
TANGERANG – INFOPLUS9.COM-Sepasang lanjut usia (lansia) di Kabupaten Tangerang terpaksa menghabiskan masa tua mereka dengan kondisi memprihatinkan. Pasangan suami istri bernama Madtami dan Inah ini telah bertahan hidup selama belasan tahun di sebuah gubuk reyot yang berdiri di atas lahan milik perusahaan swasta (PT). Kondisi ekonomi yang sulit dan ancaman penggusuran membuat hidup mereka terus diselimuti ketidakpastian.
Pasangan lansia ini menetap di Desa Budi Mulya, Kabupaten Tangerang. Rumah tinggal yang mereka huni jauh dari kata layak. Selama lebih dari satu dekade, bangunan semipermanen tersebut hanya berdinding triplek lapuk yang berlubang, beratap terpal bocor saat hujan, dan beralaskan tanah.
“Kami tidak punya pilihan lain. Kami sudah tinggal di sini belasan tahun karena tidak punya tanah sendiri,” ujar Madtami saat ditemui di kediamannya, Rabu (26/8).
Kehidupan sehari-hari Madtami dan Inah dipenuhi berbagai keterbatasan fisik dan ekonomi
– Belasan Tahun Terancam: Gubuk mereka sewaktu-waktu bisa digusur karena berdiri di atas lahan legal milik perusahaan swasta.

– Kesehatan Menurun: Faktor usia membuat Madtami dan Inah sering sakit-sakitan tanpa adanya akses medis rutin yang memadai.
– Keterbatasan Finansial: Keduanya sudah tidak mampu bekerja fisik secara normal dan hanya mengandalkan uluran tangan serta bantuan dari tetangga sekitar.
Warga Desa Budi Mulya berharap pihak pemerintah daerah maupun manajemen swasta pemilik lahan dapat segera memberikan solusi atas dasar kemanusiaan. Mengingat waktu tinggal yang sudah sangat lama, warga berharap ada upaya relokasi ke tempat tinggal yang layak atau program bantuan sosial jaminan hari tua yang berkelanjutan bagi pasangan lansia ini.
(Barry)

