
BANTEN–INFOPLUS9.COM – Sebagai salah satu peninggalan paling ikonik dari masa keemasan Kesultanan Banten, Keraton Surosowan terus menarik perhatian sebagai destinasi wisata religi dan sejarah yang sarat makna. Berdiri sejak abad ke-16, reruntuhan benteng dan sisa bangunan keraton ini menjadi saksi bisu kejayaan Sultan Maulana Hasanuddin hingga Sultan Ageng Tirtayasa.
Keraton Surosowan bukan sekadar bangunan tua; ia adalah simbol kedaulatan Banten pada masanya. Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektare, keraton ini memiliki ciri khas arsitektur unik yang melibatkan arsitek asal Belanda, Hendrik Lucaszoon Cardeel. Dinding benteng yang kokoh serta sisa-sisa pemandian (petirtaan) di dalamnya mencerminkan tata kota yang sangat maju di era tersebut.
Daya Tarik Utama Keraton Surosowan:
- Benteng Pertahanan: Dinding batu karang dan bata yang megah yang mengelilingi area keraton.
- Kolam Pemandian: Sisa-sisa kolam bersejarah, seperti Kolam Roro Denok, yang menjadi tempat pemandian keluarga kesultanan.
- Nilai Edukasi & Sejarah: Menjadi laboratorium terbuka bagi pelajar, peneliti, dan wisatawan yang ingin mendalami sejarah Islam di Nusantara.
Saat ini, Keraton Surosowan tetap menjadi bagian integral dari kawasan Wisata Budaya Banten Lama. Wisatawan tidak hanya berkunjung untuk melihat puing-puing bersejarah, tetapi juga merasakan atmosfer spiritualitas yang kuat karena lokasinya yang berdekatan dengan Masjid Agung Banten.
”Melestarikan Keraton Surosowan adalah upaya menjaga identitas bangsa. Melalui peninggalan ini, kita belajar tentang ketangguhan dan peradaban luhur yang pernah dimiliki Banten di mata dunia,” ujar [Nama Perwakilan/Narasumber].
Diharapkan dengan terus dilakukannya penataan dan promosi oleh pemerintah daerah serta dukungan media, Keraton Surosowan akan terus menjadi magnet pariwisata yang mendunia bagi para pecinta sejarah.

Tentang Keraton Surosowan:
Keraton Surosowan adalah pusat pemerintahan Kesultanan Banten pada masanya. Meskipun saat ini hanya menyisakan reruntuhan akibat penghancuran oleh pihak kolonial di masa lalu, situs ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya yang dilindungi dan menjadi destinasi utama di Kawasan Banten Lama
share:





