Beranda / Kriminal / Sopir Truk Diduga Dikeroyok Oknum Security di Tol Cikande, Korban Lapor ke Polda Banten

Sopir Truk Diduga Dikeroyok Oknum Security di Tol Cikande, Korban Lapor ke Polda Banten

Serang –Infoplus9.com-Seorang sopir truk berinisial AS (32) diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah oknum petugas keamanan (security) di kawasan Tol Cikande, Kabupaten Serang, Banten. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka-luka dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Banten untuk mendapatkan keadilan.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dugaan pengeroyokan ini bermula ketika korban sedang melintas di area tersebut. Belum diketahui secara pasti pemicu utama keributan, namun situasi memanas hingga terjadi tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang oknum security terhadap sopir truk tersebut.

​Korban yang tidak terima atas perlakuan kasar dan penganiayaan yang dialaminya, langsung mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk membuat laporan resmi. Dalam laporannya, korban berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

​”Saya hanya bekerja mencari nafkah, tapi diperlakukan seperti ini. Saya berharap polisi bisa bertindak adil dan menangkap pelaku pengeroyokan terhadap saya,” ujar korban saat memberikan keterangan kepada awak media.

​Sementara itu, pihak keluarga korban juga mendesak agar perusahaan penyedia jasa keamanan tempat para pelaku bekerja bertanggung jawab atas tindakan arogan oknum pegawainya. Mereka menilai tindakan pengeroyokan tersebut sangat tidak manusiawi dan mencederai profesi keamanan yang seharusnya mengayomi, bukan malah melakukan kekerasan.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Banten tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan tersebut. Polisi akan memanggil sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian untuk memperjelas kronologi peristiwa pengeroyokan ini.

​Kasus ini pun mendapat sorotan dari rekan-rekan sesama sopir truk yang meminta perlindungan hukum dan jaminan keamanan saat mereka beraktivitas di jalan tol maupun kawasan industri, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *