Skip to content
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
-
  • Wisata
  • TNI
  • Budaya
  • Polri
  • Nasional
  • Pedoman Media Siber
  • Lokal Daerah
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
  • Wisata
  • TNI
  • Budaya
  • Polri
  • Nasional
  • Pedoman Media Siber
  • Lokal Daerah
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
  • Wisata
  • TNI
  • Budaya
  • Polri
  • Nasional
  • Pedoman Media Siber
  • Lokal Daerah
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
  • Wisata
  • TNI
  • Budaya
  • Polri
  • Nasional
  • Pedoman Media Siber
  • Lokal Daerah
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Sorotan/Sinergi Aktivis dan Media: Jembatan Harmoni antara Industri dan Masyarakat
Sorotan

Sinergi Aktivis dan Media: Jembatan Harmoni antara Industri dan Masyarakat

By Jumadil Qubro
Juni 29, 2026 3 Min Read
0

​Oleh: Jumadil Qubro (Pimpinan perusahaan Infoplus9.com)

​Dalam dinamika industrialisasi di wilayah seperti Kabupaten Tangerang, hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar sering kali berada dalam titik nadir. Kita kerap menyaksikan fenomena di mana kehadiran perusahaan, yang seharusnya menjadi katalisator kesejahteraan, justru memicu gesekan sosial. Kegaduhan yang timbul di sekitar perusahaan sering kali bukan sekadar masalah teknis atau ekonomi, melainkan akibat dari jauhnya makna “saling memiliki” (sense of belonging) antara entitas bisnis dengan lingkungan tempat mereka beroperasi.

​Akar Masalah: Hilangnya Rasa Saling Memiliki

​Ketegangan yang sering terjadi, terutama ketika serikat pekerja melakukan aksi mogok kerja atau unjuk rasa, kerap kali merembet menjadi kegaduhan sosial yang mengganggu ketenangan warga. Sering kali, aksi-aksi ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat sebagai gangguan publik. Namun, jika kita menelisik lebih dalam, kebuntuan komunikasi inilah yang sebenarnya menjadi sumber api. Ketika perusahaan bersikap eksklusif dan masyarakat merasa terasing dari ruang hidupnya sendiri, maka celah ketidakpercayaan akan melebar.

Konflik Lingkungan bisa terselesaikan

​Di sinilah peran krusial para aktivis dan media hadir. Selama ini, media sering kali hanya memberitakan dampak negatif dari aksi unjuk rasa, sementara aktivis terkadang hanya hadir saat konflik sudah memuncak. Padahal, seharusnya mereka menjadi jembatan (mediator) yang mampu menyuarakan kepentingan buruh tanpa mengabaikan hak-hak lingkungan sosial di sekitarnya.

​Aktivis dan Media sebagai Penjaga Harmoni

​Membangun kembali kepercayaan (trust building) antara perusahaan dan warga memerlukan pihak ketiga yang netral dan memahami akar rumput. Aktivis yang berbasis di lingkungan sekitar, yang bersentuhan langsung dengan warga, memiliki kapasitas untuk mengedukasi buruh agar menyampaikan aspirasi dengan cara yang elegan, tanpa harus mengganggu ketertiban umum.

​Aktivis Sosial Lingkungan Cikupa

Sementara itu, media memiliki tanggung jawab moral untuk tidak sekadar “menjual” berita konflik. Media harus menjadi pilar yang mampu mendudukkan perkara secara berimbang: mengingatkan perusahaan akan tanggung jawab sosialnya (Corporate Social Responsibility), serta menyadarkan warga bahwa stabilitas iklim usaha juga berdampak langsung pada ekonomi lokal.

​Membangun Budaya Saling Memiliki

​Agar kegaduhan tidak lagi menjadi menu harian, perusahaan harus berani mengubah paradigma. Perusahaan bukanlah “pulau” yang berdiri sendiri. Mereka adalah bagian dari ekosistem sosial. Langkah konkret yang bisa dilakukan adalah membuka kanal komunikasi yang rutin dengan perwakilan warga, aktivis, dan serikat pekerja, bukan hanya saat ada krisis.

​Jika aktivis, media, dan tokoh masyarakat bersatu untuk menjadi penengah yang jujur, maka unjuk rasa atau mogok kerja tidak akan lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai proses demokrasi yang matang. Ketika ada masalah, mekanisme penyelesaiannya bisa dilakukan di meja dialog, bukan di jalanan yang memicu kegaduhan.

​Warga Lingkungan PT. Molex Ayus

Pada akhirnya, keharmonisan lingkungan sosial di sekitar perusahaan akan tercipta jika semua pihak merasa saling memiliki. Perusahaan merasa aman karena didukung masyarakat, dan masyarakat merasa sejahtera karena keberadaan industri membawa manfaat, bukan sekadar riuh konflik.

​Sinergi antara aktivis yang vokal namun solutif, serta media yang kritis namun edukatif, adalah kunci utama untuk meredam kegaduhan dan membangun jembatan kepercayaan yang kokoh di tanah Banten ini. Sudah saatnya kita bergerak dari era konfrontasi menuju era kolaborasi.

Author

Jumadil Qubro

Redaksi INFOPLUS9.COM

Follow Me
Other Articles
Previous

Menanam Investasi Sosial: Mengapa Merangkul Warga Adalah Fondasi Bisnis Berkelanjutan

Next

Said Iqbal Fasilitasi Dialog Buruh dan Manajemen PT Molex Ayus, Massa Akhirnya Bubar

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • FKPN Desak Kementerian Lingkungan Hidup Audit Total Reklamasi Pesisir Utara Banten dan Hentikan Perampasan Ruang Hidup Nelayan
  • RS Hermina Bitung Memberikan Pelayanan Khusus dan Kunjungan Langsung kepada Pasien Anak di Hari Anak Nasional 2026
  • Kodim 0510/Trs Resmikan Jembatan Penghubung Armco
  • Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Kapolresta Tangerang: Sinergi Polri-Kejaksaan Kunci Tegaknya Hukum Berkeadilan
  • Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You May Have Missed

TNI

Berikan Layanan Kesehatan Gratis dan Sembako, Koramil 12/Rajeg Gelar Komsos dan Bakti Sosial “Jaga Jakarta On The Spot” Bersama Masyarakat

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juli 20, 2026
Berita Daerah

FORJA Banten Layangkan Surat Audiensi ke Satgas MBG Kabupaten Pandeglang, Minta SPPG Cigondang Labuan Disuspend

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 15, 2026
Lokal Daerah

Surat Kematian Dipersulit, Warga Pondok Permai Tetap Kecewa Meski Lurah Kutabaru Sudah Klarifikasi

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juli 1, 2026
Polri

Bhabinkamtibmas Polsek Pasar Kemis Sambangi Pos Security Amaia, Sampaikan Pesan Kamtibmas

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 13, 2026
Lokal Daerah

Antisipasi Daerah Rawan Begal, Koramil 13/Cisoka Gelar Patroli Bersama Polsek

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juli 21, 2026
TNI

Sederhana, Koramil 04/Cikupa Gelar Nobar Bola Piala Dunia 2026

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 23, 2026
Polri

Menoreh Harmoni di Tanah Cikupa Bersama IPDA H. Syaiful Rusdiansyah, SH

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 19, 2026
Berita Daerah

Pengajian Bulanan Haji Enjuh Berlangsung Khidmat, Dihadiri Bupati Tangerang dan Tokoh Ulama

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 29, 2026
Lokal Daerah

Sinergi Pemuda, Kepala Kelurahan Sukamulya Hadiri Persiapan Pemilihan Ketua Karang Taruna Masa Bakti Periode 2026-2031

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 21, 2026
Media Infoplus9.com adalah platform media siber yang berkomitmen menyajikan data dan peristiwa menjadi informasi aktual, tepercaya, dan mendalam. Mengusung nilai-nilai jurnalisme yang kuat, Infoplus9.com selalu mengedepankan pemberitaan yang profesional, objektif, dan berimbang (cover all sides) demi memenuhi hak masyarakat atas informasi yang akurat.
Redaksi INFOPLUS9.COM Website : www.Infoplus9.com Email : Redaksiinfoplus9@gmail.com Facebook: Infoplus9.com Telp : 0838-7432-6509 Copyright 2026 — . All rights reserved.