cropped 3541647.jpg

Akhir Penantian Belasan Tahun, Pemdes Budi Mulya Bedah Gubuk Reot Pasangan Mad Tami & Mak Inah

TANGERANG – INF⭕PLUS9.COM-Setelah belasan tahun bertahan hidup di gubuk reot yang berdiri di atas tanah milik sebuah perusahaan (PT), pasangan suami istri lanjut usia, Bapak Mad Tami dan Mak Inah, akhirnya dapat bernapas lega. Impian mereka untuk memiliki hunian yang aman dan sehat kini terwujud setelah Pemerintah Desa (Pemdes) Budi Mulya bersama pengurus lingkungan setempat resmi merampungkan program bedah rumah dan menyerahkan kunci hunian baru tersebut.

Sebelumnya, kondisi tempat tinggal pasangan lansia ini sangat memprihatinkan. Bangunan gubuk yang mereka tinggali selama belasan tahun tersebut sudah rapuh, bocor saat hujan, serta dihantui ketidakpastian karena status tanahnya. Melihat kondisi darurat kemanusiaan ini, Kepala Desa Budi Mulya H. Asan bersama Ketua RT 003/004, Bapak Agus, segera mengambil langkah cepat bergotong-royong membedah gubuk reot tersebut menjadi rumah yang kokoh, sehat, dan layak huni.

Acara penyerahan kunci rumah baru dipimpin langsung secara simbolis oleh Kepala Desa Budi Mulya, didampingi oleh Ketua RT 003/004 Agus, jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Program penyerahan ini menjadi bagian dari agenda prioritas pembiayaan desa untuk mengentaskan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga prasejahtera.

Kepala Desa Budi Mulya H. Asan mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan rumah ini. Penyerahan kunci ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah desa dan jajaran pengurus RT dalam melindungi warga yang paling membutuhkan.

“Belasan tahun Bapak Mad Tami dan Mak Inah harus menghadapi dingin dan bocor di gubuk reot di atas lahan PT. Alhamdulillah, berkat kerja keras jajaran Pemdes dan koordinasi aktif dari Pak RT Agus di lingkungan RT 003/004, penderitaan itu berakhir. Hari ini kami menyerahkan tempat tinggal baru yang jauh lebih layak, aman, dan sehat bagi mereka di usia senja,” ujarnya.

Suasana haru tak membendung mewarnai prosesi penyerahan kunci tersebut. Sambil memegang kunci rumah barunya, Mak Inah didampingi Bapak Mad Tami meneteskan air mata bahagia dan tak henti-hentinya mengucap syukur atas bantuan yang mereka terima.

“Kami sudah belasan tahun pasrah tinggal di gubuk reot yang hampir ambruk karena tidak punya biaya untuk memperbaiki, apalagi tanahnya juga milik PT. Kami benar-benar berterima kasih kepada Pak Kades, Pak RT Agus, dan seluruh warga Budi Mulya yang sudah peduli mengubah hidup kami menjadi punya rumah sebagus ini,” ucap Bapak Mad Tami dengan suara bergetar.

Di tempat yang sama, Ketua RT 003/004 Agus mengapresiasi langkah cepat pemerintah desa dan kepedulian warga sekitar yang ikut menyukseskan program bedah rumah ini sejak awal proses pembenahan hingga selesai.

Pemdes Budi Mulya menegaskan komitmennya bersama para pengurus RT/RW untuk terus melakukan penyisiran, pendataan, dan pengawasan terhadap rumah-rumah tidak layak huni lainnya di wilayah desa secara bertahap agar kesejahteraan sosial masyarakat terus meningkat. (Berry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Don`t copy text!