Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

News News News

Lebih Cepat, Lebih Akurat

  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
  • About Us
    • Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
    • Box Redaksi
    • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
    • Disclaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
  • Berita Daerah
    • Sorotan
    • Nasional
    • Polri
    • TNI
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Sorotan/JERIT SEORANG IBU: Kisah Siska, Terjebak Malam Kelam Tangerang Demi Setetes Susu Anak di Malingping
Sorotan

JERIT SEORANG IBU: Kisah Siska, Terjebak Malam Kelam Tangerang Demi Setetes Susu Anak di Malingping

By Jumadil Qubro
Mei 31, 2026 3 Min Read
0

​KISAH KEHIDUPAN – Air mata Siska (bukan nama sebenarnya) seolah sudah habis dikuras oleh takdir. Di usianya yang masih sangat muda, wanita asal pelosok Kecamatan Malingping, Kabupaten Pandeglang ini harus menelan pil pahit kehidupan yang begitu menyayat hati. Pernikahan yang diimpikannya menjadi pelabuhan bahagia—yang usianya baru seumur jagung—hancur berkeping-keping justru di saat ia baru saja mencicipi indahnya menjadi seorang ibu.

​Ujian hebat itu datang tanpa permisi. Ketika sang buah hati, darah dagingnya yang tak berdosa, baru menginjak usia 6 bulan, biduk rumah tangga Siska dihantam badai besar. Sang suami tega melangkah pergi, berpaling memeluk wanita lain, dan meninggalkan Siska tanpa sepatah kata pun.

​Berbulan-bulan dalam ketidakpastian, jawaban yang dinanti akhirnya datang dengan cara yang paling kejam. Bukan kepulangan sang suami yang ia dapati, melainkan ketukan pintu dari seorang petugas kantor pos desa yang mengantarkan selembar surat talaq. Dunianya runtuh seketika. Di tengah tangis bayinya yang kehausan, Siska termangu memandangi kertas yang merenggut seluruh sisa harapannya.

​Setitik Harapan di Tengah Kebingungan

​Pekan-pekan setelahnya adalah neraka jahanam bagi batin Siska. Bingung, hancur, dan tak tahu harus melangkah ke mana. Di tengah keputusasaan itu, datanglah Mella (25), teman sekampungnya yang dalam pandangan orang-orang desa telah memetik kesuksesan di perantauan.

​Melihat keterpurukan kawan lamanya, Mella mengulurkan tangan. Ia mengajak Siska mengadu nasib ke Kota Tangerang. Harapan baru membuncah di dada Siska, meski saat itu Mella tak pernah menjabarkan secara rinci apa pekerjaan yang dilakoninya.

​Selama satu bulan menumpang di kamar kontrakan yang disewa Mella, perlahan tabir misteri itu terbuka. Siska mulai menyadari ada yang tak biasa dengan ritme hidup temannya. Mella selalu berangkat saat matahari telah tenggelam, sekitar pukul 20.00 WIB, dan baru kembali ketika semburat fajar menyingsing—seringkali dalam kondisi limbung dan aroma alkohol yang menyengat. Mella memilih bungkam, belum berani berterus terang tentang dunianya kepada Siska yang masih polos.

​Lembaran Uang dan Hutang Budi yang Mengikat

​Titik balik yang mengiris hati itu terjadi pada suatu siang. Ponsel Siska berdering. Di ujung telepon, suara ibunya di kampung halaman terdengar gemetar, mengabarkan bahwa persediaan susu sang bayi telah habis, dan kebutuhan dapur kian menjepit. Siska tercekat. Dadanya sesak mendapati kenyataan bahwa ia tak punya sepeser pun uang untuk dikirimkan. Isak tangis Siska pecah di sudut kamar, merutuki ketidakberdayaannya sebagai seorang ibu.

​Tanpa ia sadari, di balik tirai kamar, Mella mendengarkan setiap bait percakapan yang menyayat hati itu. Tersentuh oleh penderitaan sang sahabat, Mella melangkah mendekat. Diulurkannya seikat lembaran uang senilai Rp 1 juta ke hadapan Siska.

​”Ambilah, kirim ke ibumu buat keperluan anakmu. Jika ibumu bertanya, bilang saja kamu sudah bekerja di Tangerang,” ucap Mella lirih.

​Bagi Siska, uang itu adalah penyambung nyawa anaknya. Namun di sisi lain, ia sadar telah berhutang budi teramat besar. Terdesak oleh kebutuhan yang terus berputar dan rasa tahu diri, Siska akhirnya memberanikan diri menatap mata Mella. Ia meminta, bahkan memohon, untuk ikut bekerja bersama Mella, apa pun risikonya.

​Terjebak di Remang Malam dan Tangis yang Senyap

​Kini, malam-malam Siska tak lagi dihabiskan dengan menimang bayinya, melainkan di bawah temaram lampu warna-warni sebuah club malam di sudut Tangerang. Tugas utamanya adalah menemani para tamu menenggak minuman keras. Tak sampai di situ, tuntutan ekonomi yang beringas perlahan menyeretnya lebih dalam: ia terpaksa melayani layanan plus-plus, menjual raganya demi memuaskan lelaki hidung belang yang bersedia membayar.

​Awalnya, setiap jengkal kulitnya menolak. Rasa risih, jijik, dan hina berkecamuk menjadi satu. Setiap kali tangan-tamu asing menyentuhnya, dada Siska sesak bak dihantam batu besar. Namun, bayangan wajah bayinya di Malingping yang butuh susu, serta senyum ibunya yang renta, memaksa Siska mematikan rasa malunya. Ia harus bertahan, demi kelangsungan hidup orang-orang tercinta, meski harga diri menjadi taruhannya.

​Kini, kebutuhan keluarganya di kampung memang tercukupi. Susu sang anak tak lagi terlambat dibeli. Namun, tak ada yang tahu betapa hancurnya bathin seorang Siska.

​Di balik sapuan make-up tebal dan pakaian minimnya, bathin Siska menangis darah. Di setiap penghujung malam, saat ritual hitam itu usai dan gemerlap club malam meredup, Siska bersujud di atas sajadah di sudut kamarnya. Dalam sisa-sisa air matanya yang tumpah di atas lantai, ia selalu melangitkan doa yang sama: memohon ampunan, meminta petunjuk, dan berharap Tuhan membukakan jalan keluar agar ia bisa segera lepas dari lingkaran hitam ini dan kembali memeluk buah hatinya dengan tangan yang suci.

Author

Jumadil Qubro

Redaksi INFOPLUS9.COM

Follow Me
Other Articles
Previous

Sampah Menumpuk di Sepatan Bukan Sehari Dua Hari, Satgas Kodim Akhirnya Turun

Next

Petugas Razia Gabungan di Bandara Soetta, Amankan Satu Motor Bodong

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Kejaksaan Agung Lakukan Penggeledahan di Kantor Pusat Badan Gizi Nasional Jakarta
  • Koramil 13/Cisoka Perkuat Patroli Malam, Cegah Aksi Kejahatan dan Jaga Keamanan Warga
  • Breaking News..!!Eks Kepala BGN Dadan dkk Dijemput Kejagung, Dirilis Resmi Sore Ini
  • 3 Petinggi BGN Dicopot di Tengah Isu Jual Beli Titik SPPG, Ini Jawaban Istana
  • Kapolresta Tangerang Cek TKP Mayat Tukang Cilok di Cikupa

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You May Have Missed

Berita Daerah

Maesyal Rasyid Gerak Cepat RTLH di Jayanti Langsung di Bangun

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 2, 2026
Berita Daerah

Syukur Mengubah Ujian Menjadi Peluang Kesuksesan: Sebuah Refleksi Filsafat Islam tentang Nikmat, Ujian, dan Kemuliaan Hidup

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 2, 2026
Berita Daerah

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila Menyatukan, Pancasila Memajukan, dan Pancasila Memuliakan Rakyat Indonesia

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 1, 2026
Berita Daerah

Hasan Hariri Sampaikan Apresiasi Mendalam Usai Gelar Tasyakuran Putra Pertama

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 31, 2026
Berita Daerah

FORJA Banten Akan Gelar Diskusi Publik Dorong Implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang Tepat Sasaran, Transparan, dan Berkelanjutan

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 30, 2026
Berita Daerah

Pengajian Bulanan Haji Enjuh Berlangsung Khidmat, Dihadiri Bupati Tangerang dan Tokoh Ulama

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 29, 2026
Berita Daerah

Tahlil Malam Ke-4 Mendiang Alm. Hadi Hartono Dihadiri Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi PDIP Mukhlis, SH

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 29, 2026
Berita Daerah

Keluarga Besar FORJA Banten Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha, Momentum Perkuat Kepedulian dan Kebersamaan

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 27, 2026
Berita Daerah

DKM Masjid Baitul Muttaqin Perum Cluster Persada Jayanti Gelar Sholat Iedul Adha 1447 H/2026

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 27, 2026
Media Infoplus9.com adalah platform media siber yang berkomitmen menyajikan data dan peristiwa menjadi informasi aktual, tepercaya, dan mendalam. Mengusung nilai-nilai jurnalisme yang kuat, Infoplus9.com selalu mengedepankan pemberitaan yang profesional, objektif, dan berimbang (cover all sides) demi memenuhi hak masyarakat atas informasi yang akurat.
Redaksi INFOPLUS9.COM Website : www.Infoplus9.com Email : Redaksiinfoplus9@gmail.com Facebook: Infoplus9.com Telp : 0838-7432-6509 Copyright 2026 — News. All rights reserved.