Beranda / Info Publik / Menjaga Nyala Kedamaian: INFOPLUS9.COM Ajak Insan Pers Tangerang Raya Kedepankan Moralitas Publikasi

Menjaga Nyala Kedamaian: INFOPLUS9.COM Ajak Insan Pers Tangerang Raya Kedepankan Moralitas Publikasi

TANGERANG-INFOPLUS9.COM-Menyambut Hari Kebebasan Pers Sedunia pada 3 Mei 2026 dan Konferensi Global UNESCO di Lusaka, Zambia, media online INFOPLUS9.COM meluncurkan seruan moral bagi seluruh insan pers, khususnya di wilayah Tangerang Raya. Dengan tema global “Membentuk Masa Depan yang Damai”, pers kini ditantang untuk tidak sekadar menjadi penyampai berita, tapi menjadi penjaga harmoni sosial.

Publikasi Adalah Senjata, Gunakan untuk Kedamaian

​Bagi kami, setiap berita yang diunggah memiliki dampak nyata di tengah masyarakat. Publikasi bukan hanya soal kecepatan (speed), tapi soal tanggung jawab moral terhadap dampak sosial yang ditimbulkan.

Di wilayah yang sangat dinamis dan beragam seperti Tangerang Raya, sebuah informasi yang provokatif bisa memicu percikan konflik, namun informasi yang akurat dan solutif dapat merajut kembali persatuan.

​INFOPLUS9.COM percaya bahwa kebebasan pers adalah amanah untuk menyuarakan kebenaran tanpa mencederai kerukunan. Kita harus berani bertanya pada nurani sebelum menekan tombol publish: “Apakah tulisan ini membangun masa depan yang damai bagi anak cucu kita di Tangerang?”

Konferensi Global Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 “Membentuk Masa Depan yang Damai” akan berlangsung pada tanggal 4-5 Mei di Lusaka, Zambia. Konferensi ini akan menawarkan momen penting untuk menegaskan kembali kebebasan berekspresi baik sebagai pengungkit normatif maupun empiris untuk membentuk masa depan masyarakat informasi. Konferensi ini akan diselenggarakan bersama dengan Pemerintah Zambia dan diorganisir secara berurutan dengan RightsCon 2026.

Konferensi Global Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 akan mempertemukan para pendukung kebebasan pers dan komunitas hak digital pada saat batas-batas antara jurnalisme, teknologi, ruang sipil, dan hak asasi manusia semakin terjalin. Konferensi ini akan memungkinkan pertukaran ide, solusi, dan pendekatan – termasuk perspektif yang responsif gender – antara jurnalis, pendukung hak digital, ahli teknologi, pembuat kebijakan, regulator, organisasi masyarakat sipil, akademisi, peneliti, pendidik, pemimpin muda, dan kreator konten. Konvergensi ini menawarkan platform untuk bergerak melampaui diagnosis menuju tindakan terkoordinasi, menyelaraskan jurnalisme, teknologi (termasuk AI), dan aktor hak asasi manusia seputar cara-cara praktis untuk memperkuat ekosistem informasi untuk masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *