Akselerasi Kompetensi Jurnalis di Era Digital, Dewan Pers Gelar Pelatihan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Insan Media

JAKARTA – INFOPLUS9.COM-Industri media dan jurnalisme saat ini tengah menghadapi disrupsi teknologi yang masif, salah satunya dengan kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan. Merespons tantangan sekaligus peluang tersebut, Dewan Pers secara resmi menggelar pelatihan intensif pemanfaatan AI yang ditujukan khusus bagi para jurnalis dan pengelola media massa di Indonesia, Selasa (23/6/2025)
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen Dewan Pers dalam menjaga mutu produk jurnalistik, sekaligus memastikan bahwa ekosistem media nasional tetap relevan, adaptif, dan berdaya saing di tengah derasnya arus digitalisasi.
Ketua Dewan Pers menyampaikan bahwa integrasi AI dalam ruang redasi (newsroom) tidak bertujuan untuk menggantikan peran jurnalis, melainkan sebagai alat bantu (tool) untuk mengoptimalkan proses kerja.
”AI dapat membantu jurnalis dalam melakukan riset data yang mendalam, transkripsi cepat, hingga analisis tren. Namun, nilai utama jurnalisme seperti verifikasi, etika, empati, dan intuisi manusia tetap menjadi pilar utama yang tidak bisa digantikan oleh mesin,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali dengan berbagai materi esensial, antara lain:
- Pemanfaatan AI untuk Efisiensi Redaksi: Teknik menggunakan peranti pintar untuk membantu mengolah data besar (big data) dan mempercepat proses produksi berita tanpa menurunkan kualitas.
- Etika Jurnalisme AI: Diskusi mendalam mengenai batasan moral, hak cipta, dan tanggung jawab hukum dalam penggunaan konten berbasis kecerdasan buatan agar tetap selaras dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
- Mitigasi Disinformasi: Cara memanfaatkan teknologi untuk mendeteksi hoax, deepfake, dan misinformasi yang kian canggih di dunia maya.
Dewan Pers berharap, purnapelatihan ini dapat mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru di berbagai ruang redaksi di Indonesia. Dengan menguasai teknologi AI secara bijak dan beretika, media massa nasional diharapkan mampu memproduksi konten yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, mendalam, dan tetap tepercaya bagi publik.