhayangkara” sendiri memiliki akar sejarah yang sangat kuat, yakni sebagai pasukan elit pengawal raja pada masa Kerajaan Majapahit.
Salah satu tokoh yang paling identik dengan semangat Bhayangkara adalah Mahapatih Gajah Mada. Sebelum dikenal dengan Sumpah Palapa-nya yang legendaris, Gajah Mada adalah sosok yang membuktikan loyalitas tanpa batas saat negara dalam situasi genting.
Belajar dari Sejarah: Loyalitas di Saat Genting
Dalam catatan sejarah, pengabdian Bhayangkara mencapai puncak pembuktiannya saat terjadi pemberontakan besar Ra Kuti pada tahun 1319. Di saat Raja Jayanegara terdesak dan harus melarikan diri ke Desa Bedander, Gajah Mada tidak bergeming. Ia tidak memilih posisi yang aman, melainkan tetap teguh menjaga kedaulatan negara.
Dengan strategi intelijen yang tajam dan keberanian luar biasa, Gajah Mada berhasil menggalang kekuatan rakyat dan memulihkan keamanan. Inilah esensi dari “Loyalitas Bhayangkara”: setia kepada pimpinan, berpihak pada rakyat, dan menjaga keutuhan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Relevansi Polri di Usia 80 Tahun
Di usianya yang ke-80, tantangan yang dihadapi Polri tentu jauh berbeda. Namun, nilai dasar yang diwariskan oleh para pendahulu—yakni loyalitas kepada negara dan pengayoman terhadap masyarakat—tetap relevan.
Di wilayah hukum Provinsi Banten dan sekitarnya, sinergi antara Polri dengan masyarakat terus diperkuat. Semangat gotong royong dan pendekatan persuasif dalam menjaga keamanan lingkungan, seperti yang sering dilakukan dalam kegiatan kemasyarakatan, adalah wujud modern dari Bhayangkara yang hadir di tengah rakyat.
Pesan untuk Masa Depan
Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni. Ini adalah refleksi bagi kita semua. Loyalitas Bhayangkara masa kini adalah dedikasi untuk terus memperbaiki diri, menegakkan hukum dengan adil, dan menjadi pelindung bagi setiap warga negara tanpa pandang bulu.
Selamat HUT Bhayangkara ke-80! Semoga Polri semakin presisi, profesional, dan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
INFOPLUS9.com – Mengabdi untuk Negeri, Mengawal Harapan Rakyat.
Read MoreRefleksi 80 Tahun Polri: Mengembalikan Marwah Bhayangkara ke Pelukan Rakyat
Oleh: Redaksi Infoplus9.com

Perjalanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah mencapai titik krusial. Hari ini, di usianya yang ke-80, kita tidak hanya merayakan angka, tetapi melakukan refleksi mendalam atas pengabdian panjang sang Bhayangkara bagi bangsa dan negara.
Akar Sejarah: Dari Pelindung Raja Menjadi Pelindung Rakyat
Jika kita menilik kembali ke masa silam, akar sejarah Polri tidak lepas dari pasukan elite Kerajaan Majapahit, Bhayangkara, yang dibentuk oleh Patih Gajah Mada. Pada masanya, mereka adalah garda terdepan yang bertugas melindungi raja dan menjamin stabilitas keamanan kerajaan.
Namun, semangat itu bertransformasi seiring berjalannya waktu dan berdirinya republik. Nama “Bhayangkara” yang kita sandang hari ini bukan sekadar gelar historis, melainkan sebuah amanah moral. Dari pelindung sosok individu (raja), kini tugas mulia tersebut bergeser menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan seluruh rakyat Indonesia. Inilah esensi Polri yang sesungguhnya: kekuatan yang lahir dari rakyat dan harus kembali mengabdi untuk rakyat.
Menuju Polri Modern: Tantangan di Usia ke-80
Memasuki usia ke-80, Polri berada di persimpangan jalan yang menentukan. Tuntutan masyarakat akan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme semakin tinggi. Era modern menuntut polisi tidak hanya mahir dalam penegakan hukum secara konvensional, tetapi juga adaptif terhadap kejahatan siber, perubahan sosial, dan dinamika teknologi.

”Polri Untuk Masyarakat” harus berhenti menjadi sekadar slogan di dinding kantor atau baliho di jalan raya. Ia harus menjadi detak nadi dalam setiap tindakan anggota di lapangan. Pembenahan internal—mulai dari perilaku personel, etika profesi, hingga ketegasan dalam memberantas penyimpangan—adalah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi jika ingin Polri tetap dicintai.
Suara Rakyat: Bekerjalah untuk Negeri
Di hari ulang tahun ke-80 ini, rakyat menitipkan pesan yang sederhana namun mendalam: “Jadilah polisi yang benar-benar milik kami.”
Rakyat tidak membutuhkan sosok yang menjaga jarak dengan seragamnya. Rakyat merindukan sosok polisi yang hadir saat mereka kesulitan, polisi yang tidak tebang pilih dalam keadilan, dan polisi yang berdiri tegak membela kepentingan publik. Ketika Polri bekerja dengan ketulusan untuk rakyat, maka Polri akan secara otomatis menjadi bagian tak terpisahkan dari rakyat itu sendiri.
Jika Patih Gajah Mada melalui pasukan Bhayangkara dahulu mampu menyatukan Nusantara dengan perlindungan yang nyata, maka Polri di era modern ini harus mampu menyatukan hati rakyat dengan pelayanan yang humanis. Jadikan perlindungan terhadap masyarakat sebagai ibadah tertinggi dalam setiap langkah tugas.
Selamat berkarya, Polri. Jadilah pelindung yang tangguh, pelayan yang ramah, dan pengayom yang tulus. Karena pada akhirnya, kekuatan terbesar polisi bukanlah terletak pada senjata atau seragamnya, melainkan pada kepercayaan dan kasih sayang dari rakyat yang ia lindungi.

Ucapan Redaksi dan Pimpinan:
“Selamat HUT Bhayangkara ke-80 dari Media Infoplus9.com. Semoga Polri semakin presisi, profesional, dan senantiasa menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.”
Read More105 Personel Polresta Tangerang Naik Pangkat, Kapolresta Minta Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Tangerang-INFOPLUS9.COM-Sebanyak 105 personel Polresta Tangerang menerima kenaikan pangkat, Selasa (30/6/2026). Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, disiplin, loyalitas, dan pengabdian yang telah ditunjukkan selama menjalankan tugas.
“Oleh karena itu, setiap pangkat yang disandang harus dipertanggungjawabkan melalui peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat,” kata Indra Waspada.
Dia menegaskan, pangkat baru harus menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme. Serta menjaga integritas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Indra Waspada juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga personel yang telah memberikan dukungan dan doa. Sehingga para anggota dapat menjalankan tugas dengan baik.
“Keberhasilan ini merupakan hasil perjuangan bersama,” ungkapnya.
Pada periode kenaikan pangkat kali ini, sebanyak 105 personel memperoleh kenaikan pangkat dengan rincian 1 personel dari AKP ke Kompol, 4 personel dari Ipda ke Iptu, 28 personel dari Aipda ke Aiptu, 40 personel dari Bripka ke Aipda, 6 personel dari Brigadir ke Bripka, 5 personel dari Briptu ke Brigadir, serta 21 personel dari Bripda ke Briptu.
Indra Waspada berharap, seluruh personel yang menerima kenaikan pangkat dapat terus menjaga disiplin dan meningkatkan kompetensi.
“Serta menjadi teladan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Read MoreJelang Puncak HUT Bhayangkara, Polres Lhokseumawe Gelar “Isi Ulang Cinta”

Lhokseumawe, –INFOPLUS9.COM- Ada yang berbeda dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe, Polda Aceh. Jika biasanya peringatan diisi dengan upacara, bakti sosial, atau perlombaan, kali ini jajaran Polres Lhokseumawe memilih menyentuh sisi emosional personelnya melalui kegiatan bertajuk “Isi Ulang Cinta”.
Mengusung tema “Isi Ulang Cinta: Cinta kepada Tuhan, kepada Negara, Bhayangkara, dan Rumah Tangga”, seluruh personel Polres Lhokseumawe dan Bhayangkari diajak melakukan perjalanan batin untuk merefleksikan kembali makna pengabdian. Kegiatan yang berlangsung di Mapolres Lhokseumawe, Senin (29/6/2026), ini menghadirkan motivator nasional, Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd., C.Ht., Direktur Thanks Institute Indonesia, sebagai narasumber utama.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., menegaskan bahwa pengabdian anggota Polri tidak cukup hanya berbekal kemampuan teknis dan profesionalisme. Kekuatan mental, spiritual, dan keharmonisan keluarga merupakan fondasi yang sama pentingnya.

”Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk menguatkan kembali fondasi pengabdian personel. Melalui kegiatan ‘Isi Ulang Cinta’, kami ingin setiap anggota kembali memperkuat ketaatan kepada Tuhan, setia kepada negara, bangga sebagai Bhayangkara, serta menjaga keharmonisan rumah tangga. Ketika hati menjadi kuat, pelayanan kepada masyarakat akan semakin tulus, humanis, dan Presisi,” ujar AKBP Ahzan.
Senada dengan Kapolres, Dr. Ketut Abid Halimi menjelaskan bahwa konsep “Isi Ulang Cinta” bukan sekadar pelatihan motivasi biasa. Program ini dirancang sebagai proses membangkitkan kembali energi positif yang kerap terkikis oleh tekanan pekerjaan dan dinamika kehidupan.
”Banyak orang mampu bekerja keras, tetapi lupa merawat hatinya. Melalui pendekatan refleksi, emotional cleansing, senam otak, dan senam hati, kami membantu peserta melepaskan beban emosional. Tujuannya agar cinta kepada Tuhan, keluarga, bangsa, dan profesi dapat tumbuh kembali. Saat cinta itu hidup, semangat melayani masyarakat akan muncul secara alami,” jelas Ketut.

Kegiatan ini diharapkan menjadi warna baru dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Tidak hanya merayakan usia institusi Polri, kegiatan ini menjadi ruang introspeksi bagi setiap anggota untuk mengingat kembali alasan mendasar mereka memilih jalan pengabdian.
Di tengah tantangan tugas yang kian kompleks, “Isi Ulang Cinta” menjadi pengingat bahwa kekuatan seorang Bhayangkara tidak hanya terletak pada seragam dan kewenangan, melainkan pada ketenangan hati, keharmonisan keluarga, serta kecintaan yang utuh kepada Tuhan, bangsa, dan masyarakat. (dbs/red)
Read MoreSaid Iqbal Hadir di PT Molex Ayus, Polsek Cikupa Kawal Aksi Buruh Tetap Aman dan Kondusif

TANGERANG – INFOPLUS9.COM- Polsek Cikupa, Polresta Tangerang, melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan sekitar 100 anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Tangerang di depan PT Molex Ayus, Jalan Raya Serang Km 11,5, Kelurahan Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin (29/6/2026).
Aksi tersebut mengusung tuntutan pembayaran kenaikan upah tahun 2026 sebesar Rp388.993 bagi seluruh pekerja. Massa juga membawa spanduk, poster, mobil komando, dan menyampaikan aspirasi secara terbuka di depan perusahaan.
Pengamanan dipimpin Kapam Objek AKP Syamsul Bahri, S.TK., S.I.K., M.H., dengan melibatkan 32 personel gabungan Polresta Tangerang dan Polsek Cikupa. Sejak apel pengamanan hingga berakhirnya kegiatan, personel Polri mengedepankan pendekatan humanis serta memastikan aksi berlangsung tertib tanpa mengganggu keamanan masyarakat.






Di tengah aksi, hadir Said Iqbal, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, didampingi Presiden FSPMI Suparno, SH, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana, AP., M.Si., perwakilan manajemen PT Molex Ayus, serta jajaran FSPMI.
Dalam pertemuan yang berlangsung di aula perusahaan, Said Iqbal mengajak seluruh pihak mengedepankan dialog dan musyawarah sebagai jalan terbaik menyelesaikan perselisihan hubungan industrial.
Ia menegaskan pemerintah hadir sebagai pihak yang netral untuk memastikan proses penyelesaian berjalan sesuai aturan, menjaga kepentingan pekerja maupun perusahaan, serta mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis.
Pertemuan menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya perusahaan tetap menjalankan kegiatan produksi, proses negosiasi mengenai kenaikan upah dilanjutkan melalui perundingan, tidak dilakukan pemotongan upah yang bertentangan dengan ketentuan, tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK), serta tidak ada pemberian sanksi berupa SP maupun mutasi kepada pekerja yang mengikuti aksi selama proses penyelesaian berlangsung.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi M. Indra Waspada Amirulloh, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., melalui Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri, S.TK., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Polri hadir untuk menjamin keamanan seluruh pihak serta memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan pendapat sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pengamanan dilakukan secara profesional, humanis, dan mengedepankan komunikasi. Kami memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tetap terlindungi, namun ketertiban umum, keamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat juga tetap terjaga. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKP Syamsul Bahri.
Usai pertemuan, massa aksi membubarkan diri secara tertib. Berdasarkan hasil kesepakatan, tidak ada aksi lanjutan pada hari berikutnya dan para pekerja akan kembali bekerja seperti biasa sambil menunggu proses perundingan lanjutan antara perwakilan pekerja dan manajemen perusahaan di Kementerian Ketenagakerjaan RI.
(ARDI)
Read MoreJelang Hari Bhayangkara ke-80, DPO Curanmor di Cikupa Berhasil Dilumpuhkan

Tim Reskrim Polsek Cikupa
TANGERANG – INFOPLUS9.COM-Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli mendatang, jajaran Unit Reskrim Polsek Cikupa, Polresta Tangerang, memberikan “kado” istimewa bagi warga dengan berhasil meringkus seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan.
Prestasi ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan pelindungan kepada masyarakat, sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara tahun ini.
Kronologi Pengungkapan
Tersangka berinisial A.S. (31) berhasil dibekuk petugas pada Kamis (25/6/2026) dini hari di wilayah Kampung Talagasari, Kecamatan Cikupa. Penangkapan ini merupakan buah dari kerja keras dan pengembangan penyelidikan atas laporan kehilangan sepeda motor milik warga bernama Siti Khalimatu Sha’diyah yang terjadi pada 14 Januari 2026 lalu di Kampung Waru, Desa Pasir Jaya.
Dalam aksinya, tersangka A.S. beraksi bersama rekannya dengan modus merusak kunci kontak menggunakan kunci letter T. Selain mengamankan pelaku, polisi juga berhasil menyelamatkan satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban, lengkap dengan STNK, kunci kontak, serta barang bukti pendukung lainnya seperti jaket, helm, dan kunci letter T yang digunakan saat beraksi.
Komitmen Polisi Jelang Hari Bhayangkara
Kanit Reskrim Polsek Cikupa, IPDA Syaiful Rusdiansyah, S.H., menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari upaya intensif kepolisian dalam memberantas tindak kejahatan.
”Penangkapan ini adalah bentuk dedikasi kami. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, kami ingin memastikan bahwa setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti dengan serius. Kami berkomitmen untuk terus memburu pelaku kejahatan lainnya yang masih DPO agar tercipta situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Cikupa,” ujar IPDA Syaiful.
Senada dengan hal tersebut, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi M. Indra Waspada Amirulloh, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., melalui Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri, S.TK., S.I.K., M.H., memberikan apresiasi tinggi kepada tim Unit Reskrim.
”Keberhasilan ini adalah kado dari Polsek Cikupa untuk masyarakat di momen Hari Bhayangkara ke-80. Kami ingin masyarakat merasa tenang. Kami tidak akan berhenti di sini dan akan terus menindak tegas setiap pelaku tindak pidana,” tegas Kapolsek.
Imbauan bagi Masyarakat
Pihak kepolisian juga mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kendaraan pribadi, terutama dengan menambahkan kunci pengaman ganda saat parkir. Masyarakat diminta tidak ragu untuk segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau menjadi korban tindak pidana.
Saat ini, tersangka A.S. telah ditahan di Mapolsek Cikupa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.
Read MoreMomen HANI, Polresta Tangerang Gagalkan Peredaran Puluhan Ribu Butir Obat Keras Ilegal, Amankan Tiga Pengedar

Tangerang-INFOPLUS9.COM-Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang menggagalkan peredaran obat keras daftar G tanpa izin. Dalam dua pengungkapan kasus berbeda, polisi mengamankan tiga tersangka beserta lebih dari 27 ribu butir obat keras yang diduga siap edar.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Senin (29/6/2026) mengatakan, kasus pertama diungkap pada Sabtu, 20/6/2026) di Desa Sindang Panon, Kecamatan Pasar Kemis.
“Pengungkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai adanya aktivitas peredaran obat keras daftar G di lokasi tersebut,” kata Indra Waspada.
Setelah melakukan penyelidikan, petugas mengamankan seorang pria berinisial M. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa 1.050 butir Tramadol, 1.014 butir Hexymer dalam kemasan plastik klip, serta 24.000 butir Hexymer yang dikemas dalam 24 botol.
“Seluruh barang bukti tersebut disembunyikan di dalam jok sepeda motor milik tersangka,” terang Indra Waspada.
Dalam pemeriksaan awal, tersangka M mengakui seluruh obat keras tersebut adalah miliknya dan akan diedarkan. Namun, sebelum sempat dijual, pelaku berhasil diamankan petugas.
Sementara itu, pengungkapan kedua dilakukan pada Selasa, (23/6/2026) di sebuah rumah kontrakan di Kampung Mekar Bakti, Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan. Kasus ini juga berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran obat keras jenis Tramadol dan Hexymer di wilayah tersebut.
Menindaklanjuti informasi itu, Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Tangerang melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya menggerebek rumah kontrakan yang diduga dijadikan tempat penyimpanan obat-obatan.
Pada penggerebekan itu, polisi mengamankan seorang pria berinisial E. Dari dalam lemari pakaian di rumah kontrakan tersebut, polisi menemukan 67 butir Tramadol, 990 butir Hexymer, dan satu pak plastik klip bening.
“Serta satu kantong plastik hitam yang digunakan untuk mengemas obat,” beber Indra Waspada.
Hasil interogasi mengungkap, obat keras tersebut milik E bersama rekannya berinisial MM. Tak berselang lama, polisi yang melakukan pengembangan berhasil menangkap M yang saat itu berada di depan sebuah ruko tidak jauh dari lokasi penggerebekan.
Tersangka E dan MM mengaku telah memperjualbelikan obat keras daftar G tersebut selama kurang lebih dua bulan di sekitar Kecamatan Panongan.
Indra Waspada menegaskan, pengungkapan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polresta Tangerang dalam memerangi penyalahgunaan narkotika maupun obat-obatan berbahaya, terlebih bertepatan dengan momentum Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni.
Pengungkapan tersebut juga telah menyelamatkan setidaknya 9.000 jiwa dari potensi penyalahgunaan obat keras, dengan asumsi, 3 butir obat keras dapat dikonsumsi 1 orang.
Melalui penindakan yang konsisten, Polresta Tangerang menegaskan komitmen melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan obat keras daftar G yang dapat merusak kesehatan, memicu tindak kriminal, serta mengancam masa depan bangsa.
“Keberhasilan pengungkapan dua kasus tersebut juga tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada kepolisian,” pungkasnya.
Saat ini para tersangka menjalani pemeriksaan intensif guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.
Read MoreJelang Hari Bhayangkara, Polresta Tangerang Teladani Semangat Juang dengan Ziarah di Taman Makam Pahlawan

Tangerang-INFOPLUS9.COM-Jelamg Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang menggelar Upacara Tabur Bunga dan Ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bahagia, Jalan Tembus Graha, Pondok Aren Village, Tangerang Selatan, Senin (29/6/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan dipimpin Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara penghormatan kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga di tugu TMP oleh inspektur upacara, dilanjutkan tabur bunga di pusara para pahlawan.
“Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa,” kata Indra Waspada.
Dia juga mengatakan, ziarah dan tabur bunga bukan sekadar agenda seremonial dalam rangka Hari Bhayangkara. Melainkan momentum untuk mengenang sekaligus meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan.
“Semangat pengabdian, keikhlasan, dan pengorbanan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi setiap insan Bhayangkara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh personel diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk menjaga keamanan dan menegakkan hukum secara profesional. Serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan ziarah dan tabur bunga merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Polresta Tangerang. Sebelumnya, berbagai kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya bakti sosial, bakti kesehatan, bakti religi, perlombaan olahraga, lomba Satpam, hingga lomba Dai Kamtibmas.
Tidak hanya itu, dilaksanakan juga pesta rakyat melalui kegiatan fun run, fun bike, dan fun walk yang melibatkan ribuan masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud komitmen untuk semakin dekat dengan masyarakat.
Read MoreMenakar Dedikasi Polsek Cikupa: Bukti Nyata ‘Polri untuk Masyarakat’ di HUT Bhayangkara ke-80

TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Di usianya yang ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus bertransformasi. Di tingkat akar rumput, tepatnya di wilayah hukum Polsek Cikupa, Polresta Tangerang, jargon “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan di atas kertas. Ia telah mewujud dalam kerja nyata, sinergi yang cair, dan pendekatan humanis yang kini mendefinisikan wajah kepolisian modern.
Dulu, mungkin ada stigma yang melekat bahwa kantor polisi adalah “kandang macan” yang menakutkan bagi warga. Namun, sejak di bawah kepemimpinan Kapolsek Cikupa Kompol Tedy Heru Murtianto ST SH dilanjutkan Kompol Johan Armando Utan, S.I.K., M.H dan kini dilanjutkan oleh Kapolsek Cikupa, AKP Syamsul Bahri, S.TK., S.I.K., M.H., dinding pembatas antara polisi dan masyarakat telah runtuh. Mapolsek Cikupa kini bertransformasi menjadi ruang terbuka yang sarat dengan kebersamaan.
Prestasi Nyata dan Kehadiran Polri
Keberhasilan Polsek Cikupa tidak datang dari ruang hampa. Catatan prestasi mereka menjadi bukti sahih bahwa Polri benar-benar hadir untuk masyarakat. Mulai dari pengungkapan kasus-kasus krusial seperti pencurian kendaraan bermotor (curanmor) hingga kasus-kasus pembunuhan sadis, Polsek Cikupa menunjukkan taji dalam penegakan hukum yang presisi.
Namun, yang lebih mengagumkan adalah kemampuan problem solving jajaran pimpinan dan anggota di lapangan. Banyak kasus ringan yang kini tidak harus berakhir di meja hijau, melainkan diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah. Inilah wajah keadilan restoratif yang sesungguhnya—di mana konflik ditekan dan kedamaian wilayah menjadi prioritas. Keberhasilan ini tak lepas dari soliditas semua lini; Reskrim yang tanggap, Binmas yang merangkul, Lantas yang melayani, hingga Intelkam yang presisi, semuanya bersinergi dalam harmoni.
Tak hanya soal hukum, prestasi Polsek Cikupa merambah ke bidang sosial dan olahraga. Keberhasilan meraih predikat Runner Up dalam turnamen sepak bola dan Bulutangkis jelang HUT Bhayangkara ke-80 adalah bukti bahwa polisi juga bagian dari komunitas yang aktif dan berjiwa sportivitas tinggi.


Juara di Perlombaan di Jelang HUT Bhayangkara ke-80
Sinergi sebagai Kunci Utama
Kedekatan Polsek Cikupa dengan tokoh agama, ulama, dan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) menjadi fondasi kuat. Sinergi inilah yang membuat stabilitas keamanan di Cikupa terjaga. Polisi tidak lagi bekerja sendiri, melainkan bersama-sama dengan Forkopimcam, kepala desa, lurah, dan elemen masyarakat lainnya menjaga marwah wilayah.
Menyongsong HUT Bhayangkara ke-80: Doa dan Santunan
Dalam rangka menyambut hari jadi ke-80, Polsek Cikupa kembali menggelar agenda yang menyentuh hati: Doa Bersama, Syukuran, dan santunan anak yatim. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada Rabu, 1 Juli 2026, ini menjadi momen refleksi bagi Polri untuk terus memperbaiki diri.

Ketua Pelaksana Acara Doa dan Syukuran HUT Bhayangkara ke-80
IPDA H. Syaiful Rusdiansyah, SH, yang kembali dipercaya oleh Kapolsek sebagai Ketua Pelaksana kegiatan, mengungkapkan rasa optimisme dan harapannya.
”Acara ini adalah bentuk syukur kami sekaligus upaya mempererat silaturahmi. Kami sengaja melibatkan seluruh elemen, mulai dari Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga OKP dan ormas. Ini adalah undangan terbuka bagi masyarakat Cikupa,” ujar IPDA H. Syaiful Rusdiansyah.
Ia menambahkan, “Harapan kami, doa dari masyarakat yang tulus ini akan menjadi energi bagi Polri untuk terus berbenah. Kami ingin membuktikan bahwa dengan dukungan masyarakat, pelayanan kami akan jauh lebih baik. Inilah wujud nyata komitmen Polri untuk Masyarakat, untuk Indonesia yang lebih adil dan damai.”
Perayaan HUT Bhayangkara ke-80 di Cikupa bukanlah perayaan segelintir seragam, melainkan perayaan rakyat bersama pelindung dan pengayomnya. Dengan doa dan kebersamaan, Polsek Cikupa optimis melangkah ke masa depan dengan pelayanan yang semakin humanis, tegas, dan dicintai. (Red)
Read MorePolsek Cikupa Kawal Ribuan Warga PSHT, Pengesahan Berlangsung Aman dan Kondusif

tikik pemberangkatan Gerbang Citra Raya
TANGERANG – INFOPLUS9.COM- Polsek Cikupa melaksanakan pengamanan dan pengawalan kegiatan keberangkatan serta lintasan ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 17 Pusat Madiun menuju Padepokan PSHT Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dalam rangka Pengesahan Warga Baru PSHT, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan pengamanan dipimpin Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri, S.TK., S.I.K., M.H. selaku Kapam Obyek dengan melibatkan personel gabungan Polres, Polsek, Brimob Polda Banten, dan Samapta Polda Banten guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Dari wilayah hukum Polsek Cikupa, sebanyak 23 peserta diberangkatkan yang terdiri dari 15 warga baru dan 8 pendamping menggunakan 4 unit kendaraan roda empat dan 2 unit kendaraan roda dua. Titik kumpul berada di Sekretariat PSHT Ranting Cikupa, Perum Griya Harsa, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa.

Ipda H.Syaiful Rusdiansyah bersama Kapolsek Cikupa
Selain itu, sekitar 2.000 warga PSHT dari berbagai ranting, di antaranya Cikupa, Tigaraksa, Pasar Kemis, dan Tangerang Kota, melintasi wilayah hukum Polsek Cikupa menggunakan sekitar 1.100 sepeda motor dengan mengenakan atribut dan seragam PSHT menuju Padepokan Matagara.
Rangkaian pengamanan diawali pada pukul 14.30 WIB saat IPTU Udi Muhdi memimpin pengawalan rombongan warga baru PSHT menuju lokasi kegiatan. Selanjutnya pukul 17.00 WIB dilaksanakan apel pengamanan di Mapolsek Cikupa, kemudian seluruh personel menempati titik pengamanan sesuai ploting. Pada pukul 22.00 WIB, rombongan besar PSHT melintas di kawasan Gumarang, Kecamatan Cikupa, menuju Padepokan PSHT Matagara dengan pengawalan aparat kepolisian.
Sebelum keberangkatan, Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri bersama Kanit Reskrim IPDA Syaiful Rusdiansyah, S.H. dan Kanit IK IPDA Andhika, S.H., memberikan arahan kepada peserta agar menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama perjalanan maupun pelaksanaan pengesahan.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi M. Indra Waspada Amirulloh, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., melalui Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri, S.TK., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Kami mengedepankan langkah preventif, pengawalan, dan pendekatan humanis agar seluruh rangkaian kegiatan pengesahan warga baru PSHT dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujar AKP Syamsul Bahri.
Dengan kekuatan pengamanan sebanyak 85 personel Polres dan Polsek, 50 personel Brimob Polda Banten, serta 50 personel Samapta Polda Banten, kegiatan keberangkatan maupun lintasan ribuan warga PSHT di wilayah hukum Polsek Cikupa berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
(ARDI)