cropped 1788281659863.png

Pengamat Sosial Soroti Proyek Gorong-Gorong Cikupa: Kemacetan Parah Lumpuhkan Jalan Utama Talagasari

TANGERANGINF⭕PLUS9.COM

Pengamat sosial Jumadil Qubro melayangkan kritik keras terhadap pelaksanaan proyek pembangunan gorong-gorong yang memotong jalan utama di Jalan Otonom Cikupa – Pasar Kemis KM 1,8, Desa Talagasari, RT 010/02, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Proyek tersebut dinilai mengabaikan Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) sehingga memicu kemacetan total yang merugikan masyarakat.

​Pasalnya, sudah sepekan pembongkaran jalan untuk pemasangan gorong-gorong ini berlangsung tanpa manajemen rekayasa lalu lintas yang memadai. Kondisi ini membuat arus kendaraan dari kedua arah mengalami lumpuh total, terutama pada jam-jam sibuk pagi hari saat warga berangkat kerja dan sore hari saat jam kepulangan. Antrean kendaraan dilaporkan mengular sangat panjang dan memicu frustrasi para pengguna jalan.

​Menurut Jumadil, setiap proyek infrastruktur, baik skala besar maupun kecil yang menggunakan atau memotong badan jalan publik, wajib memperhitungkan aspek kenyamanan dan kelancaran mobilitas warga.

​”Pembangunan memang untuk kebaikan, tetapi jika pelaksanaannya mengabaikan kelancaran arus lalu lintas dan tidak ada solusi pengalihan jalan yang jelas, ini namanya menyiksa masyarakat. Sepekan macet total tanpa ada petugas yang siaga mengatur di jam-jam rawan adalah bentuk kelalaian pelaksana proyek,” ujar Jumadil dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

​Ia mendesak Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang serta pihak kepolisian setempat untuk segera turun tangan mengevaluasi pelaksanaan proyek tersebut. Aparat dan instansi berwenang diminta menuntut kontraktor pelaksana agar segera merampungkan pekerjaan dengan sistem buka-tutup yang profesional atau mempercepat durasi kerja pada malam hari guna meminimalisir dampak kemacetan.

​”Jangan biarkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga lumpuh berlarut-larut. Pemerintah daerah harus tegas menegur pihak pelaksana agar segera menerapkan manajemen lalu lintas yang manusiawi di lokasi proyek,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Don`t copy text!