cropped 1788281659863.png

Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo: 500 Pasien Ditangani di 8 Rumah Sakit

SIDOARJO — INF⭕PLUS9.COM

​Kasus dugaan keracunan makanan yang bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan penambahan jumlah korban. Hingga Rabu pagi (2/9/2026), tercatat sebanyak 500 pasien telah mendapatkan penanganan medis yang tersebar di delapan fasilitas kesehatan atau rumah sakit di wilayah Sidoarjo.

​Peristiwa ini berawal dari keluhan mual, muntah, hingga pusing yang dialami oleh ratusan santri—terutama dari Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo—serta para siswa dari sejumlah lembaga pendidikan lainnya setelah mengonsumsi menu makanan program MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.

​Sebaran Penanganan Korban di Rumah Sakit

​Berdasarkan data terkini dari posko penanganan darurat dan dinas kesehatan setempat, para korban dirawat secara intensif di delapan rumah sakit berbeda untuk memastikan penanganan rehidrasi dan pemulihan medis berjalan optimal. Beberapa fasilitas kesehatan yang merawat korban meliputi:

  • RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo: Menampung sebagian besar pasien dengan pengawasan ketat tim medis.
  • RSI Siti Hajar Sidoarjo: Menangani puluhan santri (dengan kombinasi rawat inap dan observasi).
  • RS Delta Surya serta sejumlah rumah sakit lainnya termasuk RS Pusura Candi dan RS Bhayangkara Pusdik Porong.

​Sebagian besar pasien dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan beberapa jam setelah menyantap makanan program MBG selepas waktu salat Zuhur pada hari Selasa (1/9/2026).

“Pemerintah bersama pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah bergerak cepat menangani para korban serta menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah guna menginvestigasi akar permasalahan secara mendalam.”

​Langkah Cepat Pemerintah dan Penanganan Lanjutan

​Menanggapi insiden luar biasa ini, Wakil Gubernur Jawa Timur bersama Bupati Sidoarjo telah meninjau langsung kondisi para korban di rumah sakit pada Rabu dini hari. Pihak berwenang menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan serta pemulihan kesehatan seluruh pasien yang terdampak.

​Badan Gizi Nasional (BGN) juga langsung mengambil tindakan tegas dengan melakukan suspensi atau penghentian sementara operasional dapur penyedia (SPPG Kalitengah) sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan investigasi menyeluruh dari tim kesehatan terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Don`t copy text!