Skip to content
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
-
  • Wisata
  • TNI
  • Budaya
  • Polri
  • Nasional
  • Pedoman Media Siber
  • Lokal Daerah
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
  • Wisata
  • TNI
  • Budaya
  • Polri
  • Nasional
  • Pedoman Media Siber
  • Lokal Daerah
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
  • Wisata
  • TNI
  • Budaya
  • Polri
  • Nasional
  • Pedoman Media Siber
  • Lokal Daerah
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
  • Wisata
  • TNI
  • Budaya
  • Polri
  • Nasional
  • Pedoman Media Siber
  • Lokal Daerah
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Budaya
  • Gaya Hidup
  • Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Sport
Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Budaya/Syech Agung Caringin, Ulama dan Pejuang Syiar Islam di Tanah Banten
Budaya

Syech Agung Caringin, Ulama dan Pejuang Syiar Islam di Tanah Banten

By Jumadil Qubro
Juli 11, 2026 2 Min Read
0

SYEKH ASNAWI BIN SYEKH ABDURRAHMAN ( CARINGIN BANTEN )
Syekh Asnawi bin Syekh Abdurrahman atau yang lebih dikenal dengan nama Syekh Asnawi Caringin (1850-1937) adalah seorang ulama dari Banten.
Syekh Asnawi lahir di Kampung Caringin, Labuan, Banten sekitar tahun 1850 Masehi. Sang ayah, Syekh Abdurrahman berasal dari keluarga yang Religius.
Pada usia yang masih sangat muda Syekh Asnawi sudah dikirim ayahnya untuk menuntut ilmu ke Mekkah.
Di Tanah Suci, Asnawi kemudian berguru kepada Syekh Nawawi al-Bantani, yang merupakan guru di Masjidil Haram.

Bertahun-tahun syekh Asnawi belajar di tanah kelahiran Islam. Hingga ketika dirasa telah mumpuni dalam agama, ia pun dipercaya untuk mendakwahkan Islam. Maka, Syekh Asnawi pun pulang kembali ke tanah lahirnya, Banten. Ia pun mulai mengajar dan mengundang ketertarikan banyak pemuda yang ingin menjadi muridnya. Kepiawaiannya dalam berdakwah membuat nama Syekh Asnawi tersohor sebagai ulama besar di Banten.
Tak hanya mengajarkan agama, Syekh Asnawi juga terkenal semangatnya yang menggebu dalam melawan penjajah. Ia mengobarkan semangat pemuda untuk melawan dan menentang kolonialisme Belanda. Apalagi, saat itu seluruh wilayah Banten berhasil dikuasai penjajah. Bahkan, tak hanya mengobarkan semangat kemerdekaan lewat lisan, tapi juga aksi. Syekh Asnawi juga dikenal memiliki ilmu bela diri yang sakti.

Syekh Asnawi yang tangguh dan berhasil mengajak pemuda untuk melawan penjajah pun menjadi ancaman bagi Belanda. Apalagi, Banten dikenal sebagai tempat lahirnya para ‘pemberontak’ Belanda, bukan hanya dari kalangan rakyat biasa, melainkan juga dari kalangan ulama. Alhasil, kiai pernah ditahan oleh penjajah di Tanah Abang serta diasingkan ke Cianjur. Ia dihukum lebih dari setahun dengan tuduhan melakukan pemberontakan. Namun, selama ditahan dan diasingkan, kiai tetap aktif menyampaikan dakwah Islam. Ia mengajarkan syariat Islam kepada masyarakat sekitar di manapun ia berada.

Seusai diasingkan, Syekh Asnawi kembali ke kampungnya di Caringin. Karena situasi yang lebih aman, ia semakin giat mensyiarkan Islam. Ia pun mendirikan sebuah masjid di Caringin pada 1884. Masjid tersebut bernama Masjid Caringin yang hingga kini masih berdiri tegak.

Beberapa sumber menyebutkan, pembangunan Masjid Caringin oleh Syekh juga ditujukan untuk membangun kembali peradaban masyarakat yang hancur akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883. Syekh Asnawi ingin membangun kembali akidah masyarakat dengan didirikannya sarana masjid tersebut. Sejak masjid berdiri, dakwah pun makin menggeliat. Banyak pemuda datang untuk berguru kepadanya. Syekh Asnawi pun menghabiskan usianya untuk pengajaran agama dari tempat kelahirannya, Caringin.

Setelah banyak kiprah yang ditorehkan bagi masyarakat, terutama masyarakat Banten, Syekh Asnawi menghembuskan napas terakhir pada 1937 Masehi. Ia meninggalkan banyak sekali anak, yakni 23 putra dan putri. Ia dimakamkan di tepi pantai Caringin, Labuan dekat masjid yang ia bangun, Hingga kini, banyak masyarakat yang berziarah ke makamnya.

Author

Jumadil Qubro

Redaksi INFOPLUS9.COM

Follow Me
Other Articles
Previous

Tiga Sultan Cirebon Yang Bertahta di Tahun 2026

Next

Sejarah Nama Pandeglang, Di Masa Sultan Hasanuddin Al Bantani

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • FKPN Desak Kementerian Lingkungan Hidup Audit Total Reklamasi Pesisir Utara Banten dan Hentikan Perampasan Ruang Hidup Nelayan
  • RS Hermina Bitung Memberikan Pelayanan Khusus dan Kunjungan Langsung kepada Pasien Anak di Hari Anak Nasional 2026
  • Kodim 0510/Trs Resmikan Jembatan Penghubung Armco
  • Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Kapolresta Tangerang: Sinergi Polri-Kejaksaan Kunci Tegaknya Hukum Berkeadilan
  • Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You May Have Missed

Lokal Daerah

Semangat Idul adha 1447 H, Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Salurkan Daging Kurban kepada Masyarakat

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 29, 2026
Berita Daerah

Di Ujung Senja yang Sederhana, SPPG Sidamukti 2 Hadir Membawa Hangat Kepedulian

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 25, 2026
Lokal Daerah

Rasa Syukur Wali Murid Mewarnai Prosesi Pelepasan Siswa Angkatan Ke-15 PAUD SPS Melati

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 16, 2026
Gaya Hidup

Tren “Slow Living” di Era Digital: Mengapa Generasi Muda Mulai Meninggalkan Hustle Culture?

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 13, 2026
Gaya Hidup

Gemuruh Mesin dan Kabut Citorek: Catatan Perjalanan Akhir Pekan Sang Jurnalis Petualang

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Mei 31, 2026
Sport

Duel Sengit di Cikupa: Tim Bojong U-40 Tundukkan Pasir Jaya Lewat Drama Adu Penalti

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juli 18, 2026
Polri

Tindaklanjuti Informasi Soal Dugaan Peredaran Obat Keras, Polsek Mauk Cek Lokasi

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juli 9, 2026
Sorotan

Menanam Investasi Sosial: Mengapa Merangkul Warga Adalah Fondasi Bisnis Berkelanjutan

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
Juni 29, 2026
Berita Daerah

Dukung Percepatan Sertipikasi Tanah Wakaf dan Tempat Ibadah, Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Gelar Rapat Koordinasi Lintas Instansi

Jumadil Qubro
By Jumadil Qubro
April 22, 2026
Media Infoplus9.com adalah platform media siber yang berkomitmen menyajikan data dan peristiwa menjadi informasi aktual, tepercaya, dan mendalam. Mengusung nilai-nilai jurnalisme yang kuat, Infoplus9.com selalu mengedepankan pemberitaan yang profesional, objektif, dan berimbang (cover all sides) demi memenuhi hak masyarakat atas informasi yang akurat.
Redaksi INFOPLUS9.COM Website : www.Infoplus9.com Email : Redaksiinfoplus9@gmail.com Facebook: Infoplus9.com Telp : 0838-7432-6509 Copyright 2026 — . All rights reserved.