Reses Anggota DPRD Banten di Cikupa: Perkuat Harmonisasi NU-PKB dan Serap Aspirasi Infrastruktur

TANGERANG – INFOPLUS9.COM-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhamad Nur Kholis, S.Th.I., menggelar agenda Reses Masa Persidangan ke-III Tahun Sidang 2025-2026. Kegiatan ini berlangsung tertib di Gedung Serbaguna (GSG) Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Jumat (17/6/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting regional, di antaranya Rois Syuriah MWC NU Cikupa Dr. KH. Waisul Qurni, Ketua MUI sekaligus Mustasyar MWC NU Cikupa KH. Yayan Mulyana, Ketua Tahfidz MWC NU Ustadz Eko Awaludin S.Pd.I Ketua PAC PKB Cikupa Kang Haji Wahyudi, serta ratusan pengurus jajaran, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda setempat.
Prioritas Infrastruktur dan Percepatan Anggaran
Sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banten yang membidangi infrastruktur, Muhamad Nur Kholis menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan untuk menyerap langsung kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat sasaran.
Ia memaparkan, jalur legislatif memiliki keunggulan dalam hal eksekusi program karena dewan memegang fungsi penganggaran (budgeting).
”Jika ada jalan provinsi yang bermasalah, atau jalan-jalan desa dan pemukiman yang masih rusak dan memicu banjir, segera sampaikan. Kami akan bawa dan usulkan dalam pembahasan anggaran pada Agustus atau September esok, untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2027,” ujar Nur Kholis di hadapan konstituen.
Ia juga mengingatkan pentingnya tertib administrasi dalam pengusulan program agar masyarakat memahami linimasa dan tahapan birokrasi pemerintahan.
Komitmen Politik: Harmonisasi NU dan PKB Menuju 2029
Selain menyerap aspirasi warga, momentum reses ini menjadi panggung penegasan kembalinya keharmonisan hubungan struktural dan kultural antara Nahdlatul Ulama (NU) sebagai “orang tua” dan PKB sebagai “anak”.
Ketua Tanfidziyyah MWC NU yang baru, Ustadz Eko Awaludin, S.Pd.I, menyampaikan pandangan historisnya mengenai hubungan erat kedua lembaga ini. Ia menyebut politik adalah instrumen penting untuk mengatur kebijakan hajat hidup orang banyak, mulai dari urusan pekerjaan, ekonomi, hingga pemenuhan pangan harian.

”Kita tidak boleh anti-politik. Sebagai kader, kini fokus saya adalah membesarkan NU di Kecamatan Cikupa, namun secara historis PKB lahir dari rahim NU. Kolaborasi ini harus terus didorong demi kemajuan umat,” tutur Ustadz Eko.
Senada dengan hal itu, Muhamad Nur Kholis yang kini mendapat penugasan dari DPW PKB untuk fokus pada strategi pemenangan tingkat provinsi, menargetkan capaian besar pada Pemilu 2029 mendatang. Berkaca dari lonjakan suara pribadinya yang naik signifikan dari 15.000 suara (2019) menjadi 40.000 suara (2024), ia optimistis PKB mampu mengamankan kursi pimpinan di Kabupaten Tangerang.
”Jika konsolidasi dan harmonisasi antara NU dan PKB ini berjalan solid seperti di Jawa Barat dan Jawa Timur, kami sangat yakin pada 2029 nanti Kabupaten Tangerang akan menjadi basis kekuatan bersama bagi PKB dan NU,” tegas Nur Kholis.
Sebagai bentuk konkret pengabdian, Nur Kholis menyebut PKB telah memberikan dukungan penuh (full support) terhadap pembangunan Gedung PBNU/MWC NU dan berkomitmen mengawal program maslahat lainnya, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun kesehatan ke depan.
Penyerahan Dokumen Aspirasi
Di penghujung acara, Ketua MUI Kecamatan Cikupa, KH. Yayan Mulyana, BA berpesan agar wakil rakyat senantiasa mengedepankan amanah dan rasa kasih sayang (rahmat) kepada masyarakat yang diwakilinya.
Acara ditutup dengan koordinasi teknis pengumpulan berkas format aspirasi warga yang dikoordinasikan langsung melalui Ketua PAC PKB Cikupa, Kang Haji Wahyudi, beserta jajaran pengurus ranting.
Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama.