cropped 3541647.jpg

​Mengenal Sifat ‘Aliman, Sifat Wajib Allah SWT ke-16 dalam Kajian Tauhid Pengajian Bulanan Talagasari

🧑‍🏫 Redaksi: Jumadil Qubro

​TANGERANG — INF⭕PLUS9.COM– Sesi kajian akidah dan tauhid menjadi salah satu agenda yang sarat makna dalam kegiatan Pengajian Bulanan Pemerintah Desa (Pemdes) Talagasari yang dihelat pada Jumat malam (2/10/2026). Di hadapan ratusan jemaah yang memenuhi halaman kantor desa, Ust. Ahmad Ruyani memaparkan materi mendalam mengenai metode pembagian 20 sifat wajib bagi Allah SWT, dengan fokus khusus mengupas sifat yang ke-16.

​Dalam pemaparannya, Ust. Ahmad Ruyani menjelaskan bahwa sifat wajib Allah yang ke-16 adalah ‘Aliman atau Kaunuhu ‘Aliman (عَالِمًا), yang secara bahasa berarti Keadaan Allah yang Maha Mengetahui. Sifat ini memegang peranan penting dalam membangun keyakinan tauhid yang lurus bagi setiap Muslim.

​Berikut adalah rincian materi kajian mengenai sifat ke-16 tersebut:

​1. Arti dan Makna Sifat ‘Aliman

​Sifat ini menegaskan secara mutlak bahwa Allah SWT adalah Zat yang senantiasa mengetahui segala sesuatu. Pengetahuan Allah bersifat sempurna, menyeluruh, tidak terbatas oleh dimensi ruang dan waktu, serta meliputi segala hal—baik urusan yang tampak secara nyata maupun perkara gaib yang tersembunyi di dalam hati manusia.

​2. Klasifikasi Golongan Sifat (Sifat Ma’nawiyah)

​Dalam metode akidah sifat 20, ‘Aliman diklasifikasikan ke dalam golongan Sifat Ma’nawiyah.

  • ​Sifat ma’nawiyah adalah sifat yang tidak dapat dipisahkan atau selalu menyertai dari sifat Ma’ani.
  • ​Secara konsep, ‘Aliman merupakan konsekuensi logis yang melekat secara mutlak dari adanya sifat ‘Ilmu (Maha Mengetahui—sifat wajib Allah yang ke-9) pada Zat Allah SWT.

​3. Sifat Mustahil (Kebalikan)

​Sebagai Zat yang Maha Sempurna, Allah SWT mustahil memiliki sifat kekurangan. Kebalikan dari sifat ‘Aliman adalah Kaunuhu Jahilan (كَونُهُجَاهِلًا), yang berarti Keadaan Allah yang bodoh atau tidak mengetahui. Sifat kebodohan atau ketidaktahuan ini adalah sifat kelemahan makhluk yang mustahil ada pada Allah SWT.

​Melalui pemaparan kajian tauhid ini, diharapkan para jemaah dan masyarakat Desa Talagasari dapat semakin mempertebal keimanan, merasa senantiasa diawasi oleh Allah SWT dalam setiap perbuatan, serta memperkokoh akidah Ahlussunnah wal Jamaah di tengah kehidupan sehari-hari.

Usai bahasan ditutup oleh Ust Haji Kaling dan makan malam bersama para jamaah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Don`t copy text!