Wujud Kepedulian, SPPG Sindanglaya 2 Bagikan Buku Tulis kepada 51 Siswa Yatim Piatu

foto (Istimewa)
PANDEGLANG-INFOPLUS9.COM- Komitmen dalam mendukung dunia pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan peserta didik terus ditunjukkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindanglaya 2 yang berada di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. Tidak hanya menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), lembaga tersebut juga menggelar kegiatan sosial dengan membagikan bantuan buku tulis kepada puluhan siswa yatim dan piatu dari sejumlah sekolah dasar di wilayah Pagelaran.
Sebanyak 51 siswa yatim dan piatu menerima bantuan buku tulis yang disalurkan langsung oleh jajaran SPPG Sindanglaya 2. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat dalam menempuh pendidikan meskipun berada dalam keterbatasan.
Pembagian bantuan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah maupun para siswa penerima manfaat. Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memperkuat sinergi antara pelaksana program pemerintah dengan lembaga pendidikan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
PIC SPPG Sindanglaya 2, Iin Muhlisin, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan hasil pendataan yang dilakukan bersama sejumlah sekolah dasar di wilayah pelayanan SPPG Sindanglaya 2. Dari data tersebut diketahui terdapat 51 siswa yang berstatus yatim dan piatu yang membutuhkan perhatian serta dukungan dalam menunjang aktivitas belajar mereka.
“Berdasarkan data yang kami terima dari beberapa sekolah, terdapat sekitar 51 siswa yang berstatus yatim dan piatu. Mereka kami bantu dengan memberikan buku tulis untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah maupun di rumah,” ujar Iin, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang harus mendapat perhatian semua pihak. Oleh karena itu, meskipun bantuan yang diberikan tidak dalam jumlah besar, SPPG Sindanglaya 2 berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa penerima.
Ia menjelaskan bahwa selama ini SPPG Sindanglaya 2 tidak hanya fokus pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga berupaya menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami menyadari bahwa masih banyak anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Bantuan buku tulis ini mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan sekolah mereka. Insya Allah kegiatan sosial seperti ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa,” katanya.
Iin menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan sumber daya manusia tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga oleh tersedianya sarana pendidikan yang memadai. Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi peserta didik.
Program bantuan tersebut juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Perwakilan SD Negeri 2 Montor, Nani Noviani, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan SPPG Sindanglaya 2 kepada para siswa, khususnya mereka yang berstatus yatim dan piatu.
Menurut Nani, di SD Negeri 2 Montor sendiri terdapat 16 siswa yatim dan piatu yang menerima bantuan buku tulis dari SPPG Sindanglaya 2. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada siswa-siswi kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi anak-anak. Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.
Nani menilai kehadiran SPPG Sindanglaya 2 tidak hanya dirasakan melalui Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial yang selama ini aktif dilakukan di lingkungan sekolah.
“Saya melihat SPPG Sindanglaya 2 cukup aktif dalam berbagai kegiatan. Selain menjalankan program MBG, mereka juga sering melakukan sosialisasi terkait gizi dan kesehatan kepada siswa maupun pihak sekolah. Kini mereka kembali menunjukkan kepedulian melalui pembagian buku tulis bagi anak-anak yatim dan piatu,” tuturnya.
Ia berharap sinergi antara sekolah dan SPPG Sindanglaya 2 dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan anak dapat berjalan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Nani menyampaikan bahwa perhatian terhadap siswa yatim dan piatu merupakan langkah positif yang perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua membutuhkan perhatian lebih agar tetap memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak.
“Alhamdulillah, selain menerima manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis, sejumlah siswa kami juga memperoleh bantuan buku tulis. Kami berharap SPPG Sindanglaya 2 terus mampu menebarkan manfaat dan menjadi inspirasi bagi lembaga lainnya untuk turut peduli terhadap dunia pendidikan,” tambahnya.
Kegiatan pembagian buku tulis tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah sederhana namun memiliki manfaat besar bagi penerimanya. Dukungan terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan, diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik serta meningkatkan semangat mereka dalam meraih cita-cita.
Melalui program seperti ini, SPPG Sindanglaya 2 menunjukkan bahwa upaya meningkatkan kualitas generasi muda tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan pendidikan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
penulis : Dedi Supandi
Read MoreDiskusi Publik FORJA Banten Tekankan Transparansi dan Keberlanjutan Program MBG di Pandeglang

PANDEGLANG – INFOPLUS9.COM-Forum Jurnalis dan Aktivis Banten (FORJA Banten) menggelar Diskusi Publik atau Focus Group Discussion (FGD) bertema “Mendorong Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang Tepat Sasaran, Transparan, dan Berkelanjutan di Kabupaten Pandeglang”. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat FORJA Banten, Jalan Raya Labuan, Perumahan Bulog, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, tersebut menjadi wadah dialog antara pemerintah, masyarakat, akademisi, insan pers, dan berbagai elemen lainnya dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).kamis (4/6/2026).
FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur, di antaranya perwakilan Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Pandeglang, Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, unsur TNI, serta diikuti mahasiswa, aktivis, jurnalis, dan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan Program MBG berjalan tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Ketua FORJA Banten, Niki Mulyana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah sebagai pelaksana, tetapi juga membutuhkan dukungan, partisipasi, serta pengawasan dari seluruh elemen masyarakat.
“Program MBG merupakan kebijakan yang sangat baik untuk mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Namun dalam implementasinya diperlukan keterbukaan informasi, pengawasan yang berkelanjutan, serta sinergi antara pemerintah, TNI, jurnalis, aktivis, mahasiswa, dan masyarakat agar program ini berjalan sesuai tujuan,” ujar Niki.
Ia menambahkan bahwa FORJA Banten akan terus menjalankan perannya sebagai wadah kolaborasi antara jurnalis dan aktivis dalam mengawal berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
“Melalui forum diskusi seperti ini, kami ingin menghadirkan ruang partisipasi publik yang sehat. Kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak agar pelaksanaan program pemerintah semakin baik, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Satgas MBG Kabupaten Pandeglang, Yuli, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaannya berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Ia menilai keterlibatan pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, aparat keamanan, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga kesehatan, aparat, serta masyarakat sangat penting agar Program MBG dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Masukan dari berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan program,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Karunia Ilahi, AMD, menegaskan bahwa kualitas dan keamanan pangan menjadi aspek utama yang terus diperhatikan dalam pelaksanaan Program MBG.
Menurutnya, makanan yang diberikan kepada penerima manfaat harus memenuhi standar kesehatan, keamanan pangan, serta kecukupan gizi agar tujuan program dapat tercapai secara optimal.
“Kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan agar makanan yang diberikan memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat. Selain itu, faktor kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas bahan makanan juga menjadi prioritas agar tujuan program dapat tercapai secara optimal,” jelasnya.
Penasehat FORJA Banten, Cecep, menilai bahwa keterlibatan berbagai unsur dalam diskusi publik merupakan bagian penting dari praktik demokrasi yang sehat dan transparan. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan akses informasi yang memadai terkait pelaksanaan program-program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
“Keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan setiap program pemerintah. Dengan adanya forum ini, masyarakat memiliki ruang untuk bertanya, memberikan masukan, sekaligus memperoleh informasi yang utuh mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah, media, akademisi, dan masyarakat sipil guna menciptakan tata kelola program yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Pembina FORJA Banten, Risman, menyampaikan bahwa pengawasan publik harus dipandang sebagai bentuk kepedulian bersama dalam memastikan program yang menggunakan anggaran negara dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Pengawasan yang dilakukan masyarakat, aktivis, maupun jurnalis bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bentuk kontribusi dalam memastikan program-program pemerintah dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi antar pihak harus terus dijaga,” ujarnya.
Risman berharap kegiatan diskusi publik semacam ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai sarana evaluasi, pengawasan, serta penyaluran aspirasi masyarakat terhadap berbagai program pembangunan.
Dalam sesi diskusi, Tim Investigasi FORJA Banten, Dedi Supandi, turut menyoroti pentingnya keterbukaan data dan informasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, transparansi merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap sebuah program pemerintah.
“Transparansi merupakan salah satu faktor utama dalam membangun kepercayaan publik. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana mekanisme pelaksanaan program, proses pendistribusian, hingga pengawasan yang dilakukan. Dengan keterbukaan tersebut, potensi kesalahan maupun penyimpangan dapat diminimalisir,” ungkap Dedi.
Ia menegaskan bahwa FORJA Banten akan terus mendorong pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat, mahasiswa, dan insan pers agar pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Pandeglang berjalan sesuai aturan serta memberikan manfaat yang optimal bagi penerima manfaat.
Kegiatan FGD berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan, masukan, serta pandangan yang disampaikan peserta kepada para narasumber. Berbagai usulan dan rekomendasi konstruktif yang muncul dalam forum tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan dalam menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Melalui diskusi publik ini, FORJA Banten menegaskan komitmennya untuk terus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan serta memperkuat sinergi antara pemerintah, media, akademisi, dan masyarakat sipil guna mewujudkan Program Makan Bergizi Gratis yang lebih efektif, transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan di Kabupaten Pandeglang.
penulis : Dedi supandi
sumber : FORJA Banten
Read MoreJurnalis, TNI, dan Polri Rajut Kebersamaan Demi Menjaga Stabilitas dan Persatuan Bangsa

PANDEGLANG-INFOPLUS9.COM-Sinergitas antara insan pers, TNI, dan Polri dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, serta membangun kepercayaan publik di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Semangat tersebut tercermin dalam pertemuan sejumlah jurnalis bersama jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Patia dan Koramil Panimbang yang berlangsung di Waroeng Garasi, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah bertukar gagasan mengenai pentingnya menjaga harmoni sosial, memperkuat komunikasi antarlembaga, serta meningkatkan kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kanit Provost Polsek Patia Nanang Kosim, Kanit Intel Polsek Patia beserta anggota, serta Danposmil Koramil Panimbang Suhaeli. Sementara dari kalangan media hadir Ketua Jurnalis Banten Bersatu (JBB) Kasman, Sekretaris AWDI Kabupaten Pandeglang Jaka Somantri, serta sejumlah jurnalis lainnya, di antaranya Edi, Dedi, dan Embing.
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai isu terkait peran strategis media, TNI, dan Polri sebagai bagian dari elemen bangsa yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua JBB, Kasman, mengatakan bahwa insan pers tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga berperan dalam mencerdaskan masyarakat melalui karya jurnalistik yang berimbang, objektif, dan bertanggung jawab.
“Sinergitas antara media, TNI, dan Polri merupakan modal penting dalam membangun ruang komunikasi yang sehat. Dari komunikasi yang baik akan lahir kepercayaan, dan dari kepercayaan akan tumbuh kekuatan bersama untuk menjaga daerah tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris AWDI Kabupaten Pandeglang, Jaka Somantri, menilai pertemuan tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat hubungan antarelemen bangsa.
“Perbedaan profesi bukanlah batas, melainkan jembatan untuk saling melengkapi. Ketika wartawan, TNI, dan Polri berjalan dalam semangat pengabdian yang sama, maka masyarakat akan merasakan manfaat dari kebersamaan tersebut,” katanya.
Selain membahas tugas dan fungsi masing-masing lembaga, diskusi juga menyinggung pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, serta semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
Para peserta sepakat bahwa komunikasi yang terbuka dan hubungan yang harmonis antara media, TNI, dan Polri menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kondusivitas wilayah. Keamanan dan ketertiban masyarakat, menurut mereka, tidak hanya dibangun melalui tugas institusional, tetapi juga melalui kepercayaan dan kerja sama yang berkelanjutan.
Pertemuan tersebut menjadi refleksi bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai peran dan profesi. Dengan memperkuat sinergitas dan menjaga komunikasi yang baik, seluruh elemen bangsa diharapkan mampu berkontribusi dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kemajuan daerah demi Indonesia yang damai, bermartabat, dan berdaulat.
penulis : Dedi S
Read MoreDugaan ASN Merangkap Jabatan BPD Jadi Sorotan, Rohmat Siapkan Audiensi Lanjutan dengan Bupati Pandeglang

PANDEGLANG-INFOPLUS9.COM- Dugaan adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang merangkap jabatan sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di sejumlah desa di Kabupaten Pandeglang menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat.rabu (3/6/2026).
Persoalan tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pandeglang. Salah satu peserta audiensi, Rohmat, menyampaikan kekecewaannya atas penjelasan yang diberikan oleh pihak BKPSDM terkait dugaan tersebut.
Menurut Rohmat, keterangan yang disampaikan BKPSDM, yang menyatakan belum mengetahui adanya ASN atau PNS yang menjabat sebagai anggota BPD tanpa izin maupun laporan kepada instansi terkait, menimbulkan sejumlah pertanyaan yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut.
“Kami sangat kecewa dengan jawaban yang disampaikan BKPSDM. Bagaimana mungkin dugaan ASN atau PNS yang merangkap jabatan sebagai anggota BPD tidak diketahui oleh instansi yang membidangi pembinaan kepegawaian di Kabupaten Pandeglang. Padahal persoalan ini menyangkut disiplin, etika, dan kepatuhan ASN terhadap peraturan perundang-undangan,” ujar Rohmat.
Ia menilai pemerintah daerah perlu melakukan pendataan dan verifikasi secara menyeluruh terhadap informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan rangkap jabatan tersebut. Menurutnya, apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran, maka penanganannya harus dilakukan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.
“Kami meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Rohmat menyatakan pihaknya berencana mengajukan audiensi lanjutan dengan Bupati Pandeglang. Dalam forum tersebut, ia berharap dapat menghadirkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Inspektorat Kabupaten Pandeglang, BKPSDM Kabupaten Pandeglang, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten Pandeglang.
“Kami akan mengajukan audiensi lanjutan dengan Bupati Pandeglang. Harapannya, seluruh pihak terkait dapat hadir sehingga persoalan ini dapat dibahas secara terbuka dan masyarakat memperoleh penjelasan yang utuh. Jika memang terdapat pelanggaran terhadap aturan yang berlaku, tentu harus ada langkah yang sesuai mekanisme dan ketentuan hukum,” ujarnya.
Rohmat menegaskan bahwa upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan akuntabel.
“Jangan sampai aturan hanya berlaku bagi sebagian pihak. Semua harus tunduk pada ketentuan yang berlaku demi menjaga integritas pemerintahan dan kepercayaan masyarakat,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi lanjutan dari pihak BKPSDM Kabupaten Pandeglang terkait hasil audiensi maupun langkah yang akan ditempuh dalam menindaklanjuti informasi mengenai dugaan ASN/PNS yang merangkap jabatan sebagai anggota BPD. Media ini membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.//red//tim
sumber : Rohmat
Read MoreMaesyal Rasyid Gerak Cepat RTLH di Jayanti Langsung di Bangun

Tangerang-INFOPLUS9.COM-Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung meninjau kondisi Rumah Tidak Layak hlHuni (RTLH) milik Herman, warga Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Selasa (2/6/26).
Kedatangan Bupati Measyal Rasyid tersebut didampingi Camat Jayanti, pemerintah desa, petugas kesehatan, serta sejumlah pihak yang turut membantu penanganan kondisi Herman yang hidup seorang diri tanpa istri dan anak.
Saat melihat langsung kondisi tempat tinggal Herman yang berdiri di atas lahan milik perusahaan,
Bupati menilai perlu adanya langkah cepat agar Herman memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan sehat.
“Saya tadi pagi mendapat informasi bahwa ada warga yang memerlukan perhatian pemerintah daerah.
Setelah kami lihat langsung, memang harus segera kita bangunkan rumah yang layak huni.
Alhamdulillah, kakaknya, Ibu Ela, telah mengikhlaskan sebagian lahannya untuk dibangun rumah bagi Pak Herman,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurut dia, lahan seluas 4 x 6 meter yang disediakan keluarga menjadi solusi agar Herman bisa memiliki tempat tinggal permanen yang legal dan lebih layak.
Rencananya pembangunan rumah tersebut akan dilakukan secara gotong royong berbagai pihak dengan dukungan material dan tenaga kerja yang telah disiapkan.
Bupati menegaskan bahwa proses pembangunan rumah tersebut tidak akan ditunda.
Bahkan, di hari yang sama telah dilakukan persiapan pencarian tenaga tukang serta pemesanan material bangunan.
“Hari ini sudah dicari tukangnya dan material juga langsung dipesan. InsyaAllah besok pembangunan sudah dimulai.
Kita ingin Pak Herman segera memiliki rumah yang layak huni dan sehat,” tegasnya.
Selain memperhatikan kondisi tempat tinggal, Bupati juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan Herman yang diketahui mengalami keluhan pada bagian kaki dan pinggang.
Petugas dari Puskesmas setempat yang turut hadir diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Dan apabila diperlukan penanganan lanjutan, pihaknya akan memberikan rujukan ke RSUD Balaraja untuk mendapatkan pelayanan medis yang lebih optimal.
“Kesehatannya juga harus diperhatikan. Tadi sudah ada petugas kesehatan yang hadir.
Jika memang perlu pemeriksaan lebih lanjut atau rujukan, akan langsung kita fasilitasi ke rumah sakit agar beliau bisa sehat dan tinggal dengan nyaman,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Terutama warga kurang mampu yang menghadapi persoalan tempat tinggal dan kesehatan.
“Kita ingin memastikan tidak ada warga yang luput dari perhatian.
Pemerintah harus hadir, melihat langsung kondisi masyarakat, dan memberikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan,” pungkasnya.
Read MoreSyukur Mengubah Ujian Menjadi Peluang Kesuksesan: Sebuah Refleksi Filsafat Islam tentang Nikmat, Ujian, dan Kemuliaan Hidup

Pandeglang-INFOPLUS9.COM-Di tengah peradaban yang sering mengukur kesuksesan dengan angka, kekuasaan, dan pengakuan sosial, manusia kerap lupa bahwa keberhasilan sejati tidak lahir pertama-tama dari apa yang dimilikinya, melainkan dari cara ia memandang kehidupan.
Dalam khazanah intelektual Islam, salah satu fondasi terpenting bagi keberhasilan hidup adalah syukur. Syukur bukan sekadar ungkapan sopan santun spiritual, melainkan sebuah cara berpikir, cara memahami realitas, dan cara menempatkan diri di hadapan Allah sebagai sumber segala nikmat dan makna.
Banyak orang menganggap syukur sebagai konsekuensi dari keberhasilan. Mereka berkata, “Aku akan bersyukur ketika cita-citaku tercapai, ketika usahaku berhasil, ketika hidupku menjadi lebih mudah.” Namun pandangan semacam ini sesungguhnya membalik urutan yang diajarkan oleh kebijaksanaan Islam. Dalam perspektif yang lebih mendalam, syukur bukan hasil dari kesuksesan; justru syukur adalah salah satu sebab yang mengantarkan manusia menuju kesuksesan.
Seseorang yang bersyukur melihat peluang di tempat orang lain hanya melihat keterbatasan. Ia melihat nikmat di tengah kekurangan, harapan di tengah kesulitan, dan hikmah di balik ujian. Karena itu, syukur bukanlah kemampuan menikmati keadaan yang ideal, melainkan kemampuan menemukan makna dalam setiap keadaan.
Dalam filsafat Islam, kehidupan manusia dipahami sebagai perjalanan menuju kesempurnaan moral dan spiritual. Di sepanjang perjalanan tersebut, Allah tidak hanya memberikan nikmat, tetapi juga menghadirkan ujian. Kedua-duanya merupakan bagian dari pendidikan Ilahi bagi jiwa manusia. Nikmat mengajarkan rasa syukur, sedangkan ujian mengajarkan kesabaran. Dan ketika syukur bertemu dengan kesabaran, lahirlah pribadi yang matang, tangguh, dan mampu menghadapi realitas dengan kebijaksanaan.
Sering kali manusia mengira bahwa ujian adalah tanda berkurangnya kasih sayang Allah. Padahal, dalam pandangan yang lebih tinggi, ujian justru dapat menjadi sarana peningkatan kualitas diri.
Sebagaimana emas dimurnikan melalui panas yang membakar, demikian pula karakter manusia ditempa melalui kesulitan yang dihadapinya. Tidak ada pohon besar yang tumbuh tanpa menghadapi angin. Tidak ada samudra yang tenang sepanjang waktu. Dan tidak ada manusia unggul yang terbentuk tanpa melewati berbagai bentuk ujian.
Orang yang bersyukur memahami bahwa setiap kesulitan mengandung kemungkinan untuk bertumbuh. Ketika usaha belum membuahkan hasil, ia bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk belajar. Ketika mengalami kegagalan, ia bersyukur karena memperoleh pelajaran yang tidak dapat dibeli dengan harta. Ketika menghadapi penolakan, ia bersyukur karena sedang dilatih untuk memperkuat keteguhan hati.
Dengan demikian, syukur mengubah cara seseorang memaknai penderitaan. Kesulitan tidak lagi dipandang sebagai akhir perjalanan, melainkan sebagai bagian dari proses menuju kematangan.
Dari sudut pandang psikologi spiritual Islam, syukur juga melahirkan energi positif yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Jiwa yang dipenuhi rasa syukur tidak mudah dikuasai oleh iri hati, keluhan, atau keputusasaan. Ia lebih fokus pada apa yang dimiliki daripada apa yang tidak dimiliki. Akibatnya, pikirannya menjadi lebih jernih, hatinya lebih tenang, dan tindakannya lebih produktif. Dalam banyak keadaan, ketenangan batin inilah yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan seseorang dalam bekerja, belajar, memimpin, maupun membangun hubungan dengan sesama.
Kesuksesan sejati tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kestabilan jiwa. Banyak orang memiliki kemampuan yang luar biasa, namun gagal memanfaatkan potensinya karena dikuasai kecemasan, kemarahan, atau rasa tidak puas yang terus-menerus. Sebaliknya, orang yang bersyukur memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan batin sehingga dapat menggunakan seluruh potensi yang dianugerahkan Allah secara optimal.
Lebih jauh lagi, syukur mengajarkan manusia untuk menghargai proses. Dunia modern sering menawarkan ilusi bahwa keberhasilan harus datang dengan cepat. Padahal, hukum kehidupan menunjukkan bahwa segala sesuatu yang bernilai memerlukan waktu. Pohon yang kuat tumbuh perlahan. Ilmu yang mendalam diperoleh melalui ketekunan bertahun-tahun. Karakter yang mulia dibentuk oleh latihan yang panjang. Orang yang bersyukur tidak terburu-buru memetik hasil sebelum waktunya, karena ia percaya bahwa setiap langkah yang dilakukan dengan niat baik dan usaha yang sungguh-sungguh memiliki nilai di sisi Allah.
Dalam kerangka tauhid, syukur juga membebaskan manusia dari ketergantungan berlebihan terhadap penilaian manusia. Ia bekerja keras, tetapi tidak menjadikan pujian sebagai tujuan utama. Ia berusaha mencapai prestasi, tetapi tidak menggantungkan harga dirinya pada pengakuan orang lain. Kesadaran bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah membuatnya tetap rendah hati ketika berhasil dan tetap tegar ketika menghadapi kegagalan. Inilah kebebasan batin yang menjadi ciri orang-orang besar sepanjang sejarah.
Pada akhirnya, kesuksesan dalam kehidupan bukanlah keadaan tanpa masalah, melainkan kemampuan untuk terus berjalan di tengah berbagai masalah dengan hati yang tetap terhubung kepada Allah. Orang yang bersyukur memahami bahwa nikmat dan ujian adalah dua sisi dari pendidikan Ilahi yang sama. Nikmat mengajarkan rasa terima kasih, sedangkan ujian mengajarkan kekuatan jiwa. Keduanya bekerja bersama untuk membentuk manusia yang matang, bijaksana, dan berdaya guna.
Maka, siapa pun yang menginginkan keberhasilan dalam kehidupan sehari-hari hendaknya menjadikan syukur sebagai fondasi utama kehidupannya. Bersyukurlah ketika memperoleh kemudahan, dan bersyukurlah ketika menghadapi kesulitan. Bersyukurlah atas apa yang telah dimiliki, sambil terus berusaha meraih apa yang dicita-citakan. Sebab syukur bukan tanda bahwa perjalanan telah selesai, melainkan cahaya yang menerangi setiap langkah perjalanan itu.
Ketika syukur menjadi cara berpikir, cara merasa, dan cara bertindak, manusia tidak hanya menemukan ketenangan dalam hidupnya, tetapi juga membuka pintu-pintu keberhasilan yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Karena sesungguhnya, hati yang mampu melihat nikmat Allah di tengah ujian adalah hati yang telah menemukan salah satu rahasia terbesar kesuksesan dalam kehidupan.
Read MoreSelamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Pancasila Menyatukan, Pancasila Memajukan, dan Pancasila Memuliakan Rakyat Indonesia

Pandeglang, – INFOPLUS9.COM-Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sejarah lahirnya dasar negara, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai arah perjalanan bangsa Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Pimpinan Redaksi detikPerkara, Kasman menyampaikan ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 kepada seluruh rakyat Indonesia. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi filosofis yang telah menjaga keutuhan bangsa sejak awal kemerdekaan hingga saat ini.
“Pancasila adalah fondasi yang mempersatukan keberagaman bangsa Indonesia. Di atas nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, bangsa ini dibangun bukan atas dasar kesamaan identitas, melainkan atas kesadaran bersama untuk hidup dalam persatuan, keadilan, dan kemanusiaan,” ujar Kasman, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, keberadaan Pancasila memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar dasar konstitusional negara. Pancasila merupakan hasil perenungan intelektual dan kebijaksanaan para pendiri bangsa yang berhasil merumuskan titik temu dari berbagai latar belakang budaya, agama, suku, dan pandangan sosial yang hidup di Nusantara.
Dalam perspektif filsafat kebangsaan, Pancasila hadir sebagai sintesis nilai yang menempatkan manusia sebagai makhluk yang memiliki kebebasan sekaligus tanggung jawab moral terhadap sesama. Oleh karena itu, setiap sila tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk satu kesatuan utuh yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila mengajarkan bahwa keberagaman bukanlah persoalan yang harus diselesaikan, melainkan kenyataan yang harus diterima dan dirawat. Persatuan tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kemampuan untuk menghormati perbedaan dalam bingkai tujuan bersama,” kata Kasman.
Ia menilai bahwa di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, masyarakat Indonesia menghadapi tantangan baru berupa polarisasi sosial, disinformasi, serta menguatnya kecenderungan untuk melihat perbedaan sebagai sumber pertentangan.
Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Pancasila tetap relevan sebagai panduan etis dalam membangun kehidupan publik yang sehat dan demokratis.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pencapaian teknologi, tetapi juga dari kemampuannya menjaga martabat kemanusiaan dan memperkuat solidaritas sosial. Nilai-nilai tersebut secara substansial telah termuat dalam Pancasila sebagai dasar kehidupan nasional.
“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu membangun gedung-gedung tinggi dan menguasai teknologi modern. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tetap memegang teguh nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan dalam setiap langkah pembangunannya,” tuturnya.
Pimpinan Redaksi detikPerkara juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat komitmen kebangsaan. Menurutnya, tantangan masa depan hanya dapat dihadapi apabila seluruh komponen bangsa mampu menjaga kohesi sosial serta menjadikan Pancasila sebagai inspirasi dalam berpikir dan bertindak.
Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu contoh langka di dunia tentang bagaimana keberagaman dapat dikelola menjadi kekuatan nasional. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Pancasila yang sejak awal dirancang sebagai rumah bersama bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Di tengah dunia yang masih diwarnai berbagai konflik identitas dan perpecahan sosial, Indonesia memiliki warisan luhur yang patut disyukuri. Pancasila membuktikan bahwa perbedaan tidak harus melahirkan pertentangan, tetapi dapat menjadi sumber kekuatan untuk membangun masa depan bersama,” ujarnya.
Menutup pesannya, ia berharap semangat Hari Lahir Pancasila tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi kesadaran kolektif yang terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.
“Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Mari kita jadikan Pancasila sebagai cahaya moral yang menerangi perjalanan bangsa, memperkuat persatuan dalam keberagaman, serta meneguhkan komitmen untuk mewujudkan Indonesia yang adil, maju, dan bermartabat.”
Read MoreHasan Hariri Sampaikan Apresiasi Mendalam Usai Gelar Tasyakuran Putra Pertama

Usai Tasyakuran, Kang Hariri’BM’79″Kaperwil Bantenmore Apresiasi Kehadiran Sahabat dan Kolega Organisasi
Tangerang – Bantenmore.com | Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga besar Hasan Hariri akrab di sapa Kang Hariri’BM’79”, Kepala Perwakilan (Kaperwil) Provinsi Banten untuk media Bantenmore.com— Media Cyber , yang dikenal luas dengan slogan “Bukan Sekedar Berita”

Kapolsek, Anggota Dewan Pantura (Demokrat) dan Ketua DPD PGR
Setelah sukses menyelenggarakan acara Tasyakuran pada Sabtu (30/05/2026) menjelang akad nikah putra pertamanya yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu pekan ini, (Kamis,4 Juni 2026 di tempat kediaman mempelai wanita Tasikmalaya) keluarga besar Hasan Hariri secara khusus menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
”Kami atas nama keluarga besar menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran, perhatian, serta doa restu yang tulus dari seluruh hadirin untuk kelancaran hajat keluarga kami,” ujar Kang Hariri’BM’79” yang juga Ketua Tim Cybe r Media dan Humas, informasi/Komunikasi Digital DPD Kabupaten Tangerang.

Rekan Partai Rerakan Rakyat Kabupaten Tangerang
Apresiasi Khusus untuk Rekan Juang dan Organisasi
Secara emosional, Hasan Hariri juga memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada para kolega, sahabat, serta rekan-rekan yang selama ini berjuang bersama di jalur pergerakan dan organisasi, di antaranya:
Keluarga Besar Partai Gerakan Rakyat: Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh kawan seperjuangan di partai yang telah menyempatkan waktu dan memberikan dukungan moril yang luar biasa.
Keluarga Besar Ormas Pemuda Pancasila (PP): Ucapan terima kasih atas soliditas dan kekompakan seluruh kader serta pengurus yang hadir dan turut mendoakan kelancaran pernikahan putra pertamanya.
Do’a untuk Mempelai
Menutup rilisnya, Kang Hariri’BM’79” berharap doa restu yang telah dialirkan dari berbagai elemen masyarakat, rekan media, kader partai, hingga anggota ormas ini dapat menjadi berkah tersendiri bagi sang putra dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang baru.

Rekan FMBN
”Kekompakan dan doa dari sahabat, rekan juang Gerakan Rakyat, serta keluarga besar Pemuda Pancasila adalah kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Semoga kebaikan Anda semua dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya.
Ucapan terima kasih pun Kang Hariri’BM’79” menyampaikan kepada para tokoh, Kasepuhan dan Seluruh Undangan yang hadir, diantaranya:
1.KH.Ahmad Sholahuddin.S.Ag Pimpinan Ponpes AL-Mansyuriyah Sepatan
2.Ratu Pantura Anggota DPRD Kabupaten Tangerang-Banten Fraksi Demokrat
3.AKP POL Fahyani.SH., Kapolsek Sepatan
4.Andry Adriansyah Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang beserta Ketua DPC Se-Kabupaten Tangerang
5.Hj.Ine Susilawati.A.Md., Kep.SKM beserta staf, Ketua LPM Jr Samsudin, Ketua RW 02 Akhmad Sopian, Ketua RW 03 Yuyu Zulkarnain, Ketua RT se-Kelurahan Bunder, Tokoh Agama, Tokoh Masyakarat setempat, Ormas PP Bunder,Ormas BPPKB Bunder juga warga Kelurahan Bunder.
6.Edi HRD PT.Baja Delta Masa, HRD PT Arion Tech Indonesia beserta staf, Karyawan/ti, Iwan HRD PT RGS, Bos Futanlux (Henry) diwakilkan stafnya, Dedi S Pimpinan Bank Banten KCP Ciledug beserta stafnya, Ketua Ujang Efendy /Uje GWI DPD Kabupaten Tangerang, Jumadil Qubro Pimpinan Media InfoPlus9 (wakil Ketua Cyber Media dan Humas DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang, Thohirudin.SH.MH., pimpinan Media Patriotnews.com, Abah H.Dedi Media Buser Bhayangkara News, M.Soleh Wakil Forum Media Banten Ngahiji (FMBN), Abah Solehudin Rais Bendum FMBN (Mewakili Ketum Budi Irawan.SH., FMBN, dan Jajaran beberapa Awak Media yang hadir.
Saya atas nama Keluarga Besar Media Bantenmore.com, terimakasih atas kehadiran,untuk doa restunya, apabila ada yang tidak tercantum nama-nama yang hadir di acara Tasyakuran Pernikahan Putra saya yang pertama, sekali lagi saya mohon beribu-ribu maaf dan banyak terimakasih atas kehadirannya.
“Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah Bapak/ibu berikan, atas do’a-do’a terbaik kepada keluarga kami,”tutup Kang Hariri’BM’79”.
Read MoreFORJA Banten Akan Gelar Diskusi Publik Dorong Implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang Tepat Sasaran, Transparan, dan Berkelanjutan

PANDEGLANG–INFOPLUS9.COM-Forum Jurnalis dan Aktivis Banten (FORJA Banten) berkomitmen mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah. Sebagai bentuk partisipasi aktif dalam mengawal program tersebut, FORJA Banten akan menggelar kegiatan Diskusi Publik dengan tema “Mendorong Implementasi Program Makan Bergizi Gratis yang Tepat Sasaran, Transparan, dan Berkelanjutan”.
Kegiatan diskusi publik tersebut rencananya akan dilaksanakan di Kantor Sekretariat FORJA Banten yang beralamat di Jalan Raya Labuan–Pandeglang, Perumahan Bulog, Desa Montor, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, diskusi publik tersebut akan di gelar pada hari Senin 1 Juni 2026.
Diskusi ini bertujuan untuk menjadi wadah bertukar gagasan, menyampaikan masukan konstruktif, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, dan elemen kepemudaan dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut akan menghadirkan empat narasumber dari berbagai latar belakang yang memiliki kompetensi dan perhatian terhadap program MBG, di antaranya perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang yang tergabung dalam Satgas Makan Bergizi Gratis, akademisi sekaligus pakar gizi, aktivis sosial dan pengawas kebijakan publik, serta perwakilan organisasi kepemudaan dari FORJA Banten.

Ketua FORJA Banten, Niki Mulyana, menyampaikan bahwa kegiatan diskusi publik ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral FORJA Banten dalam mendukung program pemerintah agar dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang merata kepada masyarakat.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan program yang sangat baik dan memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. FORJA Banten hadir sebagai bagian dari masyarakat yang ingin memberikan kontribusi positif melalui ruang diskusi yang terbuka dan konstruktif,” ujar Niki Mulyana.
Lebih lanjut, Niki Mulyana menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kami berharap melalui forum ini akan lahir berbagai rekomendasi dan masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan bagi para pemangku kebijakan. Dengan keterlibatan masyarakat, media, akademisi, dan organisasi kepemudaan, program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi generasi penerus bangsa,” lanjutnya.
Di lokasi yang sama, Penasehat FORJA Banten, Cecep, mengatakan bahwa transparansi dan pengawasan publik merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
“Program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat harus mendapatkan pengawasan bersama. Transparansi menjadi kunci agar tidak terjadi penyimpangan dan seluruh anggaran yang telah dialokasikan benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat penerima manfaat. Diskusi publik ini menjadi sarana untuk membangun kesadaran kolektif dalam mengawal program tersebut,” katanya.
Cecep juga menambahkan bahwa FORJA Banten akan terus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi dan memberikan masukan terhadap berbagai program pembangunan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Sebagai organisasi yang beranggotakan jurnalis dan aktivis, kami memiliki tanggung jawab sosial untuk mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan solusi dan rekomendasi yang bermanfaat bagi semua pihak,” lanjut Cecep.
Di lokasi terpisah, Pembina FORJA Banten, Risman, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif yang dilakukan oleh FORJA Banten dalam menyelenggarakan diskusi publik tersebut.
“Saya menilai kegiatan ini sangat positif karena menghadirkan berbagai perspektif dari para narasumber yang kompeten. Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Oleh sebab itu, pelaksanaannya harus dikawal bersama agar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kualitas kesehatan serta pendidikan anak-anak Indonesia,” ujar Risman.
Menurutnya, keterlibatan organisasi masyarakat sipil dalam memberikan masukan dan pengawasan merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat.
“Ketika masyarakat dilibatkan dalam proses pengawasan dan evaluasi, maka kualitas pelaksanaan program akan semakin baik. Saya berharap hasil dari diskusi ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam menyempurnakan implementasi Program MBG di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Tim Investigasi FORJA Banten, Dedi Supandi, menegaskan bahwa peran media dan aktivis sangat penting dalam mengawal setiap program yang menggunakan anggaran negara agar berjalan sesuai aturan dan tujuan yang telah ditetapkan.
“Media dan aktivis memiliki fungsi kontrol sosial yang harus dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab. Kehadiran kami bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa setiap program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat sesuai dengan amanat yang telah direncanakan,” kata Dedi Supandi.
Dedi Supandi juga berharap seluruh pihak dapat menjadikan diskusi publik tersebut sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama mengawal Program MBG. Dengan kolaborasi yang baik, transparansi yang kuat, serta pengawasan yang berkelanjutan, kami optimistis program ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Pandeglang maupun Indonesia secara umum,” pungkasnya.
Melalui kegiatan diskusi publik ini, FORJA Banten berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang berkualitas, akuntabel, dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa.Naskah ini sudah disusun dengan gaya berita nasional yang formal, panjang, dan memuat kutipan dari Ketua, Penasehat, Pembina, serta Tim Investigasi FORJA Banten.
sumber : FORJA Banten
penulis : Dedi Supandi
Read MorePengajian Bulanan Haji Enjuh Berlangsung Khidmat, Dihadiri Bupati Tangerang dan Tokoh Ulama

Tangerang-INFOPLUS9.COM-Pengajian bulanan Majelis Dzikir dan Sholawat Anugrah di rumah Tokoh Masyarakat Haji Enjuh di Kelurahan Sukatani Kecamatan Rajeg Jum’at 29 Mai 2026 dari jam 20:00 wib sampai selesai dengan lancar.
Sebelum acara inti terlebih dahulu Pembacaan Tawasulan Tahlilan dan Dzikir untuk kirim Doa’ untuk Keluarga besar Haji’ Enjuh ( Payoeng Anugerah ) dan kirim Doa’ yang sedang sakit dan di angkat penyakit oleh Allah SWT. Alfatihah Berita Lokal Sambutan Bupati Kabupaten Tangerang Muhammad Maesal Rasyid menyampaikan terimakasih kepada Haji Enjuh yang selalu membuat acara pengajian bulanan. Moment seperti ini menjalin silaturahmi antara Ulama Pemerintah dan Masyarakat agar mendapatkan Rahmatan Lil Alamin. Aamiin.Hadir dalam acara pengajian Majelis Dzikir dan Sholawat Anugerah di antaranya

Muhammad Maesyal Rasyid Bupati Kabupaten Tangerang
KH Miftah Fauzi
Haji Enjuh Sohibul Bait
Oman Apriaman Camat Rajeg
Rudi HK Camat Kemiri Yani Ketua IPSI Kabupaten Tangerang
Umiyati Lurah Sukatani
Yanto Firmanto Ketua KOK dan Pasukan Ungu Kades se kecamatan Rajeg
Udi Ahmad Purwadi Tokoh Masyarakat Kecamatan Kemiri
Yaman Ketua DPW II TTKKBI Kabupaten Tangerang
Mukhlis Ketua DPC TTKKBI Kecamatan Rajeg
Binamas Sukatani
Babinsa Sukatani
Gus Ragil Ketua Adroh syaiker Mania Tangerang Raya.
Dalam Tausyiah KH Miftah Fauzi ( Tasikmalaya ) Imam Abu Hasanah Asadeli meriwayatkan ketika menurunkan Surat An Nisa bahwa Raja Jin dan Raja Iblis berteriak di singgahsana nya menolak kehadiran Imam Abu Hasanah Asadeli. Pembacaan Rawatib Al Haddad Al Muqiyam di pimpin Gus Ragil bersama Tim Adroh Syaiker Mania Tangerang Raya.
AGOUNG
Read More